icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku

Bab 3 Amukan Ipar

Jumlah Kata:1650    |    Dirilis Pada: 29/05/2023

matahari yang sangat membakar kulit itu, ak

arena badanku sangat berkeringat, akhirnya aku memutuskan untuk mandi. Meski mertuaku tergolong

ga yang dimana semua anggota keluarga mertuaku harus datang.

mengalah untukku, aga

o yang masih anget, minumnya air dingin, pi

ntuk memakai body lotion. Tipe kulitku memang kering jadi se

a keluar kamar untuk memberikan bakso yang telah aku beli kepada ibu mertuaku sekalia

adi. Namun, saat aku melihat ke meja, aku tak melihat ada bakso disan

so sama sekali. Seharusnya jika bakso itu memang jatuh pasti pecah, kuah

masuk ke kamarnya. Ayah mertuaku yang entah sejak

n kepada ibu mertuaku, apakah baksonya memang

ku mengetuk pintu di

keluar untuk menemuiku yang sedang menunggu di depan pintu.

ang saya belikan tadi, saya taruh di meja Bu," ucapku deng

u dengan suara yang kasar hingga membuatku

ungkus untuk saya sendiri. Ibu simpan dimana ya

tadi untuk kamu?" jawab i

baksonya?" tanyaku yang sudah tak sabar untuk

rtuaku dengan ketus, namun

u simpan untuk Mas Miko?" tanyaku yang masih berpikir posi

rsi untuk suami saya dan yang dua porsi untuk s

anas-panasan membelikan bakso untuknya, ia malah memakan jatahku.

, aku meninggalkan kamar ibu mertuaku. Aku memutuskan untuk makan na

untuk sarapan dan bekal untuk suami, kakak iparku dan sua

Mas Dani, suami Mbak Dina diam-diam memberiku uang sekedar untuk menambah uang belan

a mertuaku, namun ia tetap menghargai aku. Ia bekerja di kantor dengan jabatan

i Mbak Dina lebih senang tinggal bersama kedua ora

asaan di rumah ini, aku harus masak dua kali yaitu pagi dan sore dengan menu yang berbeda

kan, keperluan sehari-hari seperti keperluan mandi, keperluan kebersihan rumah dll, bagaimana aku dan Mas Miko memiliki tabungan

gi ku selayaknya menantu. Tapi hal itu sama sekali tak pernah ter

gan gaji yang Mas Miko berikan kepadaku. Aku lebih mengesa

uamiku sendiri. Aku rela berhemat dan mengesampingkan kebutuhanku demi menabung. Tabung

social media untuk melihat-lihat postingan-postingan teman-temanku yang sangat bahagia dan se

n jam empat sore, akhirnya aku bergegas untuk pergi ke dap

etulan masih ada sisa daging kambing di freezer, namun karena memb

ama Mas Dani dan Mbak Dina, dan yang terakhir suamiku. Namun

taupun kakak iparku karena telat menyiapkan makan malam. Biasa

ng akhirnya aku memutuskan untuk merebusnya, padahal sebenarnya tidak boleh daging dari f

erti dikejar waktu. Aku bagaikan mengikuti kompetisi masak ya

p Mas Miko yang me

waktu nih," balasku kepada Mas Miko yang baru saja pulang dari

nya, masalah kopi gampang, nanti aku bisa buat send

g sangat baik dan pengertian, itulah alasanku masih tetap bertah

mandi aku buatkan kopi," ucapk

ap Mas Miko samb

akuan Mas Miko yang sangat manis padaku, mampu mengobati lu

n barang-barang sebelum mandi. Tiba-tib

riak Mbak Dina y

ku dari dapur, aku belum bisa mengham

banget," ucap Mbak Dina y

lasku sambil terus

m juga kelar masak? Ngapain aja kamu seharian di rum

n Mbak Dina dan segera mengad

jak ngomong malah nggak didengeri

k bisa bantuin aku untuk mengaduk sayur di

cet kalo harus pegang alat dapur," ba

arah-marah," balasku yang kemudian mengadu

saya sekarang," ucap Mbak D

u masih sibuk," ba

melawan sama saya ya,"

