icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Apa Salahku Padamu, Bu?

Bab 2 Di Tempat Kerja

Jumlah Kata:731    |    Dirilis Pada: 07/02/2024

ikit terbata. Ia terkesiap ket

as kamu sementara ini memasukkan barang produksi kedalam polybag dan selanjutnya masukkan ke da

mengerti," jaw

ngguan yang berarti. Keuletannya dalam menyelesaikan pekerjaan yang memang baru pertama kali dilakoninya itu

Pak Joko sang kepala di

i kinerja kamu cukup bagus. Kedepan lebih ditingkatkan lagi ya.

senyum khas manis gadis kampung yang gulany

akan siang. Mutia yang baru pertama mencoba peruntungan melamar k

pulang," ucap Mutia lelah sa

mu? Kerja dimana? Gajinya berapa sebulan?" tanya B

a. Capek kui, kesel loh dia baru saja pul

a bisa mengandalkan hasil tani saja, Pak. Apa cukup kalau Mutia ndak bantu kerja? Rifki juga masih sekolah. Siapa

asa begitu tidak berguna sebagai seorang ayah dan juga kepala kel

ata lirih kepada Mutia dengan air mata y

adis itu seraya mengusap pun

p tanggal 1 di awal bulan." Dengan perlahan Mutia menjelaskan kepada Bapak dan Ibunya peri

a-cintaan, ndak usah pacar-pacaran dulu. Cari uang yang banyak baru kamu mikirin masa

i dulu ya, Bu," ucap Mutia singkat karena mema

ja kepada Bapak dan Ibunya. Dia memang sengaja berangkat lebih pagi dan ingin cep

dah sarapan belum? Ayok sarapan dulu," ajak Pak Jok

a kasih, Pak." Mutia secara halus menolak ajakan pak Joko. Karena

masuk ke area kerja. Di dalam sana masih terlihat s

ullah seorang gadis dengan hidung m

a, Mut," sapa Hilda, salah satu senior

aya Mutia," sahut Mutia yang langsun

lihatmu di depan bersamanya. Dia itu laki-laki mata keranjang Mut, pacarnya banyak, di

get, takut dan harus waspada. Takut jika apa yang bar

ak Hilda, sudah kasih tahu say

🍁

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Apa Salahku Padamu, Bu?
Apa Salahku Padamu, Bu?
“Jika bisa memilih, Mutia pun akan memilih untuk tidak terlahir ke dunia ini. Apa salah dan dosanya pun dia tak tahu. Setiap saat akan selalu menjadi sebuah kesalahan bagi dirinya. Akibat keadaan ekonomi yang carut marut, Ibunya selalu melampiaskan segala kekesalan pada gadis ini. Apa yang akan terjadi pada Mutia selanjutnya? Baca kisahnya di sini, ya. Jangan lupa untuk follow dan selalu berikan dukungan untuk author 😍😍”
1 Bab 1 Tangisan Mutia2 Bab 2 Di Tempat Kerja3 Bab 3 Ajakan Makan4 Bab 4 Gaji Pertama5 Bab 5 Pak Joko6 Bab 6 Pembicaraan Serius7 Bab 7 Mendapat Lampu Hijau8 Bab 8 Kasmaran9 Bab 9 Merasa Panas10 Bab 10 Hampir Saja11 Bab 11 Lamaran12 Bab 12 Balasan Untuk Pak Joko13 Bab 13 Hari Bahagia14 Bab 14 Pak Supri Sakit15 Bab 15 Hati yang Terluka16 Bab 16 Kelelahan17 Bab 17 Persalinan18 Bab 18 Menjemput Dhastan19 Bab 19 Kecelakaan20 Bab 20 Kabar Duka21 Bab 21 Jiwa yang Terguncang22 Bab 22 Pergi Selamanya23 Bab 23 Ketika Harus Memilih24 Bab 24 Ikatan Batin25 Bab 25 Menangis Dalam Diam26 Bab 26 Berbeda 180 Derajat27 Bab 27 Anak SMA28 Bab 28 Kemiripan29 Bab 29 Balap Motor30 Bab 30 Siapa Wanita Itu 31 Bab 31 Nenek Aisyah32 Bab 32 Dalam Bahaya33 Bab 33 Sang Penyelamat34 Bab 34 Tanda Tanya Besar35 Bab 35 Mencari Sebuah Jawaban36 Bab 36 Rahasia yang Terkuak37 Bab 37 Kebenaran Terungkap38 Bab 38 Sebuah Fakta39 Bab 39 Pertanyaan yang Mengejutkan40 Bab 40 Sebuah Keputusan41 Bab 41 Tak Mendapat Izin42 Bab 42 Rasa Sesal43 Bab 43 Berdamai Dengan Masa Lalu44 Bab 44 Sangat Berharap45 Bab 45 ICU46 Bab 46 Penyakit Jantung47 Bab 47 Hati yang Mengalah48 Bab 48 Berbunga-bunga49 Bab 49 Kembali Tumbang50 Bab 50 Limpahan Kebahagiaan51 Bab 51 Semakin Dewasa52 Bab 52 Rasa Canggung53 Bab 53 Firasat54 Bab 54 Keanehan 55 Bab 55 Kritis56 Bab 56 Ending