Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR

GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR

Agneslovely2014

4.9
Komentar
201.1K
Penayangan
116
Bab

Vladimir Leon Indrajaya, putera bungsu Grup Indrajaya adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis properti keluarganya. Playboy ganteng tajir melintir dambaan kaum Hawa. Leon tidak pernah kehabisan stok untuk menghangatkan ranjangnya di malam hari. Namun, sayangnya sifat Leon sangat buruk karena trauma masa kecilnya. Dia mudah emosi dan hobi berkelahi sehingga cenderung menyakiti orang lain. Di usia muda dia sudah memiliki banyak musuh karena sifatnya yang keras dan dingin. Suatu ketika dia harus menjalani sesi terapi psikologis karena didesak oleh ayahnya, dia bertemu dokter ahli kejiwaan yang bernama Evita Caroline Meyers. Dokter Eve yang bermata hijau dan berambut merah itu seolah menjungkir balikkan dunianya. Sementara Dokter Eve sudah bertunangan dan akan segera menikah dengan CEO bisnis media, Young Entertainment, Belvin Alexander Young. Akankah Leon membawa kabur calon pengantin cantik itu dan menyulut perang dengan grup konglomerat Young Entertainment?

Bab 1 CEO Dingin Menakutkan

BRAKKKK!

Pria itu menggebrak meja kerjanya dengan keras dan membuat seisi ruangan berjengit karena kaget bercampur takut.

Pasalnya, ketika bos mereka itu mengamuk konsekuensinya berat, kemungkinan besar mereka akan kehilangan pekerjaan.

"Vino, laporan keuangan macam apa ini?! Kamu pikir saya nggak baca ulang laporan keuangan perusahaan?! Mulai hari ini kamu DIPECAT!"

"Maaf, Pak Leon. To-tolong beri saya kesempatan sekali lagi ... firma akuntan kami mungkin melakukan kesalahan yang tidak disengaja, Pak," mohon pria muda itu berlutut di hadapan Leon, CEO Indrajaya Realty.

"Tidak. Keluar dari ruangan saya sekarang, saya muak melihatmu." Leon memberi kode pengawalnya untuk menyeret keluar Vino, kepala firma akuntan publik yang bekerja untuk perusahaannya.

Dia paling benci orang yang tidak kompeten. Bagi Leon, ketika sudah mengeluarkan uang untuk membayar jasa artinya dia harus dilayani dengan sempurna, tak boleh ada cacat atau celah.

Indrajaya Realty adalah sebuah perusahaan multinational. Leon mengepalai cabang di Jakarta, Indonesia. Sementara kakak sulungnya berbeda ibu yang bernama Leeray, mengepalai cabang di Perth, Australia.

Leon menghempaskan tubuhnya di kursi CEO dengan ekspresi lelah. Pria bodoh tadi merusak mood paginya. Dia bisa uring-uringan sepanjang hari karena hal ini.

"Gio, Adri, kalian cari akuntan publik yang baru untuk perusahaan kita. Cari yang jujur dan teliti membuat laporan keuangan. Aku benci orang bodoh! Mana bisa membohongiku ... aku sekolah untuk gelar master bisnisku bukan membeli gelar kosong!" ujar Leon pada kedua sekretaris pribadinya yang sudah bekerja di perusahaan itu sejak dia belum dilahirkan.

Giorgio dan Adrian adalah dua sekretaris pribadi yang sejak muda dipekerjakan oleh papinya Leon yaitu Leonard Indrajaya.

Bagi mereka berdua, ayah dan anak itu berbeda bagai langit dan bumi. Leonard Indrajaya adalah seorang pebisnis yang kawakan dengan segudang pengalaman yang bertemperamen halus dan tenang. Sementara putera bungsunya ini, Vladimir Leon Indrajaya adalah seorang pebisnis muda yang bertemperamen panas dan mudah tersinggung sekalipun secara skill bisnis setara dengan ayahnya.

"Tentu, Pak Leon. Kami akan segera carikan gantinya," sahut Adrian dengan patuh.

Giorgio pun berbicara, "Pak Leon, sekadar mengingatkan ... Anda ada janji konsultasi dengan psikolog di rumah sakit Siloam Internasional hari ini pukul 10.00. Papi Anda yang membuatkan janji temu ini."

Mendengar perkataan Giorgio barusan, Leon mendengkus geli bercampur kesal. Papinya merasa temperamen Leon terlalu kasar dan cenderung meledak-ledak, jadi papinya ingin dia melakukan sesi terapi psikologis dengan ahli kejiwaan.

"Aku masih waras ... apa kalian menganggap aku orang gila yang butuh terapi kejiwaan?!" ucap Leon menanggapi janji temu dengan psikolog itu.

Gio dan Adri saling bertukar pandang dengan senyum terkulum karena geli dengan pertanyaan Leon. Mereka merasa senior boss mereka benar, puteranya agak sedikit agresif dan mudah mengamuk. Jelas sekali Leon butuh sesi terapi kejiwaan.

