/0/24661/coverorgin.jpg?v=629f8f88baba399a125ab8ef389ce989&imageMogr2/format/webp)
Aku merawat suamiku, Prabu, dari kelumpuhan hingga ia bisa berjalan kembali, percaya pada janjinya untuk mencintaiku selamanya. Namun, semua pengorbananku hancur saat ia berselingkuh dengan mahasiswi bimbingannya, Safira.
Penderitaanku memuncak saat adikku, Asma, dilecehkan oleh kakak Safira. Aku memohon bantuan Prabu, namun ia menolak dengan kejam.
"Aku tidak punya waktu untuk kasus remeh seperti ini."
Akibatnya, Asma yang putus asa memilih untuk bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum.
Seolah belum cukup, Safira merusak kuburan adikku, menumpahkan abunya ke tanah hanya untuk mengubur kucingnya di sana.
Aku tidak mengerti, mengapa pria yang pernah begitu kucintai bisa membiarkan semua ini terjadi?
Setelah semua penderitaan itu, Prabu akhirnya sadar dan menghancurkan hidup Safira. Ia kembali, berlutut di hadapanku dengan cincin, memohon kesempatan kedua.
"Ananda, menikahlah denganku."
Aku menatap matanya yang penuh penyesalan, lalu dengan dingin menjawab, "Tidak."
Bab 1
Ananda POV:
Saya tidak pernah menyangka bahwa undangan reuni alumni yang begitu saya nantikan akan menjadi awal dari akhir segalanya.
Sore itu, Prabu pulang dengan senyum tipis, membawa undangan mewah dari almamaternya.
"Aku tidak bisa menemanimu," katanya santai, tanpa menatap mataku.
Hatiku mencelos. Padahal aku sudah menyiapkan gaun terbaik dan latihan dansa dengannya.
"Kenapa?" tanyaku, mencoba menyembunyikan kekecewaan.
Ia mengangkat bahu, "Ada beberapa meeting penting yang tidak bisa ditinggalkan."
Aku mengangguk, mencoba memahami.
Malam reuni, aku duduk sendirian di sofa, memerankan istri yang pengertian.
Aku terus memantau ponselku, berharap ada kabar darinya.
Namun, yang kudapatkan adalah notifikasi dari akun Instagram temanku.
Sebuah foto Prabu, tersenyum lebar, menggandeng seorang wanita muda.
Wanita itu bukan aku.
Dia Safira Ongkowijoyo, mahasiswi bimbingannya yang terkenal lugu dan rapuh itu.
Dadaku sesak, napas terasa tercekat.
Foto itu seolah menonjok ulu hatiku.
/0/30995/coverorgin.jpg?v=383f18e6bbf05c51dc35788488cf49fc&imageMogr2/format/webp)
/0/28486/coverorgin.jpg?v=20251201182532&imageMogr2/format/webp)
/0/15164/coverorgin.jpg?v=da1c97bebc64f1a6357e51fd511347e3&imageMogr2/format/webp)
/0/27059/coverorgin.jpg?v=20251106164937&imageMogr2/format/webp)
/0/8783/coverorgin.jpg?v=af27107cbfc6acc2dcf03bdf570d81b2&imageMogr2/format/webp)
/0/16375/coverorgin.jpg?v=20240705142955&imageMogr2/format/webp)
/0/20189/coverorgin.jpg?v=20250331104433&imageMogr2/format/webp)
/0/20183/coverorgin.jpg?v=20241030112355&imageMogr2/format/webp)
/0/10982/coverorgin.jpg?v=20250122183037&imageMogr2/format/webp)
/0/18016/coverorgin.jpg?v=c433198e5cf2153ea10bac61cea62a83&imageMogr2/format/webp)
/0/29104/coverorgin.jpg?v=20260106193232&imageMogr2/format/webp)
/0/17290/coverorgin.jpg?v=20240408181855&imageMogr2/format/webp)
/0/17330/coverorgin.jpg?v=20240419170253&imageMogr2/format/webp)
/0/13903/coverorgin.jpg?v=20250123145653&imageMogr2/format/webp)
/0/21448/coverorgin.jpg?v=2da3699e0441bf95c1b7cb8c9d116469&imageMogr2/format/webp)
/0/3300/coverorgin.jpg?v=4148652b25728b3b2080e523a0b4cb9a&imageMogr2/format/webp)
/0/3993/coverorgin.jpg?v=20250122110634&imageMogr2/format/webp)