Imam Heru Darmawan
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Imam Heru Darmawan
Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
Romantis Adikara, pria tampan berstatus duda tanpa anak dan memiliki pengaruh besar di balik layar politik dan bisnis, harus menelan pil pahit ketika dokter menyatakan dirinya tidak mampu memiliki keturunan. Dunia yang ia bangun, kesuksesan, dan kekuasaan, terasa hampa saat mimpi menjadi seorang ayah musnah begitu saja.
Dalam kekalutannya, Adikara menyalurkan amarah dan rasa frustasinya dengan cara yang salah-menjalin hubungan singkat dengan wanita-wanita dari kalangan atas, termasuk beberapa publik figur ternama. Namun, rencana destruktifnya justru menimbulkan masalah besar ketika ia tanpa sengaja terjerat dengan Alara, seorang gadis belia berumur 19 tahun yang tengah meniti karier sebagai model.
Alara, yang merupakan anak dari bawahannya sendiri, kehilangan keperawanannya tanpa disengaja kepada Adikara. Selisih usia mereka yang mencapai 15 tahun membuat situasi semakin rumit. Sekeping surat medis yang terselip di tangan Adikara menjadi saksi pahit atas kenyataan yang tak bisa ia hindari-mimpi untuk menjadi ayah kini hancur.
Satu bulan kemudian, Alara kembali dengan kondisi yang mengejutkan: ia hamil. Ia menuntut Adikara, yang juga bos dari ayahnya, untuk bertanggung jawab atas masa depan anak yang dikandungnya.
Akankah Adikara menelan ego dan menerima tanggung jawab?
Atau justru ia akan menolak mentah-mentah, menambah luka dan skandal yang bisa menghancurkan karier Alara? Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"