icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Putriku Bukan Anak Pembawa Sial

Bab 4 Empat

Jumlah Kata:1026    |    Dirilis Pada: 25/02/2024

riak memanggil na

l melepaskan pelukannya

uah wajah yang tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Laki-laki yang kini ad

terdiam seakan tak percaya

na ini," ucap

ang lalu, seorang anak cacat yang hanya membuatmu

u mengenal Om ini," tanya Lu

lang ya," jawabku sambil men

Mas Niko samb

deng tangan Luna. Berkali-kali Luna melihat ke belakang untuk melihat Mas Niko yang teru

enjelasanku!" teriak Mas Niko sam

pa dia terus mengejar ki

am dan ganti baju ya Sayang

erteriak di depan rumahku. Aku Langsung menarik tangan Mas Niko menjauh dari rumah.

aku benar-benar terpaksa meninggalkan

aya sepertimu tidak akan sanggup hidup dalam kemiskinan,

kebaikan kita," ucapnya s

mpilanmu sekarang sebuah penampilan seorang konglomerat yan

utriku," tanyanya sam

putri kandungku, aku yang mengandung, melahirkan bahkan merawa

terdengar suara

pernah temui Luna lagi," ucapku sambil berja

*

aja terlihat di mataku. Sebuah tatapan mata penuh penyesalan itu seakan tidak mau

ku harus mengatakan yang sebenarnya kepada

Luna yang saat itu memang belum sekolah sibuk dengan acara televisi kesukaannya. Saat aku se

ur 1 makan disini ya Mbak," ucap M

o," ucap

ba keluar dan langsung memeluk Mas

nya sambil memberikan sebuah boneka ber

mbil membuka kotak kecil ya

pasti bisa mendengar dengan jelas, jawab Niko

garan tersebut serta merampas boneka yang ada i pelukannya. Aku pun meminta Luna un

enakku sambil melepas alat pendeng

m selesai Luna menjawab aku

sambil membentaknya hingga membuat Luna

i rumahku sekarang," ucapku sambil melempar

u saja, karena aku juga ayah dari

kui jika Luna adalah anakmu," tanyaku

g merawatnya seorang diri dan sekarang setelah 5 tahun kamu pergi dengan m

g tidak beri aku kesempatan untuk ...." belum se

amu. Bukannya kamu sudah bahagia dengan kehidupan barumu lalu

dengan perempuan lain, dan memiliki seorang anak yan

vonis tidak dapat memiliki keturunan karena mengalami penyumbatan

namakan karma," batinku sa

rikan keturunan, itu adalah balasan yang pantas untuk seorang ayah yang tida

memandikan Luna. Kami pun bergegas berangkat ke pasar untuk berbelanja kebutuhan warung makan ku. Sepulang dari pasar aku

ba-tiba aku mendengar suara teriakan yang cukup keras dari arah luar. Luna yang s

u sambil memeluk Luna

p Luna sambil menangis da

terdengar suara teriakan

ku sambil melepa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Putriku Bukan Anak Pembawa Sial
Putriku Bukan Anak Pembawa Sial
“Namaku Rani aku adalah ibu sekaligus ayah untuk putri tunggalku yang bernama Luna. Luna tidak seperti anak pada umumnya. Dia memiliki gangguan pada pendengarannya sejak bayi. Semua itu terjadi karena aku sedang depresi karena perilaku kasar suamiku. Hingga membuatku nekat melakukan aborsi kepada anak yang aku kandung. Namun, Allah berkehendak lain janin yang ada di dalam kandunganku selamat dan kini menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Mas Niko suamiku yang kasar itu meninggalkanku entah kemana. Sejak Luna lahir kedunia dia tidak pernah melihat sosok ayahnya. Kini setelah Mas Niko pergi aku harus berjuang untuk kehidupanku dan Luna di masa depan. Karena aku tidak ingin apa yang aku alami saat ini dirasakan juga oleh putri kecilku.”
1 Bab 1 Satu2 Bab 2 Dua3 Bab 3 Tiga4 Bab 4 Empat5 Bab 5 Lima6 Bab 6 Enam7 Bab 7 Tujuh8 Bab 8 Delapan9 Bab 9 Sembilan10 Bab 10 Sepuluh 11 Bab 11 Sebelas12 Bab 12 Dua Belas13 Bab 13 Tiga Belas14 Bab 14 Empat Belas 15 Bab 15 Lima Belas16 Bab 16 Enam Belas 17 Bab 17 Tujuh Belas 18 Bab 18 Delapan Belas 19 Bab 19 Sembilan Belas 20 Bab 20 Dua Puluh