icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Kedua Om Tampan

Bab 3 IKOT

Jumlah Kata:1542    |    Dirilis Pada: 16/06/2023

el menurunkan dia di depan pos ronda-yang nyatanya

ntuk kesekian kalinya Samuel bertanya sambil

menit dari sini," sahut Annabelle

wanita yang baru saja turun dari mot

erkejutan Samuel berlipat saat Annabelle menyalami dia sebagaimana orang yang lebih mu

senyum dan melambaikan tangan. Lalu wanita itu langsung berbalik, Sa

elumnya yang pernah dia booking. Bahkan, tak biasanya dia bersedia

dan Samuel tak peduli bagaimana cara mere

tu-satunya hal yang membuat Samuel bersedia mengantar Annabelle pulang, yaitu ka

ga. Meski langit begitu gelap, tetapi cahaya lampu dari rumah

ar deru motor Samuel yang tampa

krem dan berjalan tanpa alas kaki. Tentu saja dia tak ingin suara sepatunya terdenga

inap ke pinggiran kolam kecil di samping rumah tersebut. Annabelle meringis dan berjinj

apak Annabelle membuat kolam itu untuk mencuci pakaian, mencuci pir

karena mendengar ibu-ibu yang mencuci sambil bergosip. Suara heboh mereka jela

ia kunci sebelumnya. Beruntung kusen jendela tersebut hanya setin

anginya ke Kampung Rindu Alam-tempat tinggalnya. Ketika dia baru saja memarkirkan motor yang cukup jauh dari pelatara

t. Lalu, kemudian dia tersadar bahwa lembaran uang seratu

ang itu sambil menggelengkan kepala -tak habis pi

elasar deretan rumah warga, lalu berhenti di depan jendela kamar yang

dia selalu melakukan ini. Mengintip apa yang dilak

. Namun, dia terkadang tidak habis pikir mengapa san

ang Samuel merasa iri saat melihat rumah tangga teman-temannya tampak sangat harmonis. Berbe

ing cinta. Hanya saja, Samuel yang saat itu berusia 29 tahun dan masih berstatus lajang

g ibu, mau tak mau Samuel menikahi Yunita- meski hin

yang masa lalu tak pernah hilang dalam benak Samuel. Terutama setelah m

pernah sekali pun mengirim pesan menanyakan kapan dia pulang-saat Samuel di luar rumah,

gan perlahan. Namun, seperti biasa, saat Samuel memasuki kamar, Yunita bersikap seperti

ng di belakang pintu kamar. Dia tahu betul istrinya

ahkan, dia sangat pandai mengubah suaran

ri baju tidur, tetapi matanya diam-diam melirik sang istri yang menying

gulung rambutnya dan berjalan keluar kamar. "Pecel ayamnya

kepala, Samuel melangkah malas mengikuti

astafel yang tak jauh dari meja makan dengan empat kursi tinggi. "S

a mengernyit suram mendengar apa yang dikatakan suaminya. Dia tahu bahwa Alfian baru berusia enam tahun lebi

ya yang kini berstatus janda. Jadi, Yunita merasa ba

si Alfian saat rumah tangga mereka berusia tiga tahun, dan mengatakan bahwa hal itu seb

ena semenjak Alfian dilahirkan dan diambil dari ibunya, sejak itu pula Samuel-lah

ragu untuk menumpahkan seluruh kasih sayangnya pada Alfian-anak lelaki yang kini memanggilnya

bungkusan makanan di atas meja, lalu memindahkan ke piring dan menyodorka

il membuat selera makan

ibiarkan dingin di atas wajan sampe pagi. Terus Mama ngebiarin anak usia ena

ng benar. Namun, dia tak menduga bahwa Samuel tahu dengan detail. Dia bertanya-ta

tidur bergelung di balik selimut bersama kedua adik perempuann

nabelle sudah mendengar gemericik air dari kamar mandi, pertanda b

r Annabelle diketuk dan terdengar suara sang ibu yang berk

a mencabik-cabik perut. Itulah alasan mengapa dia menyisipkan kembali uang dua ratus ribu di saku

juga dia mendapati tamu bulanannya tiba. Namun, tentu saja dia tak mungkin memberi

ring. Dia menyingkap selimut hangat yang menutupi tubuhnya, tak ingin membiarkan

na

ari tempat tidur dan membuka pintu. Lalu mendapati sang ibu yang su

ambil mengucek-ngucek mata, s

membuat sang ibu menatap leher Annabelle dengan alis saling bertautan. Dia yang baru menyada

ken

g ibu balik bertanya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kedua Om Tampan
Istri Kedua Om Tampan
“"Jadi, selain ngelayanin tamu dan nari striptis, kamu juga bekerja sebagai biduan orgen tunggal, ya?" lanjut Samuel, kali ini nada bicaranya sedikit santai. "Kenapa nggak kerja di karaoke aja? Aku bisa masukin kamu di Cozy Karaoke kalau memang kamu suka-" "Nggak, makasih, Om," potong Annabelle cepat. "Kalau nyanyi di tempat kaya gitu, aku pasti keiket. Jadi harus stand by tiap hari. Kalau kayak gini kan cuma sesekali. Paling sering juga seminggu sekali ada tawaran manggung." "Emang dibayar berapa tiap kali manggung?" tanya Samuel lagi, penasaran. Annabelle kemudian memberitahu besaran uang yang dia dapatkan dengan terperinci. Lalu, tiba-tiba Samuel bergumam, "Kalau aku minta ditemenin dari jam satu malam sampai jam satu siang besok, kamu mau minta bayaran berapa?"”
1 Bab 1 IKOT2 Bab 2 IKOT3 Bab 3 IKOT4 Bab 4 IKOT 5 Bab 5 IKOT 6 Bab 6 IKOT 7 Bab 7 IKOT8 Bab 8 IKOT 9 Bab 9 IKOT 10 Bab 10 IKOT 11 Bab 11 IKOT 12 Bab 12 IKOT13 Bab 13 IKOT 14 Bab 14 IKOT15 Bab 15 IKOT 16 Bab 16 IKOT17 Bab 17 IKOT18 Bab 18 IKOT19 Bab 19 IKOT20 Bab 20 IKOT21 Bab 21 IKOT22 Bab 22 IKOT23 Bab 23 IKOT24 Bab 24 IKOT25 Bab 25 IKOT26 Bab 26 IKOT27 Bab 27 IKOT28 Bab 28 IKOT29 Bab 29 IKOT30 Bab 30 IKOT31 Bab 31 IKOT32 Bab 32 IKOT33 Bab 33 IKOT34 Bab 34 IKOT35 Bab 35 IKOT36 Bab 36 IKOT37 Bab 37 IKOT38 Bab 38 IKOT 39 Bab 39 IKOT 40 Bab 40 IKOT 41 Bab 41 IKOT 42 Bab 42 IKOT 43 Bab 43 IKOT 44 Bab 44 IKOT 45 Bab 45 IKOT 46 Bab 46 IKOT 47 Bab 47 IKOT 48 Bab 48 IKOT 49 Bab 49 IKOT 50 Bab 50 IKOT