icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku

Bab 4 Peperangan di Rumah Mertua

Jumlah Kata:1742    |    Dirilis Pada: 30/05/2023

h menunjukkan jam enam kurang lima menit. Satu persatu anggota keluarga suamiku sudah b

panci saji. Karena saking kacaunya pikiranku, hingga ta

ih karena merasakan t

at kita mati kelaparan?" Mbak Dina meneriaki

na, aku kembali melanjutka

sih?" ucap Mbak Dina yan

tetap diam, karena jika aku membalasnya, m

Miko yang tiba-tiba masuk ke dapur

bet ini biar nggak panas," ucapku kepada s

dian membawa gulai itu ke meja tamu

arus aku bawa keluar?"

bku yang masih menyiapk

malam harus ada minuman es teh. Jika aku lupa

iko langsung membawa kelu

ntuku. Akhirnya aku meminta Mas Miko untuk membawakan tumpukan piring dan sendo

, ia hanya duduk sambil menatap layar ponselnya. Begitu aku

yang lain?" ucap ibu mertuaku dengan su

arus terdiri dari makanan empat sehat lima s

ing ini. Jadi saya hanya bisa menyiapkan lauk ini Bu. Besok s

Dina yang tampak sangat

an masakan habis kamu belanja. Atau memang kamu sengaja ya, ha?" ucap Mbak D

dah masak untuk kita makan malam," balas Mas Dani yang

skin ini, sekarang dia mulai ngelunjak dan berani ngelawan sama aku dan Ibu," balas Mbak Din

angat lantang sambil menggebrak meja membuat semu

istriku melarangku untuk membalas Mbak. Tapi kali ini, aku tidak bisa untuk diam saja melihat Mbak Memaki-maki is

rlakuan kakaknya itu padaku. Aku selalu menasehatinya agar dia s

il memegang lembut tangan s

. Aku hanya ingin memiliki keluarga yang harmonis, itulah alasannya kenapa aku selalu mengat

ruk, bahkan menghinamu secara terang-terangan di depanku. Orang seperti dia nggak bisa dibiarin

Mas Miko adalah tipe orang yang sangat lembut dan ramah, ia tak pernah sama sekali marah kepada s

bela orang asing dibandingkan keluargamu sendiri, dia Kakak kandungm

nikahinya, dia bukan orang asing lagi bagiku Bu. Dia sudah menjadi bagi

u. Apa istrimu yang sudah membujukmu agar berani melawan Ib

ian di depanku. Bahkan dia selalu memintaku agar tetap baik kepada kalian," balas

m dengan tatapan tak percaya. Ia tak percaya jika Mas Miko sudah berubah total, sedang

dengan ponselnya dan tak perduli dengan apa yang terjadi. Sebenarnya Mas Dani

ertuaku dengan suara yang

a istriku?" balas Mas Miko yang membua

tapi kamu malah berani memarahi Ibu kamu demi membela istrimu yang nggak tau diri itu," Aya

ambil menggebrak meja hingga memb

inya kalian juga menghinaku," ucap Mas Miko yang terlihat sangat marah, seb

kak iparku yang mengusir kami agar k

alas Miko kepada Mbak Din

i, Nggak tau diri banget," balas Mbak Dina

lupa, baik akan saya ingatkan," uca

mu ikut iuran untuk kebutuhan keluarga ini ha?" ucap

muanya aku yang bayar. Mana pernah kamu ikut membayarnya, sekalipun

gengsinya agar gajiku cukup untuk memberi kalian makan dan memenuhi kebutuhan kalian. Tapi

ang telah kuberikan kepada kalian, karena aku pikir kalian keluarga yang baik, tapi ternyata kali

an hidup keluarga ini, aku sampai tak punya tabungan sam

aran dari ayah mertua m

h mengolok-olok kami, kedua orangtuamu. Apa kamu mau menjadi anak durhaka?

