icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka Batin Istriku

Bab 5 Bunuh Diri

Jumlah Kata:982    |    Dirilis Pada: 24/01/2024

akin tenggelam dalam kesedihannya dan selalu meny

ak awal karena Tari terus saja menolak ajakan ku untuk segera ke rumah sakit, namun dalam hati juga aku bertanya-tanya alasan

s yakin Adel tidak apa-apa." Uj

mun aku sadar aku juga tidak boleh seperti T

a. Aku wanita cacat, Mas. Aku tidak becus menjadi istri seka

udah membuatmu dan Adel menderit

u. Adel butuh kamu di sisinya. Kamu jangan

u biarkan Tari menangis semaunya dalam dekapanku. Baru saat Ta

aat Tari sudah berhasil

ala yang ia tundukkan. Entah apa

i oleh dokter namun dokter tidak kunjung keluar.

an para perawat langsung membawa Adel ke ruang NICU. Ruang khusu

engikuti para dokter dan perawat y

. Yang jelas anak Bapak membutu

n dokter melakukan penanganan terlebih dahulu." U

kalbu, tidak menyangka bahwa anak semata wayangku akan masuk ke ruang

segala arah nyatanya Tari tidak ada di sekitar ruang NICU. Aku pikir Tari akan

ihil, tak ku temukan Tari di tempat dia baru saja duduk. Dimana dia saat ini? Kekhawatiran meras

uh diri, ayo kita lihat!" Ujar salah satu p

banyak masalah hingga ingin mengakhir

ksud ingin bunuh diri?" Tanyaku men

tengah berdiri menengadahkan tangannya di lantai paling atas

i istriku, jika memang Tari lalu mengapa pemikirannya sa

ai tertinggi dan menaiki tangga yang berhu

i wanita agar tidak terjun. Ku amati dengan seksama wanita yang tengah di bujuk

akhir aku meninggalkannya di depan ruang UGD. Ada banyak jej

engapa ia begitu rapat menyimpan semuanya sen

lam ini aku menyadari satu hal. Banyak luka yang Tari sembunyikan dariku. Aku tahu betul sifat Tari, bila hanya karena Adel masuk ruma

riakku mem

a kesedihan besar yang tersorot dari matanya ya

utuhkanmu." Ucapku beru

ah ini aku tidak akan menyusahkanmu la

guh ini bukan Tari. Tari istriku selalu berka

membutuhkanmu, Tari." Gegas aku menarik tubuh Ta

enghilang. Segera aku membawa Tari ke

n ini namun tidak aku jawab. Aku sendiri saja masih bingung dengan keadaan

Apa yang terjadi sebenarnya?" Rancauk

kit untuk mendapatkan pemeriksaan oleh

nya beban pikiran sehingga menyebabkan istri Bapak pingsan. Nanti setelah sadar

u sebelum dokter pergi meningg

i mengatakan sudah makan sebelum ku. Apa Tari berbohong mengenai itu?"

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka Batin Istriku
Luka Batin Istriku
“"Air apa yang kamu berikan untuk Adel, Tari?" "Aku, aku hanya, itu, itu air..." "Air apa?" tanyaku berusaha menahan amarah yang mulai bergejolak dalam dada. "Itu air susu Adel, Mas." jawab Tari dengan gugup "Air apa? aku tahu susu Adel habis, lalu apa yang kamu berikan untuk anakku?" Bentakku dengan membanting dot bayi yang masih terdapat setengah isinya saat Tari tak kunjung juga menjawab pertanyaanku. Bukannya menjawab pertanyaanku, Tari malah hanya berdiri mematung dengan air mata yang terus menetes dengan derasnya dari pelupuk matanya.”
1 Bab 1 Tari2 Bab 2 Makanan sisa3 Bab 3 Makanan sisa4 Bab 4 Kejang5 Bab 5 Bunuh Diri 6 Bab 6 Diagnosis Adel7 Bab 7 MPASI dini8 Bab 8 Sikap Tari9 Bab 9 Postpartum syndrom10 Bab 10 Keterangan Dokter11 Bab 11 Wajah Asli Ibu12 Bab 12 Ajakan Berpisah13 Bab 13 Cerita Tari14 Bab 14 Wanita Cacat15 Bab 15 Terbuka Kembali16 Bab 16 Awal MPASI17 Bab 17 Permintaan Pertama18 Bab 18 Ketidaktahuanku19 Bab 19 Harapan20 Bab 20 Sikap Ibu21 Bab 21 Pengusiran22 Bab 22 Anak Durhaka23 Bab 23 Air cucian beras24 Bab 24 Flashback25 Bab 25 Flashback 226 Bab 26 Percobaan bunuh diri27 Bab 27 Tidak gila28 Bab 28 Hutang Budi29 Bab 29 Nek suci30 Bab 30 Fakta Halimah31 Bab 31 Kembali32 Bab 32 Kekecewaan Ibu33 Bab 33 Tulip Putih34 Bab 34 Penguntit35 Bab 35 Hendri36 Bab 36 Mencari Pripto37 Bab 37 Tekad38 Bab 38 Senyuman39 Bab 39 Ponsel milik Ibu40 Bab 40 Permintaan maaf41 Bab 41 Trauma42 Bab 42 Kebetulan43 Bab 43 Penyusup44 Bab 44 Keputusan Tari45 Bab 45 Rencanaku46 Bab 46 Pengorbanan Tari47 Bab 47 Foto Ayah48 Bab 48 Lamaran49 Bab 49 Cinta dan kesetiaan50 Bab 50 Kerinduan51 Bab 51 Menemukanmu52 Bab 52 Kenyataan53 Bab 53 Orang yang sama54 Bab 54 Mencoba membuka hati55 Bab 55 Terkejut56 Bab 56 Pertanyaan57 Bab 57 Masa lalu Pak Adi58 Bab 58 Restu Ibu59 Bab 59 Kebenaran60 Bab 60 Pergi61 Bab 61 Bimbang62 Bab 62 Rencana Ibu63 Bab 63 Lamaran Tari64 Bab 64 Rencana Menikah65 Bab 65 Pernikahan