"Pak Leon, maaf saya tidak berani menjawabnya. Itu sepenuhnya hanya berdasarkan perintah Tuan Leonard. Saya hanya menjalankan perintahnya saja. Tolong jangan membuat saya berada dalam posisi dilematis," jawab Giorgio dengan halus.

Leon memang hanya mau mendengarkan masukan dari kedua sekretaris pribadinya itu. Maka, dia pun menuruti keinginan papinya.

"Oke, Gio. Aku berangkat sekarang, jadwal terapinya satu jam lagi. Kalau ada masalah kantor yang penting segera hubungi ponselku. Hal remeh ini membuang-buang waktuku yang berharga," pamit Leon sambil mengomel. Dia pun meraih kunci mobilnya di meja kerjanya lalu bergegas keluar ruangan CEO diikuti oleh pengawal-pengawalnya yang berbadan kekar.

Leon bertubuh tegap dan kekar dengan tinggi 190cm, wajahnya tampan mirip artis Korea Ji Chang Wok. Dia baru berusia 27 saat ini. Namun, dia sudah memimpin perusahaan sejak usia 21 tahun menggantikan papinya yang sudah berusia senja.

Papinya menikah dengan maminya Leon yang adalah istri keduanya di usia 59 tahun sementara istrinya berusia 28 tahun saat itu. Jadi saat ini papinya itu berusia 86 tahun lebih mirip seperti kakeknya dibanding ayahnya. Namun, papinya itu memang awet muda dan sangat sehat.

Hal itu sebenarnya menjadi penyebab trauma masa kecil Leon. Pernikahan papinya dengan maminya menjadi bahan gosip dan bully-an nyonya-nyonya sosialita konglomerat. Dan dalam prosesnya itu sungguh menyakiti hati Leon serta maminya.

Sejak kecil Leon gemar berkelahi karena teman-teman sekolahnya ikut membully dirinya karena omongan ibu mereka yang menjelek-jelekkan Leon dan maminya, Elena.

Tak jarang Leon mendengar perkataan bahwa maminya pelacur murahan, maminya matre, maminya menikahi kakek-kakek karena mata duitan, maminya wanita simpanan, dan sejenis itu. Semuanya selalu menyulut emosinya dengan membabi buta.

Leon sebenarnya anak yang jenius, hanya saja dia bermasalah di lingkungan sekolahnya. Jadi dia berpindah-pindah sekolah karena dropped-out akibat kegemarannya berkelahi. Pada akhirnya, papinya mengirim Leon bersekolah di luar negeri ketika SD kelas 5 di Perth, menumpang di rumah kakak sulung tirinya, Leeray.

Bagi Leon, Leeray justru seperti ayah baginya karena usia mereka berbeda 36 tahun. Kakak sulungnya itu sangat menyayanginya seperti anak kandung karena Leeray memiliki sepasang anak kembar seusianya yang bernama Poseidon dan Midori. Keduanya bertampang blasteran menuruni genetik mami mereka yang memiliki darah Australia. Berambut cokelat kemerahan dan bermata biru dengan kulit seputih porselen.

Semenjak bersekolah di Australia, Leon mulai menunjukkan prestasi di sekolahnya. Dia mengalami akselerasi pendidikan hingga dapat masuk bangku kuliah lebih muda dari usia seharusnya.

Papinya memanggilnya pulang ke Indonesia seusai studi S2-nya di bidang bisnis internasional. Mulailah Leon memimpin perusahaan warisan papinya di Jakarta di usia 21 tahun. Papinya masih membimbingnya di tahun-tahun awal hingga mulai melepaskan Leon untuk memimpin sendiri perusahaan multinational itu.

Secara skill memang Leon mumpuni, tapi secara hubungan dengan orang-orang memang Leon agak kurang sabar. Hal itu sedikit banyak membuat nyawa Leon terancam. Dia mengalami banyak teror dari pihak-pihak yang tersinggung dan tidak menyukainya. Maka dari itu kemanapun dia pergi sepasukan pengawal berbadan tegap selalu mengikuti untuk menjaganya.

Image sebagai CEO yang kasar dan dingin itu melekat erat pada diri Leon. Hanya saja reputasi perusahaan kontraktor swasta terbaik se-Indonesia itu yang membuat banyak klien tetap menggunakan jasa perusahaannya.

Sementara dengan pihak luar negeri yang menjadi klien mayoritas mereka, justru Leon dinilai sangat profesional dan kompeten. Dia menguasai 5 bahasa asing seperti maminya karena memang sejak kecil maminya mengajarinya serta memanggilkan guru privat bahasa asing untuknya.

Leon pun merasa kemampuan 5 bahasanya itu membantu banyak untuk kemajuan perusahaannya. Kontrak klien asing mengalir deras karena kemampuan negosiasinya yang bagus.

Bakat kedua orang tuanya menurun tepat pada Leon. Leonard Indrajaya dikenal sebagai negosiator hebat di masa mudanya hingga disebut sebagai maestro bisnis pendiri konglomerasi grup Indrajaya.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Buku lain oleh Agneslovely2014

Selebihnya
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku