icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Apa Salahku Padamu, Bu?

Bab 5 Pak Joko

Jumlah Kata:886    |    Dirilis Pada: 07/02/2024

ya Bu Narti yang datang menghampirin

Bu. Ini loh dapet caba

lum dibersihkan, belum disapu, belum nyuci, enak sekali hi

k ikut bapak ke kebun," jawabny

an melanjutkan dengan bersih-bersih rumah. Sampai teriakan Rifki, a

" ucap Rifki sambil berlar

rumah Rif?" tanya Mutia sambil menci

Rifki kayak dulu lagi. Rifki sekarang agak kesulitan Mbak kalau ada PR Ma

lau ada sini Mbak ajari," tawar Mutia sa

telat!" jawab Rifki dengan tangan menyila

langsung terdengar melihat

beres-beres dulu, s

i bersorak sambil

polos itu dengan tatapan nanar ya

h meninggalkan rumah yang seperti penjara ini

dang memakan pisang kukus sebagai peng

m ...." Mutia berpamitan kepada orang tuanya

abri

ndak? Kalau misal ndak ada, sa

nya berbicara perlahan-lahan. Seolah t

at kalau ada Andi di atas s

pergi kemana-mana sama ibu. Apalagi kala

8 saya antarkan sampai depan pintu rumah

ak. Saya harus minta ijin izin dulu sebe

ering bergonta ganti pasangan dengan para karyawati yang baru masuk. Tanpa mereka ketahui rahasia b

dan seperti biasa, Mutia ber

ng temenin?" goda Andi yang tiba-ti

s? Panasmu kumat ya, atab Be

un tertawa r

ak' u'uk?" Andi bertanya dengan menyuap makan

h ... Pak Joko maksutn

pun langsung menoleh dan menatap w

k Joko mau ngajak aku nonton,

mau?" sahu

ibu dulu boleh atau n

u. Kok gethiiing aku." Andi langsung menaruh sendok n

nga wajan, dan rambut ubanan. Kamu mau jalan sama dia, yang seluruh muka nya udah

ndengar nya dan tak bis

ia menenggak es teh nya yang masih

toh?" tanya Mutia pada A

k ndak peka !" ucap Andi

Joko, Mas. Tapi Pak Joko nya aja yang nempel-nem

sa, ndak diijinin sama ibu kamu, gitu."

a mengacungkan kedua jempol

rja, Pak Joko mulai mendekati Mutia untuk

k badan, dan pasti ibu saya tidak mengizinkan saya untuk

," ucap Pak Joko sambil b

atin Mutia terseny

uga sudah mulai menyukai sikap dan perhatian yang selama ini terus dibe

🍁

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Apa Salahku Padamu, Bu?
Apa Salahku Padamu, Bu?
“Jika bisa memilih, Mutia pun akan memilih untuk tidak terlahir ke dunia ini. Apa salah dan dosanya pun dia tak tahu. Setiap saat akan selalu menjadi sebuah kesalahan bagi dirinya. Akibat keadaan ekonomi yang carut marut, Ibunya selalu melampiaskan segala kekesalan pada gadis ini. Apa yang akan terjadi pada Mutia selanjutnya? Baca kisahnya di sini, ya. Jangan lupa untuk follow dan selalu berikan dukungan untuk author 😍😍”
1 Bab 1 Tangisan Mutia2 Bab 2 Di Tempat Kerja3 Bab 3 Ajakan Makan4 Bab 4 Gaji Pertama5 Bab 5 Pak Joko6 Bab 6 Pembicaraan Serius7 Bab 7 Mendapat Lampu Hijau8 Bab 8 Kasmaran9 Bab 9 Merasa Panas10 Bab 10 Hampir Saja11 Bab 11 Lamaran12 Bab 12 Balasan Untuk Pak Joko13 Bab 13 Hari Bahagia14 Bab 14 Pak Supri Sakit15 Bab 15 Hati yang Terluka16 Bab 16 Kelelahan17 Bab 17 Persalinan18 Bab 18 Menjemput Dhastan19 Bab 19 Kecelakaan20 Bab 20 Kabar Duka21 Bab 21 Jiwa yang Terguncang22 Bab 22 Pergi Selamanya23 Bab 23 Ketika Harus Memilih24 Bab 24 Ikatan Batin25 Bab 25 Menangis Dalam Diam26 Bab 26 Berbeda 180 Derajat27 Bab 27 Anak SMA28 Bab 28 Kemiripan29 Bab 29 Balap Motor30 Bab 30 Siapa Wanita Itu 31 Bab 31 Nenek Aisyah32 Bab 32 Dalam Bahaya33 Bab 33 Sang Penyelamat34 Bab 34 Tanda Tanya Besar35 Bab 35 Mencari Sebuah Jawaban36 Bab 36 Rahasia yang Terkuak37 Bab 37 Kebenaran Terungkap38 Bab 38 Sebuah Fakta39 Bab 39 Pertanyaan yang Mengejutkan40 Bab 40 Sebuah Keputusan41 Bab 41 Tak Mendapat Izin42 Bab 42 Rasa Sesal43 Bab 43 Berdamai Dengan Masa Lalu44 Bab 44 Sangat Berharap45 Bab 45 ICU46 Bab 46 Penyakit Jantung47 Bab 47 Hati yang Mengalah48 Bab 48 Berbunga-bunga49 Bab 49 Kembali Tumbang50 Bab 50 Limpahan Kebahagiaan51 Bab 51 Semakin Dewasa52 Bab 52 Rasa Canggung53 Bab 53 Firasat54 Bab 54 Keanehan 55 Bab 55 Kritis56 Bab 56 Ending