/0/18224/coverorgin.jpg?v=6407d22bed06b7597b674955c72f4946&imageMogr2/format/webp)
(Kita kayanya ga usah undang keluarga miskin ya, palingan juga kasih amplop sepuluh ribu tapi yang datang sekeluarga, belum lagi makan nya pada rakus karena dirumah nya biasa makan nasi garam hahaha) tiba-tiba Susi membuka percakapan di grup WhatsApp keluarga, Minggu depan kakak nya Susi, bernama Sintya menikah.
(Lagi ngomongin siapa sih?) tanya Septian anak dari uwak Jeni, kakak nya bapak.
(Ya siapa lagi kalo bukan keluarga miskin yang anak sulung nya pergi rantau tapi ga kaya-kaya) jawab Susi, dia adalah anak dari paman Adit.
(Ohahahah, iya mending jangan di undang aja, malah jadi beban, belum lagi nanti mereka pasti bungkus banyak makanan) balas lagi Septian.
Aku geram membaca grup WhatsApp keluarga besar, aku tau mereka sedang menyindir keluarga bapaku, mereka dengan santainya menggunjing keluargaku, sedangkan ada aku dan ke-2 adiku di grup itu, tapi mereka sama sekali tidak peduli.
Ting
Ting
"Halo kak? Apa kakak sudah baca wa grup? Mereka menyindir kita kak!" adiku mengadu padaku, terdengar dari suaranya bahwa dia sedang marah.
"Kakak sudah baca!" jawabku kesal.
"Kakak kapan pulang? aku sudah tidak tahan dengan perlakuan mereka pada keluarga kita, belum lagi wak Jeni suka datang kerumah minta-minta uang atau ga makanan matang dirumah, bahkan dengan tega nya wak Jeni sering menghabiskan lauk nya," aku kaget dengan pengakuan Lisa adiku, sejak kapan wak Jeni berprilaku seperti pengemis.
"Masa iya? Berati mereka yang kelaparan dong? Apa bapak ga bisa tegas pada kakak nya itu?" selidiku, aku penasaran dengan situasi dirumahku.
"Bapak sering membentak wak Jeni, tapi kakak tau sendiri dia seperti apa, dia malah memaksa masuk bahkan mencari apa yang dia inginkan sendiri, bahkan dia tidak sungkan untuk menggeledah dompet bapak!" astagaaa! jadi begini kelakuan uwak Jeni selama ini, bahkan ibu atau anak-anaknya saja sungkan untuk membuka-buka dompet milik bapak.
"Kaka harus gimana Lis?" tanyaku bingung.
"Sebaiknya mulai detik ini, kakak kasihkan saja uang yang biasa kakak kasih untuk bapak itu padaku, aku yakin wak Jeni gaakan menyangka kalo uang nya ada di aku, supaya Wak Jeni ga leluasa mengambil uang milik bapak yang kakak berikan, Kaka cepet pulang dong makanya!" titah Lisa.
Aku pun mengiyakan untuk segera pulang kampung, aku geram sekali dengan kelakuan keluarga bapaku itu, ditambah juga sikap bapak yang menurutku tidak bisa tegas kepada keluarganya.
(Septian, bilang pada ibumu yang kaya itu, jangan suka minta-minta uang dan makanan kerumah bapaku, yang miskin itu bapaku atau ibumu) cukup sudah aku bersabar membaca hinaan mereka, aku pun membalas pesan itu dengan kejam, tak tanggung! Aku mengirim pesan itu di grup keluarga besar.
(Lah masa iya sih? Septian coba konfirmasi, apa betul wak Jeni suka minta makanan dan uang pada uwak Anas?) balas Susi penasaran, aku yakin Septian sedang ketar-ketir saat ini.
1 menit
3 menit
5 menit
Tidak ada jawaban dari Septian.
(Ayo balas Septian, kok diem aja? keluargamu miskin kan? Sampe minta-minta makan ke bapaku, ingat ya Septian, jangan sembarangan kalo menghina orang, ingat didalam perutmu ada makanan dari bapaku!) balasku kejam, sekali-kali manusia seperti Septian ini harus diberikan pelajaran.
Kring
Kring
Kring
/0/13515/coverorgin.jpg?v=20250123145331&imageMogr2/format/webp)
/0/3761/coverorgin.jpg?v=053c837d844ca1c9c4b5a40b04fbaad6&imageMogr2/format/webp)
/0/6585/coverorgin.jpg?v=c55c9dd34d7d839f3c31119769249f11&imageMogr2/format/webp)
/0/10815/coverorgin.jpg?v=c5b40876bf7b8c049e586a8b1a8faaf0&imageMogr2/format/webp)
/0/16989/coverorgin.jpg?v=80f6edfeb2bee3d2c08b5130edf9f85b&imageMogr2/format/webp)
/0/5072/coverorgin.jpg?v=f58873173f1986910223afb6e0f788e4&imageMogr2/format/webp)
/0/17815/coverorgin.jpg?v=22532312abb581bb0af87ccc4a8b6038&imageMogr2/format/webp)
/0/15387/coverorgin.jpg?v=f0c0a2a3b36617710ec82f1e757bb972&imageMogr2/format/webp)
/0/28876/coverorgin.jpg?v=09731113ad696b94b92efb22936e56d0&imageMogr2/format/webp)
/0/16296/coverorgin.jpg?v=692440367c44117e7fdefdf76376304e&imageMogr2/format/webp)
/0/29790/coverorgin.jpg?v=4eeac7b6ed4cfd6b59c5b454fbfb63e3&imageMogr2/format/webp)
/0/27973/coverorgin.jpg?v=8cc48e3966444d2a6e2a67893bae7d2f&imageMogr2/format/webp)
/0/23240/coverorgin.jpg?v=c997b3e39e8840ccf5e8fc6adcbe5620&imageMogr2/format/webp)
/0/23105/coverorgin.jpg?v=73a83fd3127e8ee751a1272145924f67&imageMogr2/format/webp)
/0/28886/coverorgin.jpg?v=990aa4b0743153405a92edba20938b8d&imageMogr2/format/webp)
/0/27684/coverorgin.jpg?v=9407bbbeb2dd776ebabe50be116d8904&imageMogr2/format/webp)