icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Kedua

Bab 2 Dimanja

Jumlah Kata:1388    |    Dirilis Pada: 08/02/2024

Shanum dengan posisi membungkuk. Sisi kiri tu

juga Shanum. Beberapa warga tampak mengetuk kaca jen

setengah sadar karena pengar

u! Aku tida

tor Polisi." Sen

r Polisi." Semua orang yang ada

. "Sudahlah, jangan memperpanjang masalah.

tindak lebih jauh. Karena Dafa selaku

imat singkat tersebut, lalu pergi begitu sa

mbar, masuk ke dalam rumah kontra

ana. Mulai dari meja dan kursi tamu serta pendingin ruangan yang ada di sana. Tapi, saa

ketika Senja mengoleskan minyak pen

di ketagihan ditabra

apaan s

mu. Jadi bikin ketagihan ditabrak

h ah aku mau lihat

nya dekat dengan ruang tamu. Lalu mulai melompa

tidur. Apa Mas Dafa menyewa rumah

lakang Senja dan m

ahnya? Aku harap kamu dan ana

an. Dafa tersenyum s

n online saja untuk ma

ulai menggulir layar ponsel

makan aya

uga ya

udah memilih menu m

makan apa?"

Yang pentin

Ia memesan dua porsi ayam panggang dan dua porsi ayam goreng.

n Dafa sampai di rumah. S

Ma!" Shanum memuji maka

ap." Salsa i

ucapin terima kas

bicara dengan kompak. Dafa

r menyambar dengan sua

nya untuk mandi. Sementara Senja, ak

ulu ya. Mama mau beresi

a di daerah ini, kalau hujan dera

kamar mandi. Keduanya pun bermain air bersam

gan bermain air terlalu lama!" ucap

ama sa

sai mandi, kini giliran Senja yan

ga terdengar menyambar beberapa kali. Si kembar mulai r

aku t

juga t

ama akan ceritakan dongeng

wang putih. Tak butuh waktu lama untuk Senja berc

adi gelap gulita. Senja yang phobia dengan keadaan gelap

nja meman

ngan paras ayu nan menawan ini pun, keluar dari kamar dan m

mu dengan perlahan sembari

Daf

fas berat dan hangat yang mendengu

takutan. Karena ia berpikir, jika yang se

lah. Ternyata yang berdiri

et aja!" Senja terji

ah Senja. Lalu merengkuh tubuh Senja. Dafa memeluknya dengan

aku Mas! Jangan beg

lah kebersamaan kita ini," uc

ir Senja. Keduanya memejamkan

selama kurang lebih dua tahun, ia merasa se

kembar Senja. Mengusap bagian ujungnya den

" tany

ak kebahagiaan. Dafa tak mau menyia nyiakan hal ini. Ia

ngar suara pint

eletakkannya di meja kecil dekat dengan tempat tid

i hadapannya tersebut. Dada bidang seorang p

bisik

hnya. Sementara tangan kekarnya mulai meraih ke bagian hutan rimba yang cukup leba

entuh. Hingga keperkasaan Dafa masuk

rubah menjadi panas membara. Suara na

eka mencapai puncak secara bersamaan. Merek

dari tidur lebih dulu. Mereka menca

am

kema

mah sep

m dan juga Salsa, Senja

ingkirkan tangan Dafa yang

di ujung tempat tidur. Lalu

nap keluar dari sana. Saat itu, kedua

yan

na aja? Kami dari t

ada di da

ke dapur, tapi nggak a

ng ya?" ta

ungan, bagaimana menjawab pertanyaa

di dapur,

apain di

n sar

uran dan lauk ya Ma? Kita aja

ok!" Senja

a berlarian menuju ke dapur

ka pintu kulkas, Dafa sudah

semalam? Oh iya, hari ini Om Dafa ingin pergi

ak dan melompat kegirangan. Me

n yang cantik. Kita jalan jalan h

pergi ke k

k beberapa hari sekalian p

*

e rumah es krim yang ada di luar kota. Mereka harus men

nuh semangat. Mereka berlarian ke arah ayunan yang ada disana. Senja pu

g ada di daftar menu, seorang wanita b

sembari menepuk bahu

t wanita tersebut. Dan si wanita, mulai memeg

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Kedua
Hasrat Kedua
“Senja Malini adalah seorang janda yang memiliki dua orang anak perempuan. Begitu kerasnya kehidupan seorang janda, sudah Senja lewati. Ia bekerja keras agar dapat menghidupi kedua buah hatinya. Setelah setahun menjanda, Senja dinikahi oleh Dafa Suryaningrat. Seorang pria kaya pengusaha properti. Pernikahannya dengan Dafa, membuat kehidupan finansial Senja berubah drastis. Terlebih lagi, kedua orang tua Dafa menerima Senja dengan tangan terbuka. Namun kebahagiaan mereka tak berlangsung lama, karena kebohongan Dafa mulai terkuak. Dafa ternyata mencintai perempuan lain, bernama Lily. Problematika orang ketiga membuat hubungan Dafa dan Senja di ambang kehancuran. Pada saat yang rawan seperti ini, Bagas sang Kakak ipar justru menaruh hati kepada Senja. Apakah Senja bisa mempertahankan rumah tangganya? Atau malah lebih memilih menikah dengan sang kakak ipar?”