icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kisah Cinta di Batukarut

Bab 4 Segores Cinta

Jumlah Kata:2069    |    Dirilis Pada: 22/07/2023

k memilih berdiam diri di dalam rumah. Berkumpul dengan keluarga, atau nonton televisi bagi yang punya. Sementara aku mencoba mengusir kemalasan itu. Selesai salat Isya aku

Joni, dan Pardi. Dengan kedatangan aku dan Dadun pembicaraan segera dimulai. Segera

angkau mobil nggak tercapai, karena yang pertama, medannya jauh dari jalan, yang kedua tu

ikirkan sekarang ke mana kita mencari tuka

di sini yang biasa bekerja memikul?" Pak N

tikan ada, Pak Nana..." S

tau?" Lantas aku be

ana tau, Lih.." Om Joni me

lebih banyak bengongnya nih.." Seloroh Pak Nana samb

saat tawa Pak Nana dan Om Joni berhenti, "Baga

m Joni langsung set

di daerah?" Tanyaku kemudian sambil memperhatikan mereka satu-persatu. Sementara kulihat Om Joni mu

ma si Jaka." Kata Dadun samb

. Jaka itu kan orang Ci

angan serius itu selesai, tema berganti dengan becanda, terutama Om Joni dan Pak Nana yang membuat suasana ruangan itu jadi meriah. Dalam beberapa w

ksudku kepadanya. "Kalau tukang pikul di kampungku memang ban

kami bergegas menuju ke tempat penggalian, setiba di sana aku menghampiri Om Joni yang sedang duduk dekat mobilnya. "Om J

hut Om Joni sambil

n, sudah d

langsung ke tem

u berpapasan dengan Yeti, gadis cantik yang selalu lewat. Kali ini ia memberikan senyumannya kepadaku, sambil matanya melirik. Dengan cepat aku membalasnya, dan anehnya, kenapa jantungku berdegup

Sapaku, karena ia mem

ku lelah kini tak terasa lagi. Hingga aku tidak menyadari pula, jika aku sudah berada di jalan yang datar, di mana gadis itu sudah tiada tamp

h mengagetkan aku, membuat aku tergagap. "Eh, oh.. ngga

" Ubed menimpali.

aan bahasa Sunda. Aku pun jadi tersenyum malu-malu. Nah lho, kok bisa jadi gini ya? Sehingga waktu aku dalam per

" Jaka bertanya saat kami berada dalam mobil angkutan, yang kebetulan du

, hm...anu..." Aku

cinta ya?"

Jaka bisa tau?

galaman." Jaka menepuk dadanya sendi

at tampang Jaka masih terlihat muda, "Meman

cinta sudah banyak sekali, sejak aku berumur 17 tahun." Ternyata Jaka panda

Jaka baru berum

lus sekolah ya, baru 18 ta

tahun Mang Ja

lanan yang mulai menurun dan berliku-liku. Sedangkan aku sambil mendengarkan cerita Jaka, mataku menerawang ke lembah di bawah sana. Jalan yang sempit, berliku-liku menurun. Sehingga pemandangan lembah di sana tampak jelas sekali. Rerimbunan pepohonan, dan beberapa rumah-rumah

alan menyusuri jalan setapak, berliku, dan mendaki. Akhirnya tibalah kami di sebuah rumah panggung. Kami disambut lelaki tua, yang ternyata

ulihat sudah ada beberap

enunjuk tiga orang yang sudah duduk di sana, kira-kira sebaya dengan

di sini tangkas-tangkas ya.

ku mengangguk-anggukkan kepala dengan kagum. Hatiku merasa puas mendapat pekerja yang tampak gagah-gagah. Sebelum kami kembali dan m

C. Tak terasa perjalanan panjang pun selesai, ketika kami sudah tiba di desa Cipetir. Udara sudah berganti pula. Kecerahan kelihatan jelas di langit, namun pancaran matahari yang sudah condong ke barat kini sudah terhalang gunung yang menjulang. Para tukang pikul pun kusaran

besok pekerjaan kita akan lebih lancar." Kataku

hat pakaian kotorku yang masih menggantung sudah tidak ada. "Mang Dadun.." Tang

n Dadun yang sudah beranjak gadis. Rasanya aku malu jika pakaianku di sini dicucikan oleh seorang gadis yang bukan apa-apaku. "Tapi.. Mang Dadun, aku kan nggak pernah...." Tetapi p

nggak enak." Kataku

n Itoh yang mencucikan pakaianku, Tetapi aku gelisah karena gadis Batukarut yang selalu terbayang di pelupuk mataku. Pada langit-langit kamar kulihat penuh wajah itu. Wajah Yeti yang selalu tersenyum, dan sen

ikku Yeti di

perk

amu dari seorang temanmu. Mungkin engkau juga sudah tahu namaku. Ya, engkau a

ku bermain

W

t itu aku pun tertidur. Mimpi-mimpi indah pun menghiasi tidurku sampai waktu subuh. Dan pagi itu sebelum aku berangkat bekerja, kutemui Itoh. Memang kuakui Itoh itu manis, kulitnya agak puti

h, kau sudah mencu

n beberapa rupiah. "Ulah, Bang Lih." Sepertinya ia menolak, tetapi aku memaksanya agar ia mau

ama.."

h sudah ada yang kot

tepatan dengan itu pula Dadun datang. "Lih... yuk berangkat." Ajaknya. Sepertinya ia tidak mau memperhatikan ur

pakah karcis sudah

, dan diberi nomor. Karcis itu akan digunakan untuk tukang pikul. Setiap selesai memikul, maka ia akan mendapatkan satu karcis. Dengan melalui cara itu aku akan lebih

pabrik. Sedangkan aku membagikan karcis buat para tukang pikul. Dengan begitu pekerja

lesai aku menjumpai Ati. Saat itu ia se

ngsung menyapaku, kedua teman-te

sepucuk surat kepada Ati, dan surat itu langsung d

eti.. tolong berikan y

dak melucu apalagi berguyon, justru pada saat itu aku tengah serius dan tengah menahan debaran jantungku. Kemudian aku mengucapkan terima kasih, dan tak lupa menyelipkan beberapa keping rupiah ke tangan mereka.

*

20 Desem

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kisah Cinta di Batukarut
Kisah Cinta di Batukarut
“Seorang pemuda bernama Lihar adalah anak Sawangan yang bekerja dengan seorang pengusaha yang bernama Pak Yatna. Lokasi perusahaan jauh di perbatasan Sukabumi dan Bogor. Meskipun jauh dia bisa menjalankan perusahaan tersebut sebagai manager atau pengawas. Semula perusahaan dibidang pasir teras itu dipegang oleh Pak Ajat, namun karena ada ketidakcocokan cara bekerja Pak Ajat. Maka dengan cepat Pak Yatna menggantinya dengan dia. Berbagai kendala dalam memegang perusahaan tersebut dihadapi dengan sabar. Terutama menghadapi dendam Pak Ajat yang tidak senang dirinya digeser. Menghadapi beberapa pekerja yang curang. Dan juga permainan gaib oleh orang misterius yang tidak senang dengan perusahaan tersebut. Kesabaran dan ketabahan Lihar dalam menjalani perusahaan itu bisa dihadapinya berkat bantuan Dadun, pekerja setianya, dan Om Joni sang sopir perusahaan. Dalam menjalani perusahaan tersebut tak pelak dia banyak kenalan orang sekitarnya, baik laki-laki dan perempuan. Dan yang menjadi istimewa ketika ia berkenalan dengan Yeti, bunga kampungnya Batukarut. Rupanya dengan memiliki kekasih dia dapat bekerja dengan giat lagi. Tetapi godaan selalu saja datang. Saat dia berkenalan dengan perempuan bernama Erom, membuat kekasihnya merasa cemburu. Terjadilah perkelahian antara Yeti dan Erom di sebuah mata air, tempat biasa para ibu-ibu mandi dan mencuci pakaian. Akibatnya ia harus disidangkan di kampung itu. Disamping kehebohan peristiwa dia dengan kekasihnya, juga terjadi kegaiban di sekitar arena perusahaan. Tentang mobil yang ditaburi garam dan dan hal gaib di sekitar perusahaan. Para pekerja percaya akan ada bahaya akibat ulah penggaraman tersebut. Namun dia berusaha meyakinkan para pekerja, bahwa itu tahayul dan tak mungkin. Kita berserah diri saja kepada Allah. Nasehat itu didasari dengan ia bersekolah di Islamiyah. Entah itu faktor kebetulan atau apa, beberapa waktu kemudian mobil Om Joni tiba-tiba bannya meletus yang hampir saja celaka. Yang kedua tentang musibah seorang pekerja, kakinya terluka kena pacul, dan yang ketiga dia sendiri terkena musibah tabrakan ketika hendak tugas ke kota Sukabumi dengan tujuan ke komunitas temannya. Akibat kecelakaan itu dia tidak dapat hadir dalam komunitas tersebut. Dia pun harus menjalani pengobatan karena beberapa bagian tubuhnya luka, dan kakinya terkilir. Lengkaplah sudah alasan orang-orang, bahwa musibah yang beruntun di sekitar perusahaannya adalah akibat perbuatan gaib lewat penggaraman tadi. Namun melalui Dadun tetap diyakinkan bahwa semua itu hanya kebetulan. Dan dia harapkan Dadun dapat menyampaikannya kepada para pekerja yang lain. Meskipun musibah datang silih berganti, namun dia tak gentar. Ia terus maju untuk membangun perusahaannya agar tetap berjalan dengan lancar. Meskipun ada beberapa pekerja yang mengundurkan diri karena takut, itu tak menjadi persoalan. Dengan cepat pula dia mencari pekerja baru sebagai pengganti. Dan pada saat perusahaan berjalan dengan normal kembali, dia malah kena peristiwa yang menyakitkan dalam percintaannya. Rupanya peristiwa perkelahian di mata air itu masih berbuntut panjang. Akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah. Ternyata perpisahan itu membuat hatinya patah, sepertinya ia belum siap menerima keputusan”
1 Bab 1 Sebuah Kepercayaan2 Bab 2 Sesuatu Yang Aneh3 Bab 3 Sekilas Gadis Yang Lewat4 Bab 4 Segores Cinta5 Bab 5 Adat Istiadat Bertandang6 Bab 6 Perkebunan Teh Batukarut7 Bab 7 Tamu Dari Sawangan8 Bab 8 Ada Cinta Yang Lain9 Bab 9 Misteri Jalan Hitam10 Bab 10 Ada perempuan Lain11 Bab 11 Keriuhan Di Batukarut12 Bab 12 Dibakar Api Cemburu