icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Disangka miskin diperantauan

Bab 3 DMDP

Jumlah Kata:1000    |    Dirilis Pada: 17/07/2023

memangnya tidak bisa pesta seperti biasa saja? Kenapa harus pesta mewah jika paman memang tidak punya

ami harus menggelar pesta yang mewah d

ma rumah warisan, kenapa harus pakai sertifikat rumah bapak?" aku mulai geram dengan keluarga Paman ku ini

ngga bis

bisa kenapa aku harus bisa?" belum selesai

sertifikat rumah ini ke rumahku, apa aa lupa? bahwa kata emak dan Abah sesama adik kakak itu harus saling membantu!" lua

era mengeluarkan uang b

cukup untuk kakak adik saling menolong, meskipun aku tidak pernah merasa ditolo

aki kemayu itu sepertinya makin menjadi saja, dan a

lagi!" bergegas Aku me

di pinta lagi, pamali!" Bibi

-injak di rumah butut ini!" ajak Paman Adit kepada ro

gucap salam, mereka ber

w adu

ian, meskipun cubitan nya keci

an!" tanya bibi San

huhu," dengan gaya khas kemayu nya

emelototiku, akupun hanya

ku antusias membuka koper yang aku bawa, karena di dala

ajunya, sepatunya juga, aku suk

mungkin karna dia anak laki-laki j

as panjang, sebelum bapak membuka obrola

h pada paman Adit?" tanyaku sambil mengusap lengan bapak de

dan geram kepada bapak, sepertinya sebelum

adi dia memohon sekali pada bapak," sungguh, kali ini aku kecewa pad

ong pada mereka, aku yakin hanya hinaan yang akan kita dapatkan," aku berbicara dengan

aimana lagi, haruskah ibu pulang ke rumah orang tua ibu pak?," ujar emak sam

g ibu bicarakan?" tanya

ah didengar sama sekali, bukannya emak tidak ingin membantu adik atau kakak b

, terlihat gurat penyesalan d

an istri bapak kecewa seperti ini? kelak jika nanti bapak tua, bapak akan meminta diurus kepada kami, bukan

, untuk saling menolong sesama adik kakak, ditambah lagi bapa anak lak

afas panjang untuk

dikit dan sewarajanya tidaklah menjadi masalah, tapi menurut pandangan Sisil, bapak sudah terlalu melewati batas, tanggung jawab bapak se

pun menangis, bapak pun

u, bapak sadar, sudah 30 taun emak menemani bapak hiks," bapak minta maaf memohon sambil memegang lengan

ak meninggalkan bapak jika tidak Allah yang

rsama, tangis haru bahagia dan juga le

warung mak Esih untuk membeli gula, sebenarnya aku malas

makin glowing aja nih, kerja apa sil?" t

, sudah ada ibu la

kalo gajadi lonet di kota hahaha," aku langsung terdiam dan menatap

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka