icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pelakor XXL

Bab 4 Kerokan jalan mulia

Jumlah Kata:1016    |    Dirilis Pada: 19/05/2023

k menemu Om Jun. Akan berbahaya jika Arka memergoki dirinya bersama paman dari Lily, sahabatnya. Apalagi Arka juga mengenal anak

apalagi ini sudah cukup malam. "Ka,

a kini tak melihat siapapun. Arka berjalan menuju lorong ke luar, dan ia tak juga men

celingukan di tengah-tengah lorong. "Yaelah, mana n

gu untuk memastikan keadaannya. Semua Jun lakukan karena tak ingin membiarkan kekasihnya itu se

egera masuk ke dalam mobil. Melihat si om yang kini tengah ters

ya ada Jun dan Reya sementara sopir Jun, meminta ijin untuk ke toilet. Jadi keuntungan juga b

ambut seraya merapikan ra

ng panggulnya retak," jawab Reya sambil tersenyum lalu men

emas setelah mendengar penjelasan barus

a O

asihnya dan mengecup dan cium bibir Reya sebelum ia pulang ia menyempatkan membuat tanda kepemilikan di ceruk kekasihnya. Tentu saja karena

an Reya. Biasanya menghabiskan waktu beberapa hari dan ini h

ih meminta jun mengh

mereka bertemu lagi dua minggu lagi. Atau sesukanya s

n malah mencumbunya lagi. Bibir Reya dikecup, sambil Jun gigit nakal, lal

meminta sambil me

t. Meski ingin sekali rasakan tubuh Reya sekali la

ya. Aku aul. "Om juga jangan sakit, jangan c

otel dulu dan balik k

tu, Om juga i

pucuk kepala Reya. "Iya,

g kekasih kelaparan saat menjaga ibunya nanti. Apalagi di hotel tadi mereka belum sempat makan malam. Kemudian

anya." Jun mengancam. Seperti biasa uang tambahan setiap kali sang sopir menemaninya k

ik

inuman yang sudah ia beli. di ujung lorong ia bisa melihat Arka yang kini berd

yusul udah nggak ada." Arka kataka

. Sebenarnya ia tadi berusaha keras berjalan cepat

uah tanda merah di leher kanan

njukkan kalau jawabannya adalah iya. Arka

aya menunjuk leher Reya. "Merah-mer

snya, membuka dan ia melihat dari kaca. Benar, ada tanda yang dibuat ol

ung 'kan?" Lag

ah Arka!"

ek kantong celananya. Kemudian mengeluarkan koin dari sana dan memberikan kep

ar mandi untuk segera mengaburkan sisa kecupan Jun di lehernya. Sebal jug

sudah ke kamar untuk menjaga sang ibu lagi. Reya melangkahkan kakinya, segera kembal

bu. Ratih tersenyum, memerha

a agak rusak jadi dingin

da buah hatinya. Wanita itu merasa merepotk

u tenang aja ini kan cuma masuk an

ngar apa yang dikatakan sang kakak. Andai sang ibu ta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka