icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Antara Kau, Aku & Papimu

Bab 3 Telepon masuk Erlangga

Jumlah Kata:1635    |    Dirilis Pada: 20/01/2023

ah sakit swasta yang cukup besar. Lalu Herlambang membayar bi

angkul pundak Elena untuk masuk ke dalam rumah sakit

pada ruang tunggu yang berada di de

ada gadis cantik, yang seketika membuka tas gendo

n bertanya, "Apa masih

makanan yang di perut.., Om," sahut gadi

lebar dan berucap, "Ya sudah kamu tunggu dis

yerahkan KTP Elena dan meminta untuk konsultasi ke dokter kandungan. Usai m

berada di kanan untuk pengunjung dan lift yang kiri untuk staf rumah sakit. Dan ini KTP nya saya kemba

bang seraya melirik jam tangan yang melingkar pada pergelangan

praktik jam sepuluh, jadi harus menunggu satu

ini kafetaria atau kantin dan

menunggu panggilan nomor antrean, Bapak bisa mencari makanan dan min

lalu transit di Bandara Ngurah Rai subuh tadi lanjut terbang ke Jakarta hingga men

dikit pun perutnya merasa lapar, karena yang dipikirkan oleh Herlambang, bagaimana ia bisa secepatnya

irkan, Herlambang pun mengajak Elena menuju lift lantai 4, usai petugas pendaftara

ari makanan ringan," ajak Herlambang menarik kopernya dan me

g..

ran itu berada, Herlambang pun berjalan dan menarik koper kecilnya de

pramusaji mencarikan tempat duduk untuk mere

Herlambang usai ia memesan tongseng kambi

t mual lagi," rajuknya

au otak-otak..? Atau empek-empek kapal selam

an yang agak asam dan sedikit pedas dari bumbu kacang

tujui permintaan Herlambang. Sekitar lima

kambing berikut nasi dan berisi aca

nya. Atau kamu mau makan empek-empek nya dulu?" tanya Herlambang dis

icip sedikit?" tanya Elena dengan air liur yang ditelannya berulang kal

g.

alam pelukanku di taxi tadi, dia udah nggak mual. Lalu.., makanan ini aroma kambingnya s

..?" rajuk Elena denga

r lagi," pinta Herlambang seraya menyodorkan sendok berisi nasi, dagin

ti kita makan berdua," tawar Herlamb

ala Elena, merasa yakin kalau janin

harunya, memandang wajah Elena yang disuapi de

pa?" tanya Elena sembari me

an lagi yaa.., karena Om juga masih laper banget ini," ujar Herlambang be

sannya bersama-sama. Mereka pun berjalan menuju ruang tunggu do

ng perawat dari dalam ruangan dokter ka

anggil peraw

alkan koper kecil di kursi yang mereka tempati dengan

empat tidur. Saya akan periksa bagian perutnya yaa," Dokter wanita

g dilakukan oleh dokter kandungan yang membuka pe

n itu berkata, "Baikl

. Untuk pemeriksaan dengan USG dua minggu lagi baru bisa saya lakukan. Dan untuk saat ini ada keluhan?" tany

dah bisa makan dan banyak juga," ucap Herlambang melirik ke arah

istri muda dari Herlambang saat dilihat dari kartu berobatnya berusia sembilan belas

gidam dan apa bapak baru pertama kali akan punya anak dari istri bapak?" t

Herlambang, seharusnya lelaki se

berbicara dan raut wajahnya sudah bisa memperkirakan usainya. dan

cap Herlambang menggenggam jemar

bang bayi lebih suka makan bareng Papanya yaa..," senyum dokte

mual yang akan diminum bila mual. Ada lagi yang akan d

ena.., kamu udah bisa keluar.., Om mau

lena yang baru berani menatap wajah dokter tersebu

k?" tanya dokter wanita itu menyelidiki Herlambang yang t

dikandung. Apa harus menunggu lahir, dan kira-kira di usia kehamilan berapa bulan bisa melakukan test

(CVS) mengambil cairan vili chorialis lalu dilakukan analisis dan perbandingan profil dari DNA

a minggu yaa Dokter. Jadi harus menunggu

ulan setengah pada saat usia kandungannya tiga bulan. Maaf.., apa bapak m

adalah anak dari putra saya..," ucap Herlambang, tanpa sengaja ucapan atas kecemas

an perawatnya terkejut d

cara.., baik terima kasih Dokter.., Hemm.., permisi," ujar

n Herlambang hanya mampu saling berpandangan satu dan lai

cari Elena yang dudu

ntuk membayar biaya Dokter dan berjalan menuju A

ihat Erlangga menghubunginya dan Elena yang takut ketahuan, kalau saat in

lepon. Saya harus jawab apa?" tanya

skannya dengan perlahan. dilihatnya Erlangga k

tiga kalinya Erlangga menghubungi Elena, terlihat gadis cantik

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Antara Kau, Aku & Papimu
Antara Kau, Aku & Papimu
“Elena gadis muda yang menjalin cinta dengan teman sekelasnya pada saat kelas 1 SMA sama sekali tak menduga, kalau kekasihnya adalah anak orang kaya, sedangkan dia sendiri berasal dari anak orang miskin. Walaupun begitu Erlangga tetap mencintai Elena setelah Elena mengatakan kebenaran atas dirinya. Kenakalan pertama mereka lakukan pada saat masih berpacaran di kelas 2 SMA sejak saat itu, Erlangga sering berharap Elena akan hamil dan itu akan menjadi pintu restu dari Maminya. Karena hubungan Elena dan Erlangga sejak awal mendapat pertentangan dari Tiara, Maminya Erlangga namun akhirnya mendapat persetujuan saat mereka telah menjalin hubungan hampir tiga tahun. Tepatnya saat mereka naik kelas tiga, Elena yang diiming-iming akan diajak ke Singapura bersama Tiara akhirnya di jebak dengan minuman yang di campur zat perangsang lewat bantuan pelayan di rumahnya untuk diberikan pada Elena dan kepala pelayan disana. Namun yang terjadi kemudian suami Tiara, Herlambang Papi sambung Erlangga justru yang meminum bersama Elena saat ia kembali dari kantor untuk mengambil hal yang penting di rumah. Yang terjadi kemudian, Elena akhirnya jatuh ke dalam pelukan Herlambang. Sejak saat itu, Elena menjadi candu bagi Papi kekasihnya sendiri. Sampai akhirnya saat semester pertama kelas tiga, Elena dinyatakan hamil. Dan kehamilan ini membuat Herlambang dan Erlangga berbahagia. Namun tidak demikian bagi Tiara yang mengetahui kalau zat perangsang untuk menjebak Elena justru diminum oleh suaminya sendiri. Sampai akhirnya pernikahan antara Erlangga dan Elena ditentang Herlambang. Karena ia merasa anak yang di kandung Elena adalah anaknya. Disana semua konflik kepentingan pun terjadi. Rasa malu, harga diri, dendam, sakit hati dan patah hati akan dituangkan dalam cerita ini. Apakah perbuatan antara Elena dan Herlambang akan diketahui Erlangga? Apakah Jamila tetap akan menjadi sahabat yang terus mensupport Elena hingga akhir? Siapakah orang yang sangat di benci Elena dalam kehidupannya kelak?”