icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tumbal Rumah Bersalin

Bab 3 Wanita di kursi reseptionis

Jumlah Kata:1034    |    Dirilis Pada: 01/03/2024

juga meminta kepada ketiga karyawannya yang lain untuk segera membersihkan diri dan langsung istirahat

l saja sudah pulas banget," gerutu War

saja memasuki area itu, tiba-tiba matanya tertuju pada sosok wanita yang duduk di meja reseps

ya aku sudah menyuruh kalian untuk beristi

akangi Warni. Udara malam yang dingin dan suasana yang sepi membuat kondisi di area itu te

Ibu kesini?" tanya Nur

Sari malam-malam begini bukannya istirahat malah du

ja dari sana untuk mengambil obat semprot nyamuk in

ang ada di belakangku saat ini." Warni langsung menga

ja. Wajah yang biasa terlihat kasar dan judes mendadak pucat dan ketakutan

meninggal, jadi tidak mungkin mereka ada d

aik saja?" tanya Nur saat

a kecapean," jawab Warni sambil mulai

Tidak hanya rumah bersalin, rumah Warni yang biasanya tenang sekarang sering terjadi hal-hal di luar nalar. Bah

Surya saat melihat Warni berja

kan Surya. Surya yang penasaran dengan sang istri terus mengikuti langkah kaki Warni. Hingga tiba-tib

angat kencang, lebih baik kita masuk ke dalam k

ternyata memiliki wajah hancur yang di penuhi dengan ribuan belatung yang menempel. Wanita yang se

" ucap wanita itu sambil menatap ke

sini! Dek, tolong aku," teriak

sambil terus tertawa. Surya yang merasa jijik berusaha untuk menutup matanya r

di sini?" tanya Warni yang

t mengerikan, ada banyak belatung yang menempel di

u, kamu pasti hanya bermimpi," bentak Warni sambil menggonc

wanita itu, wajahnya penuh luka dan belatung. Bahkan arom

bumbu yang sudah ada di depan rumah itu, karena aku tidak mau rumahku kotor karena bumbu

, Dek

as. kamu harus segera berangkat dan bawa bumbu d

m jam menunjukkan pukul 2 malam, Bidan Warni masih terlihat sibuk di ruangannya. Siti yan

Bidan masih ada di ruangan, " u

tuk pasien yang akan menjalani operasi di rumah sakit." Bida

m, apa tidak sebaiknya Ibu istirahat dulu?"

i saya akan segera masuk ke dalam kamar saya, " pe

ndapat tugas jaga malam, jadi tidak heran jika dia baru bisa beristirahat pukul 2 malam. Warni yang

aik aku ke kamar mandi dulu sebelum masuk ke dalam ru

kecil dalam satu ruangan. terdapat juga satu kaca besar dengan 3 buah wastafe

ya berkedip seperti ini," ucap Warni

erdengar suara tangisan seorang wanita dari salah satu bilik kamar mandi yang sedang tertutup

egini," batin Warni sambil mendeka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tumbal Rumah Bersalin
Tumbal Rumah Bersalin
“Warni adalah seorang bidan yang terkenal baik dan ramah di Desa Tlogo Ungu. Akibat keramahannya itu banyak wanita hamil yang merasa nyaman memeriksakan kehamilannya di rumah bersalin yang dibuka Warni 2 tahun yang lalu. Namun, siapa sangka di balik keramahan dan kebaikan yang diberikan Warni tersimpan sebuah rahasia yang tidak diketahui orang lain. Warni yang dulunya hanya putri seorang petani miskin di desa Tlogo Ungu kerap mendapat hinaan dari warga desa. Bahkan sampai dia berhasil menjadi seorang bidan pun warga desa masih tetap menganggapnya rendah, serta menolak memeriksakan kehamilannya kepada Warni. Mereka rela berjalan jauh ke kota demi memeriksakan kandungannya, bahkan tak jarang Warga desa menghadang pasien dari luar desa yang ingin ke tempat prakteknya. Warni yang sakit hati, serta khawatir jika usaha yang di bangunnya bangkrut memutuskan untuk melakukan pesugihan siluman ular putih dengan bantuan temannya yang bernama Romlah. Siluman ular putih yang kerap dipanggil Nyai Sukma bersedia membantu Warni dalam mendapatkan pundi-pundi kekayaan. Namun, Nyi Sukma meminta Warni untuk menyiapkan satu wanita yang melahirkan pada kamis malam jumat kliwon, serta untuk tumbal pertama Warni harus bersedia menyerahkan bayi yang baru saja dilahirkannya kepada Nyai Sukma sebagai pembukaan. Bersediakah Warni menyerahkan anak pertamanya sebagai tumbal, lalu apa saja yang dialami Warni setelah menyetujui perjanjiannya dengan Siluman ular putih tersebut?”
1 Bab 1 Tumbal Pertama 2 Bab 2 Alasan Warni Bersekutu Dengan Siluman Ular 3 Bab 3 Wanita di kursi reseptionis 4 Bab 4 Hantu Kamar Mandi5 Bab 5 Usaha Surya Menyadarkan Sang Istri6 Bab 6 Kematian Surya 7 Bab 7 Tumbal Berikutnya 8 Bab 8 Teror Rumah Bersalin9 Bab 9 Kematian Salah 10 Bab 10 Misteri Kucing Hitam 11 Bab 11 Teror Hantu Wanita 12 Bab 12 Pertemuan Warni Dan Bram13 Bab 13 Usaha Warni Untuk Mendapatkan Bram14 Bab 14 Sakit Misterius 15 Bab 15 Malam Pertama Yang Menyeramkan 16 Bab 16 Tipu Daya Siluman Ular 17 Bab 17 Warni Di Temukan Mengambang Di Kolam 18 Bab 18 Teror Hantu Wanita 19 Bab 19 Suara Misterius 20 Bab 20 Kembalinya Rumah Bersalin Warni 21 Bab 21 Kepindahan Warni dan Bram