Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku

Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku

Leo Grant

5.0
Komentar
141
Penayangan
16
Bab

Pada peringatan empat tahun kematian putraku, aku pergi ke Arsip Kawanan untuk melakukan ritual penenangan jiwa bagi arwahnya. Namun, catatan di sana menunjukkan sebuah kebenaran yang tak bisa kupahami. Pasanganku, Alpha Damian, memiliki anak lain-seorang putra rahasia dengan serigala betina yang pernah ia sebut sebagai penguntit gila. Dia berbohong melalui ikatan batin suci kami, mengaku ada urusan darurat Kawanan, tapi aku menemukan mereka di sebuah vila rahasia, tertawa. Dia, selingkuhannya, dan putra mereka-sebuah keluarga yang sempurna dan bahagia. Bersembunyi di garasiku sendiri, aku mendengar percakapan yang menghancurkan duniaku. Putraku tidak sekadar terpeleset dan jatuh ke sungai. Dia lari ketakutan, ngeri mendengar suara perkawinan liar mereka yang tak terkendali di dekat situ. Perselingkuhan mereka membunuh bayiku. Saat kengerian ini menimpaku, ikatan pasangan kami, yang seharusnya untuk cinta, berubah menjadi alat penyiksaan. Ikatan itu memaksaku merasakan setiap detik kenikmatannya saat dia mengambil wanita itu lagi, di dalam mobil, hanya beberapa meter dari tempatku bersembunyi. Dia dan ibunya kemudian menjebakku atas tuduhan penganiayaan, menggali abu putraku dan membuangnya ke selokan, dan mencambukku dengan cambuk perak sebelum meninggalkanku untuk mati bersama sekelompok Rogue liar. Tapi aku selamat. Dan aku membuat pilihan. Aku tidak akan membalas dendam. Aku akan mencari pelupaan. Aku menemukan sebuah kawanan yang mempraktikkan sihir terlarang, sebuah ritual yang bisa menghapus bersih ingatanku. Aku akan menghapusnya, putra kami, dan setiap kenangan tentang kehidupan lamaku. Aku akan terlahir kembali.

Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku Bab 1

Pada peringatan empat tahun kematian putraku, aku pergi ke Arsip Kawanan untuk melakukan ritual penenangan jiwa bagi arwahnya.

Namun, catatan di sana menunjukkan sebuah kebenaran yang tak bisa kupahami. Pasanganku, Alpha Damian, memiliki anak lain-seorang putra rahasia dengan serigala betina yang pernah ia sebut sebagai penguntit gila.

Dia berbohong melalui ikatan batin suci kami, mengaku ada urusan darurat Kawanan, tapi aku menemukan mereka di sebuah vila rahasia, tertawa. Dia, selingkuhannya, dan putra mereka-sebuah keluarga yang sempurna dan bahagia.

Bersembunyi di garasiku sendiri, aku mendengar percakapan yang menghancurkan duniaku. Putraku tidak sekadar terpeleset dan jatuh ke sungai. Dia lari ketakutan, ngeri mendengar suara perkawinan liar mereka yang tak terkendali di dekat situ.

Perselingkuhan mereka membunuh bayiku.

Saat kengerian ini menimpaku, ikatan pasangan kami, yang seharusnya untuk cinta, berubah menjadi alat penyiksaan. Ikatan itu memaksaku merasakan setiap detik kenikmatannya saat dia mengambil wanita itu lagi, di dalam mobil, hanya beberapa meter dari tempatku bersembunyi.

Dia dan ibunya kemudian menjebakku atas tuduhan penganiayaan, menggali abu putraku dan membuangnya ke selokan, dan mencambukku dengan cambuk perak sebelum meninggalkanku untuk mati bersama sekelompok Rogue liar.

Tapi aku selamat. Dan aku membuat pilihan. Aku tidak akan membalas dendam. Aku akan mencari pelupaan.

Aku menemukan sebuah kawanan yang mempraktikkan sihir terlarang, sebuah ritual yang bisa menghapus bersih ingatanku.

Aku akan menghapusnya, putra kami, dan setiap kenangan tentang kehidupan lamaku. Aku akan terlahir kembali.

Bab 1

SUDUT PANDANG SELENA:

Bulan purnama menggantung di langit bagaikan luka perak, sebuah lingkaran sempurna yang mengejek. Empat tahun. Tepat empat tahun sejak cahaya hidupku, satu-satunya anakku, Zayn, padam.

Jemariku gemetar saat aku memarkir mobil. Arsip Kawanan Bulan Hitam adalah sebuah bangunan batu tua, berbau kertas kuno dan rahasia. Malam ini, aku di sini untuk melakukan ritual penenangan jiwa terakhir untuk Zayn. Sebuah upacara kecil dan pribadi untuk membantu arwahnya menemukan kedamaian. Hanya itu yang tersisa untukku.

