icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pemilik Hati Tuan Mafia

Bab 4 Part (4) Sosok dinanti

Jumlah Kata:613    |    Dirilis Pada: 22/06/2023

a semua berangkat ke pemakaman

anya memperhatikan dengan jelas tubuh Ibunya mulai di kubur d

an sendirian

ebih dahulu masuk

a. Seakan sedang menunggu seseora

u meman

gkah kaki yang berjalan

bibirnya, Belle ber

idak bertemu

, memperhatikan wajah yan

g dan sekarang tiba-tiba i

untuk datang ke dekat tangga. Ia bersusah payah m

us keluar kota untuk pe

kondisiny

af aku tidak memberi

tan keluargamu lebih p

h utuh, tak retak s

van menatap Belle, "ma

pada Elvan, pria itu t

ai permintaan

le sangat merona, dan ia su

sama lain, kemudian sama-sa

bahagiakan, dan akan

a berbunyi, membua

Pak Ridwan. Terlihat sedang berjalan

lan menjauh dari Belle yang j

idwan. Namun, Pak Ridwan h

nya. Berharap guru belum m

las, ia langsung d

Dahlia yang

kkan kepalanya di meja langsu

atanya, membangki

n memulai pela

dagunya, ingin

nari malam

epan meja rias, mena

kali ini berbeda

ah yang di anggap tak la

uga yang menjadi

l tasnya dan b

erhana, hanya

ri Eleird yang

lle, "apa aku bole

utrinya, "Ke man

nyaan, anak gadisnya sudah besar jadi mu

am? Bersam

menunggu jawa

kolah," d

apkan secara jelas jika

sekolah, tapi Dahlia te

pulang malam-mala

en

ang-sen

i jalan," la

enyum kepa

askannya, suasana ini adala

e keluar dan berjalan se

kati dengan Elvan. Belle terus mem

at kencang, merasa gu

mobil sema

terdengar mend

, mobil berwarna putih yang dik

" ajak

l Elvan setelah menyambut pria yan

perasaannya tak

ereka berdua sam

ng memulai

jah Belle dengan seksa

mbuatmu terluka dan itu karnaku, a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pemilik Hati Tuan Mafia
Pemilik Hati Tuan Mafia
“Lahir dengan takdir yang tak beruntung, membuat Belle harus selalu menerima kenyataan pahit. Namun, semua tak berakhir begitu saja. Belle menemukan cahaya, tentang sebuah pembalasan kepada mereka yang telah berani menorehkan luka. Belle bangkit dari keterpurukannya bersama Albara. Cinta, persahabatan, keluarga, Belle tak lagi mempercayai semua itu. Hanya satu, Albara sang penyelamat hidup yang terus mendukungnya. Akahkah keduanya hidup bersama? Apa Belle bisa menerima Albara sepenuhnya? Siapa lagi yang akan memberinya luka pedih?”