icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hold My Hand

Bab 5 Hangat

Jumlah Kata:981    |    Dirilis Pada: 25/11/2023

mbuat perut Khanza bergemuruh karena

man belakang. Di mana ke tiga orang dewasa di hadapann

besar yang sengaja diletakkan di tengah halaman. Sebagai

erapian kecil. Sementara kekasihnya--Meira--sibuk memot

arena nyawanya masih belum berkumpul sehingga gadis it

ari! Bantu kami!" ucap Daris sengaja pada Kha

rjalan ke arah lain. Di mana ia ing

ap pantulan wajahnya dari depan cermin, sebelum kemudian suara pr

is perawan baru bangun di jam segini!" Ucapan itu sengaja ditekan

itu keluar dari belakang rumah dengan langkah buru-buru. Ke

berusaha menghindar, namun, itu tak

ung saja aku bukan adikmu!" sungut Khan

u punya adik sepertimu? Kerjaanmu hanya makan dan

hatnya hanya tersenyum tipis. Menyaksikan pemandangan yang tidak pern

a dan Barra terlibat suatu kesalahpahaman yang membuat Barra memarahinya se

u masalah di pekerjaan, Khanza akan menghibur dan menyem

angkok kecil. Sementara daging bakar kini sudah Daris hid

ang terurai. Hal tersebut terkadang membuat penglihatan K

rlahan mendekat. Berdiri di dekat gadis itu kemudian bergerak m

us yang gadis itu rasakan. Terutama saat ia menyadari, bahwa tak biasanya jarak ia dengan Barr

aneh terdengar di dalam dada. Membuat gadis itu sedik

Barra, melihat Khanza lang

t tidak teratur. Lalu mengusap keri

aat ini. Namun, entah kenapa Kha

" jawab gadis itu me

ai ujian para siswa ketika Khanza menget

m tanpa gula. Satu-satunya jenis kopi

nza pernah membuatkan jenis kopi lain, Barra sama sekali tidak meminumnya. P

uduk di sisi ranjang sambil mengamati tum

Y

Khanza

a menjawab datar pertanyaan itu. "Tid

beranjak sama sekali dari atas ranjang kakaknya. Justru

sempurna. Hidung bangir dan bibir

ila pada Barra. Bahkan para guru wanita pun sama. Mereka be

sedan

jak tadi memperhatikan Barra. Membuat Barra menge

rra lagi. Mengalihkan pandangan pada lembar

itu Khanza mau membantu

u periksa lembar jawaban

di bibirnya terlihat merekah. Sementara binar kebahagiaan yang

naik. Khanza dan Barra masih berkutik deng

a kantuk yang menyerang, namun, saat Barra menoleh dan menyuru

biskan bersama Barra. Melihat bagaimana pria itu fokus dengan pekerjaannya, lalu menoleh menatapi Khanza. Itu adalah suatu keindah

terpejam, sampai pulpen yang tadinya masih berada di tangah Khanza, kini bergerak jatuh ke bawah. menci

tangan yang berusaha menahan berat kepala. Sem

e

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka