icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tumbal Rumah Bersalin

Bab 4 Hantu Kamar Mandi

Jumlah Kata:1056    |    Dirilis Pada: 01/03/2024

itu kalian." Warni memanggil nama ke

n, tidak ada jawaban dari dalam. Yang terdengar hanyalah suara

tu kamar mandi, "

ak berbentuk berdiri di hadapannya. Warni yang ketakutan berusaha untuk berdiri dan berlari. Namun, kaki yang tadinya

Ibu harus bertanggung jawab atas kematian s

ianmu adalah karena takdir bukan karena aku," ben

dir kematian Ibu bersama saya, " uca

n mati bersamamu, Setan. " bentak War

ong aku." Warni terus berteriak dan b

gaja menyentuh kakinya sehingga membuatnya tidak dapat bergerak. Wajah hancur wanita itu tiba-tiba mengeluarkan bau

merasa jijik dengan wajah wanita tersebut langsung menutup mata, dia berharap mimpi yang menyeramkan ini bisa seger

ukan disini?" tanya Nur sam

di .

sebenarnya terjadi, " tanya

eritakan kejadian ini kepada

sengaja aku terjatuh," jawab Wa

ke rumah." Nur mulai menggandeng tangan W

pucat. Surya yang memang sangat mencintai Warni mulai membantunya masuk ke dalam kamar denga

atkan teh hangat untukmu," perintah Surya sambi

at saja!" bentak Warni sambil menyi

eperti ini? Apa kamu kelelahan," tanya Surya ya

anku, lebih baik kau urusi saja bumbu dapurmu i

an pesugihan siluman ular. Bahkan sejak kematian putra pertama mereka 2 tahun lalu, Warni tidak mau lagi memiliki keturunan dari san

*

yang mendengar cerita Nur terlihat heran, tidak mungkin Bidan Warni bisa terpeleset dalam kam

tepat pada malam jumat kliwon, Bidan Warni belum mendapat korban untuk dijadikan tumbal. Nyi Sukma

tumbal untuk. Nyi," ucap Warni sambil berusah

dengan orang yang suka ingkar janji, " jawa

ikan tumbal sesuai dengan permintaan Nyai." Warni yang hampir saj

mpatan kedua padamu, tapi denga

a ketukan pintu dari luar. Nyi Sukma yang tidak ingin siapapun mengetahui

ak terulang lagi." Warni memegangi

teriak seseorang dari lua

a segera membuka pintu yang sejak tadi terkunci rapat i

gup seperti itu?" tanya Bidan

" Yuni terlihat mengatur na

!" benta

. Warni langsung berjalan ke luar. Ter

lihat sibuk? Apa j

erlihat seorang wanita muda berbaring di atas tempat tidur. Dia

ua sibuk," batin Warni sambil mem

lakukan sekarang juga," ucap Sar

gsung berjalan me

uda itu. Bisa ditebak jika ini adalah persalinan pertama

udah siap?" tanya Warni

n," jawabnya sa

-laki dengan selamat. Wajah panik itu kini terlihat begitu tenang. Bahk

idan?" tanyanya samb

t ya. Bu," jawab Warni samb

e arah wastafel. Dia terlihat melirik ke arah wanita yang baru saja

kebahagiaanmu akan segera musnah," batin Warni s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tumbal Rumah Bersalin
Tumbal Rumah Bersalin
“Warni adalah seorang bidan yang terkenal baik dan ramah di Desa Tlogo Ungu. Akibat keramahannya itu banyak wanita hamil yang merasa nyaman memeriksakan kehamilannya di rumah bersalin yang dibuka Warni 2 tahun yang lalu. Namun, siapa sangka di balik keramahan dan kebaikan yang diberikan Warni tersimpan sebuah rahasia yang tidak diketahui orang lain. Warni yang dulunya hanya putri seorang petani miskin di desa Tlogo Ungu kerap mendapat hinaan dari warga desa. Bahkan sampai dia berhasil menjadi seorang bidan pun warga desa masih tetap menganggapnya rendah, serta menolak memeriksakan kehamilannya kepada Warni. Mereka rela berjalan jauh ke kota demi memeriksakan kandungannya, bahkan tak jarang Warga desa menghadang pasien dari luar desa yang ingin ke tempat prakteknya. Warni yang sakit hati, serta khawatir jika usaha yang di bangunnya bangkrut memutuskan untuk melakukan pesugihan siluman ular putih dengan bantuan temannya yang bernama Romlah. Siluman ular putih yang kerap dipanggil Nyai Sukma bersedia membantu Warni dalam mendapatkan pundi-pundi kekayaan. Namun, Nyi Sukma meminta Warni untuk menyiapkan satu wanita yang melahirkan pada kamis malam jumat kliwon, serta untuk tumbal pertama Warni harus bersedia menyerahkan bayi yang baru saja dilahirkannya kepada Nyai Sukma sebagai pembukaan. Bersediakah Warni menyerahkan anak pertamanya sebagai tumbal, lalu apa saja yang dialami Warni setelah menyetujui perjanjiannya dengan Siluman ular putih tersebut?”
1 Bab 1 Tumbal Pertama 2 Bab 2 Alasan Warni Bersekutu Dengan Siluman Ular 3 Bab 3 Wanita di kursi reseptionis 4 Bab 4 Hantu Kamar Mandi5 Bab 5 Usaha Surya Menyadarkan Sang Istri6 Bab 6 Kematian Surya 7 Bab 7 Tumbal Berikutnya 8 Bab 8 Teror Rumah Bersalin9 Bab 9 Kematian Salah 10 Bab 10 Misteri Kucing Hitam 11 Bab 11 Teror Hantu Wanita 12 Bab 12 Pertemuan Warni Dan Bram13 Bab 13 Usaha Warni Untuk Mendapatkan Bram14 Bab 14 Sakit Misterius 15 Bab 15 Malam Pertama Yang Menyeramkan 16 Bab 16 Tipu Daya Siluman Ular 17 Bab 17 Warni Di Temukan Mengambang Di Kolam 18 Bab 18 Teror Hantu Wanita 19 Bab 19 Suara Misterius 20 Bab 20 Kembalinya Rumah Bersalin Warni 21 Bab 21 Kepindahan Warni dan Bram