icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Tumbal Rumah Bersalin

Tumbal Rumah Bersalin

icon

Bab 1 Tumbal Pertama

Jumlah Kata:1267    |    Dirilis Pada: 01/03/2024

perti biasa setiap menyelesaikan tugasnya Warni selalu melihat kalender yang ada di ruang persalinan. Tepat seperti

us menyiapkan tumbal berikutnya untuk Nyai Sukma," bati

a, Bu Bidan?" tanya Hartono saat meli

melati, tapi untuk sementara jangan dijenguk atau diganggu dulu, jadi Bapak

n di rumah bersalin yang lain saja tidak ada masalah jika keluarga me

sa, jadi untuk memulihkan keadaannya dia harus banyak istirahat. Itulah kenapa

pi

isa melihat kondisi Ibu Linda ya

lelahan Parto akhirnya bersedia meninggalkan sang istri dan pulang ke rumah. Warni memang tidak mengizinkan pasiennya

tolong pindahkan ke ruang melati," uc

rawat bernama Sari sambil menutup

etak di ujung koridor. Yuni salah satu perawat yang duduk di samping Sari terlihat sedikit curiga dengan per

sambil menggenggam tangan Sari

rni tahu kamu meninggalkan ruang bersalin dalam keadaan kot

putri saya?" tanya Lin

ni sudah ada di ruang bayi. Sekarang saya akan memindahk

esini lagi buat jemput kamu dan anak kita," uca

harus sendirian disini." Li

Besok setelah shalat subuh Mas janji akan langsung ke

Ibu Linda jadi Ibu tidak perlu taku

bersalin Sari langsung membawa Linda ke kamar melati dengan kursi roda. Warni yang saat ini sudah ada

mangsa untukku malam ini

sudah perintahkan Perawat untuk membawa wanita itu ke kamar Tersebut." Warni m

ewajibanmu," ucap wanita ular itu sambil ber

njian dengan siluman ular putih. Kondisi ekonomi yang sulit, serta hinaan para tetangga di masa lalu rupanya membuat Warni mem

agi dari hari ini. Bahkan uang dan kekayaan yang aku mili

*

a tiba di Klinik langsung berlari ke arah kerumunan orang tersebut. Rasa bahagia terlihat dari ta

gal seperti ini?" tanya Hartono yang tidak lain adalah

ksa pasien." Warni menjawab sambil mengus

ruangan ini. Biar saya dan Suster Sari bisa memeri

g untuk keluar dari ruangan itu, Bidan Warni dengan ditemani Suster Sari langsung masuk untuk memeriksa apa

a tiba-tiba meninggal dunia," ucap Yun

wajar dengan kematian Ibu Linda," jawab

. ." tiba-tiba Yuni m

nya Hartono yang ternyata me

k ada apa-apa." Y

i kepada Istri saya!" bentak Hartono hing

n dia meninggal dengan tenang," bujuk B

idak beres dengan rumah bersalin ini!" ter

ada di tempat itu. Di saat yang bersamaan Warni dan Sari yang baru saja memeriksa penyebab kem

bab kematiannya adalah pecahnya pembuluh darah di otak yang pecah.

edangkan saat terakhir saya pergi dia dalam kondisi baik-baik s

pembuluh darah seseorang bisa disebabkan karena tekanan darah yang terlalu tinggi. Jadi kematia

an curiga, "Aku yakin ada yang tid

menahan amarah dan air mata, Hartono dan keluarganya membawa jenazah Linda pulang ke rumah untuk segera dimakamkan. Bidan

nggak punya aturan," ucap

an mendadak itu menjadi topik utama di Klinik tersebut. Kamar melati pun menjadi mom

karena pecahnya pembuluh darah

saan sih begitu. Meman

da keanehan pada Rumah bersalin ini,

ane

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tumbal Rumah Bersalin
Tumbal Rumah Bersalin
“Warni adalah seorang bidan yang terkenal baik dan ramah di Desa Tlogo Ungu. Akibat keramahannya itu banyak wanita hamil yang merasa nyaman memeriksakan kehamilannya di rumah bersalin yang dibuka Warni 2 tahun yang lalu. Namun, siapa sangka di balik keramahan dan kebaikan yang diberikan Warni tersimpan sebuah rahasia yang tidak diketahui orang lain. Warni yang dulunya hanya putri seorang petani miskin di desa Tlogo Ungu kerap mendapat hinaan dari warga desa. Bahkan sampai dia berhasil menjadi seorang bidan pun warga desa masih tetap menganggapnya rendah, serta menolak memeriksakan kehamilannya kepada Warni. Mereka rela berjalan jauh ke kota demi memeriksakan kandungannya, bahkan tak jarang Warga desa menghadang pasien dari luar desa yang ingin ke tempat prakteknya. Warni yang sakit hati, serta khawatir jika usaha yang di bangunnya bangkrut memutuskan untuk melakukan pesugihan siluman ular putih dengan bantuan temannya yang bernama Romlah. Siluman ular putih yang kerap dipanggil Nyai Sukma bersedia membantu Warni dalam mendapatkan pundi-pundi kekayaan. Namun, Nyi Sukma meminta Warni untuk menyiapkan satu wanita yang melahirkan pada kamis malam jumat kliwon, serta untuk tumbal pertama Warni harus bersedia menyerahkan bayi yang baru saja dilahirkannya kepada Nyai Sukma sebagai pembukaan. Bersediakah Warni menyerahkan anak pertamanya sebagai tumbal, lalu apa saja yang dialami Warni setelah menyetujui perjanjiannya dengan Siluman ular putih tersebut?”
1 Bab 1 Tumbal Pertama 2 Bab 2 Alasan Warni Bersekutu Dengan Siluman Ular 3 Bab 3 Wanita di kursi reseptionis 4 Bab 4 Hantu Kamar Mandi5 Bab 5 Usaha Surya Menyadarkan Sang Istri6 Bab 6 Kematian Surya 7 Bab 7 Tumbal Berikutnya 8 Bab 8 Teror Rumah Bersalin9 Bab 9 Kematian Salah 10 Bab 10 Misteri Kucing Hitam 11 Bab 11 Teror Hantu Wanita 12 Bab 12 Pertemuan Warni Dan Bram13 Bab 13 Usaha Warni Untuk Mendapatkan Bram14 Bab 14 Sakit Misterius 15 Bab 15 Malam Pertama Yang Menyeramkan 16 Bab 16 Tipu Daya Siluman Ular 17 Bab 17 Warni Di Temukan Mengambang Di Kolam 18 Bab 18 Teror Hantu Wanita 19 Bab 19 Suara Misterius 20 Bab 20 Kembalinya Rumah Bersalin Warni 21 Bab 21 Kepindahan Warni dan Bram