icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Pelakor XXL

Pelakor XXL

Penulis: reistyaa
icon

Bab 1 Reya dan Jun

Jumlah Kata:1061    |    Dirilis Pada: 19/05/2023

uh gempal dan tinggi seberapa. Bukan tipe ideal untuk seorang pelakor. Jika kalian membaca pelakor, itu benar. Dua tahun belak

ilik keluarganya yang kini menjadi tanggung jawabnya. Jangan tanya tentang kekayaan, ia

na yang ia punya selain uang yang memang jangan ditanya jumlahnya berapa. Tatapannya mengintimidasi, rahang tegas, tubuh yang paripurna, terlebih perhatiannya. Boleh dikatakan kalau Jun punya

dari rebah setelah lelahnya pergumulan yang ia la

t dulu,"

. Saat datang tadi, Jun mengatakan ia ingin makan sia

nti. Mana tega saya biarin kamu capek-capek masak setela

e tubuhnya, lalu melangkah ke kamar man

epala satu ini, batinnya. "Ya udah terserah kamu." Ia

han. Ketika ia mencicipi masakan Reya ia ingat masakan sang ibu. Bukan berarti ia tak menyantap masakan rumahan di rumah utamanya. Hanya saja, ia merasa r

bagai langkah akhir dari kegiatannya memuaskan kekasihnya. Dari da

ping gadis itu, lalu menyibak poni Reya menunjukkan kening lebar kekasihnya dan sege

an kening lebarnya dan itu buat ia memb

Jenong gitu, saya kan tetap sayang sama k

ong ya Om.

apa be

aku enggak," protes Reya dengan tatap

anya seolah meminta pria itu duduk di meja makan. Jun menurut dan ia k

m, pergedel, dan telur dadar. Tak membuat masakan yang sulit karena ia tak sempat berbelanja

kan piring ke hadapan Jun. "Ah,

untuk mengambil air putih dalam botol dan juga gelas yang sudah di

h Om sayang,

n kembali duduk. Ia kemudian men

di seha

suka. "Saya lag

cuma tanya,"

awab Jun

eka meski ia ingin bertanya lebih l

ya. "Enggak, memang k

oba cari jawaban dari tatapan Jun. "Soalny

apa yang terjadi dalam dirinya. "Ada sedikit masalah di kantor, tapi b

enyahut kemudian te

engusap bibirnya dengan t

mau cari kerja." Reya

ai penopang wajahnya, kemudian menatap Reya dengan t

yang ibu tau kan aku kasih workshop kepenulisan. Ya, kadang ibu tanya mana

kamu enggak ada waktu ke

ak gi

apartemen di Jakarta. Kamu bisa di sana, pura-pura kerja

tak saling bertemu di Jakarta karena takut jika tanpa

kalau kamu kerja, siapa yang jagain ibu kamu? Ar

yang ngajakin aku kerja." Reya

kesal pada wanitanya. "Siapa? Kamu

ku kan enggak mungki

kurang? Saya tambah kalau memang kurang. Enggak usah macem-macem lah. Saat saya butuh nanti kamu har

erkencan dengan Om Jun adalah utuk membantu finansialnya, tapi entah mengapa setelah ia

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka