icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mahligai yang Ternodai

Bab 5 Mahligai yang Ternodai 5

Jumlah Kata:703    |    Dirilis Pada: 28/04/2024

spontan berubah

pi enggan untuk men

akkan mangkok ke atas nakas.

a! Na

berdiri dan berjalan. Baru sampai ambang pintu, pusing di kepalanya menjadi hingga kepalanya terasa berdenyut-denyu

a sikap Nazwa kembali manis, kini rasa

az

*

lum sepenuhnya sembuh. Dia hanya berusaha mengabaikan sakitnya untuk me

dak bisa. Sakit itu spontan menyambangi hatinya kala meli

itu masih saja berhubungan dengan mantann

g biasa dia angkat dalam majelis pengajian. Perihal s

; Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi

agaimana? Bersih dari penyakit hati seperti iri, dendam, benci, tidak ikhlas, mengungkit-u

dah dilakukan. Dia tak menyangka, dirinya melanggar

aku nggak rela jika suamiku berselingkuh, menggauli

a, Sa

Dilihatnya suaminya duduk di atas kur

elunjuk Nazwa teracung, matanya merah meny

n baik-baik, Nazwa," ucap

n selain kamu harus jauhi perempuan itu

tangan sebelahnya sementara tangannya yang

u! Kamu udah menyentuh perempuan yang bukan mahrammu

ahal'adzim,

e arah pintu. Reza membelalak melihat siapa yang b

datang, Pak?" Nazwa mendekati bapaknya.

zwa dan Reza bergantian,

ak," ucap Reza be

ak mendengar atau tidak mengerti

maksud ucapanmu tadi? Kenapa

apan mereka menden

menjenguk kondisi Reza pasca operasi. Kemarin

, ya." Orang tua itu diam saja ketika Nazwa mem

an bisa kami jemput. Lutut bapak kan sakit. Memangnya bis

pak, kalian ada masalah apa?" tanya pria tua itu lag

za. "Mas, tinggalkan

rsinya ketika sang bapak mertua justru m

ra sama Bapak dan Nazwa nggak mau

ini masalah rumah tangga kalian juga k

a te

situ. Bapak mau dengar dari mulut kalian b

zwa kini sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mahligai yang Ternodai
Mahligai yang Ternodai
“Nazwa tidak pernah menduga bahwa dalam pernikahannya yang amat bahagia, dia akan diselingkuhi oleh suaminya. Saat itu terjadi, Nazwa masih bertahan semata-mata karena Allah. Namun, ketika suaminya mengulang kesalahan yang sama, mampukah Nazwa bertahan?”