i sibuk. Kalo Mbak nggak sabar nungguin saya, Mbak bisa buatkan sendiri tehnya untuk suami Mbak, nggak akan mem

bak Dina yang sudah mengangkat tangannya dan bersiap untuk

yok kala ia mengetahui jika yang memega

kita semua. Kamu yang tidak ada kerjaan seharusnya membantunya, dan untuk membuatkanku teh, itu kan sebenarnya tugas kamu seba

ng malah memihakku, M

n ini sih. Aku ini istri kamu loh," ucap M

an pekerjaanku tidak meng

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku
Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku
“Menjadi istri yang diterima baik di keluarga suami adalah impian semua wanita, termasuk aku. Namun ternyata aku tak seberuntung itu. Bukan kebahagiaan yang kudapat, aku malah dihadapkan dengan ipar dan mertua yang licik dan kejam Bukan aku tidak bersyukur karena menjadi menantu dari keluarga yang berada, namun apakah pantas aku diperlakukan seperti budak di rumah suamiku sendiri. Hanya karena aku lulusan SMA, sedangkan seluruh keluarga suamiku lulusan Sarjana, sehingga mereka menghinaku semau mereka. Apakah memang aku pantas diperlakukan seperti ini? Tentu tidak, setelah aku menemukan jalanku dan pundi-pundi uang sangat mudah kudapatkan, aku membungkam mulut mereka dengan kesuksesan.”
1 Bab 1 Rumah Mertuaku Nerakaku2 Bab 2 Menantu Durhaka 3 Bab 3 Amukan Ipar4 Bab 4 Peperangan di Rumah Mertua5 Bab 5 Diusir6 Bab 6 Kebucinan Suamiku7 Bab 7 Sangat Menginginkannya8 Bab 8 Kerinduan9 Bab 9 Menantu Kebanggaan10 Bab 10 Kekecewaan11 Bab 11 Set Top Box12 Bab 12 Kebahagiaan13 Bab 13 Masa Lalu Terbongkar14 Bab 14 Bertemu Masa Lalu15 Bab 15 Cinta Sejati16 Bab 16 Mantan Jodoh17 Bab 17 Hamil 18 Bab 18 Tangis Bahagia19 Bab 19 Mencari Kontrakan20 Bab 20 Cinta Yang Sebenarnya21 Bab 21 Tidak Boleh Anu22 Bab 22 Padang23 Bab 23 Tiktok24 Bab 24 Heboh25 Bab 25 Gagal Anu26 Bab 26 Sangat Asin27 Bab 27 Ketahuan Kakak Ipar28 Bab 28 Kejujuran Anak Kecil29 Bab 29 Ketiduran30 Bab 30 Happy Meal31 Bab 31 Moana32 Bab 32 Perang Di Rumah Sakit33 Bab 33 Sumpah Serapah34 Bab 34 Perhatian Ipar35 Bab 35 Adu Jotos36 Bab 36 Hari Kerja37 Bab 37 Tetangga Baru38 Bab 38 Bekicot Skincare39 Bab 39 Apakah Penipuan40 Bab 40 Iuran Biaya Rumah Sakit41 Bab 41 Kerusuhan Di Rumah Sakit42 Bab 42 Perlakuan Berbeda43 Bab 43 Ada Udang Di Balik Peyek44 Bab 44 Disiksa Menantu Baru45 Bab 45 Drama Baru Dimulai46 Bab 46 Syarat Dari Miko47 Bab 47 Gara-gara Jus Alpukat48 Bab 48 Gila Harta49 Bab 49 Pamit50 Bab 50 Gagal Deh!51 Bab 51 Ibu Yang Kejam52 Bab 52 Nasi Pecel Pincuk Khas Blora53 Bab 53 Kemarahan Suami