uarkan untuk menyekolahkanmu sampai ke perguruan tinggi. Kenapa kamu

an, saya ikhlas. Tapi saya tidak ikhlas dengan wanita tidak tau diri in

ja," ucap Mbak Dina yang malah memar

tanya Mas Dani yang me

s," balas Mbak Dina denga

membelamu bagaimana?" balas Mas Dani dengan ekspr

a melayangkan tamparan

lelaki," ucap ayah mertuaku s

an mulutmu, tapi juga tanganmu. Kamu tidak pernah menghargai dan mendengarkan nasehatku sebagai s

nya. Padahal kita dan anak kita ikut numpang makan dengan mereka, seharusnya kamu malu. Kita berdua yang beke

ita sendiri. Jujur aku malu sama mereka Din," ucap Mas Dani yang dapat menyakiti Mbak

engsek itu Mas," balas Mas Mik

capku yang mencoba m

Miko memakiku seperti itu, itu kan yang kamu ingi

. Mending kita makan di luar aja, aku ngga nafsu makan d

lu," ucapku kepada Mas Miko, kar

masuk ke kamar untuk berga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku
Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku
“Menjadi istri yang diterima baik di keluarga suami adalah impian semua wanita, termasuk aku. Namun ternyata aku tak seberuntung itu. Bukan kebahagiaan yang kudapat, aku malah dihadapkan dengan ipar dan mertua yang licik dan kejam Bukan aku tidak bersyukur karena menjadi menantu dari keluarga yang berada, namun apakah pantas aku diperlakukan seperti budak di rumah suamiku sendiri. Hanya karena aku lulusan SMA, sedangkan seluruh keluarga suamiku lulusan Sarjana, sehingga mereka menghinaku semau mereka. Apakah memang aku pantas diperlakukan seperti ini? Tentu tidak, setelah aku menemukan jalanku dan pundi-pundi uang sangat mudah kudapatkan, aku membungkam mulut mereka dengan kesuksesan.”
1 Bab 1 Rumah Mertuaku Nerakaku2 Bab 2 Menantu Durhaka 3 Bab 3 Amukan Ipar4 Bab 4 Peperangan di Rumah Mertua5 Bab 5 Diusir6 Bab 6 Kebucinan Suamiku7 Bab 7 Sangat Menginginkannya8 Bab 8 Kerinduan9 Bab 9 Menantu Kebanggaan10 Bab 10 Kekecewaan11 Bab 11 Set Top Box12 Bab 12 Kebahagiaan13 Bab 13 Masa Lalu Terbongkar14 Bab 14 Bertemu Masa Lalu15 Bab 15 Cinta Sejati16 Bab 16 Mantan Jodoh17 Bab 17 Hamil 18 Bab 18 Tangis Bahagia19 Bab 19 Mencari Kontrakan20 Bab 20 Cinta Yang Sebenarnya21 Bab 21 Tidak Boleh Anu22 Bab 22 Padang23 Bab 23 Tiktok24 Bab 24 Heboh25 Bab 25 Gagal Anu26 Bab 26 Sangat Asin27 Bab 27 Ketahuan Kakak Ipar28 Bab 28 Kejujuran Anak Kecil29 Bab 29 Ketiduran30 Bab 30 Happy Meal31 Bab 31 Moana32 Bab 32 Perang Di Rumah Sakit33 Bab 33 Sumpah Serapah34 Bab 34 Perhatian Ipar35 Bab 35 Adu Jotos36 Bab 36 Hari Kerja37 Bab 37 Tetangga Baru38 Bab 38 Bekicot Skincare39 Bab 39 Apakah Penipuan40 Bab 40 Iuran Biaya Rumah Sakit41 Bab 41 Kerusuhan Di Rumah Sakit42 Bab 42 Perlakuan Berbeda43 Bab 43 Ada Udang Di Balik Peyek44 Bab 44 Disiksa Menantu Baru45 Bab 45 Drama Baru Dimulai46 Bab 46 Syarat Dari Miko47 Bab 47 Gara-gara Jus Alpukat48 Bab 48 Gila Harta49 Bab 49 Pamit50 Bab 50 Gagal Deh!51 Bab 51 Ibu Yang Kejam52 Bab 52 Nasi Pecel Pincuk Khas Blora53 Bab 53 Kemarahan Suami