Tetua di meja arsip, seorang serigala bungkuk dengan mata keruh, menyambutku dengan anggukan hormat. "Luna Selena."

"Aku di sini untuk ritual penenangan jiwa," kataku, suaraku hanya bisikan tipis.

Dia mengangguk pelan, menarik keluar sebuah buku besar bersampul kulit gelap. "Tentu saja. Kami hanya perlu memverifikasi catatan garis keturunan untuk ritual."

Dia menelusuri halaman itu dengan jari keriputnya. "Alpha Damian Blackwood... pasanganmu. Satu anak, Zayn Blackwood, almarhum." Dia berhenti, keningnya berkerut. "Ah, dan... satu lagi."

Rasa dingin yang mencekam, berat dan pekat, memenuhi perutku. "Satu lagi apa?"

Tetua itu menyipitkan mata ke buku. "Anak kedua. Arion. Nama ibunya tercatat sebagai Lila."

Lila.

Nama itu menghantamku bagai pukulan telak. Lila, serigala betina yang begitu terobsesi pada Damian hingga diusir, dinyatakan sebagai Rogue karena terus-menerus menguntit. Itu sudah bertahun-tahun yang lalu.

Tepat saat itu, kehangatan menyebar di benakku, kehadiran yang kukenal. Itu Damian, menggunakan Ikatan Batin kami. Hubungan suci antara pasangan takdir, yang seharusnya menjadi saluran kebenaran dan cinta murni.

"Bulanku," suaranya bergema di kepalaku, selembut beledu. "Aku mencintaimu. Aku sedang sibuk menangani urusan darurat Kawanan. Aku akan pulang secepatnya."

Kata-kata itu, yang dulu menjadi sumber kenyamanan, kini terasa seperti es. Sebuah kebohongan. Aku bisa merasakan kepalsuannya, nada sumbang dalam simfoni ikatan kami. Urusan darurat?

Serigalaku, makhluk yang hancur dan membisu sejak kematian Zayn, bergerak dengan secercah amarah.

Aku tidak bisa bernapas. Aku tidak mau percaya. Bukan pasanganku. Bukan Alpha yang telah bersumpah padaku di hadapan Dewi Bulan sendiri.

"Alamatnya," kataku tercekat, menunjuk buku besar itu dengan jari gemetar. "Di mana... Arion ini terdaftar?"

Tetua itu, merasakan kesusahanku, menuliskannya di secarik kertas. Aku merebutnya dan lari dari Arsip, ritual itu terlupakan.

Alamat itu membawaku ke akademi swasta Kawanan, tempat yang belum pernah kukunjungi selama empat tahun. Aku parkir di seberang jalan, jantungku berdebar kencang di dada bagai burung yang terperangkap.

Dan kemudian aku melihatnya.

Pasanganku. Alpha-ku. Damian.

Dia tidak sedang rapat. Dia berdiri di dekat gerbang sekolah, senyum lembut terukir di wajah tampannya. Seorang wanita berambut hitam panjang, Lila, berjalan ke arahnya. Dan di tangannya ada seorang anak laki-laki kecil, wajahnya miniatur dari wajah Damian.

"Ayah!" teriak anak itu, berlari ke depan.

Damian menyambutnya ke dalam pelukannya, senyumnya semakin lebar. Dia kemudian mengulurkan tangan, tangannya mendarat dengan alami di pinggang Lila, menariknya lebih dekat. Mereka tampak seperti sebuah keluarga. Sebuah keluarga yang sempurna dan bahagia.

Jiwaku terasa seperti terkoyak menjadi dua.

Aku mengikuti mereka, mobilku menjadi hantu yang membuntuti kehidupan kecil mereka yang bahagia. Mereka pergi ke sebuah vila indah yang belum pernah kulihat sebelumnya, sebuah sarang rahasia yang tersembunyi. Aku mengawasi dari jalan saat mereka bermain di taman, Damian mendorong anak itu di ayunan, Lila tertawa sambil memandang. Itu adalah gambaran kehidupan yang seharusnya menjadi milikku. Kehidupan yang telah dicuri dariku.

Dengan perasaan mati rasa, aku kembali ke rumah kami, "sarang" kami. Aku masuk melalui garasi bawah tanah dan bersembunyi di balik pilar beton tebal, rumahku sendiri kini terasa seperti wilayah musuh.

Mobilnya masuk beberapa saat kemudian. Udara langsung terasa pekat dengan aroma wanita itu. Bukan parfum. Itu adalah aroma primal dan musky dari serigala betina, menandai wilayahnya. Menandai pasanganku. Menandai rumahku.

Aku menahan napas, mendengarkan. Mereka masih di dalam mobil.

"Dia senang sekali bertemu denganmu hari ini," suara Lila manis, memuakkan. "Dia merindukan ayahnya."

"Aku tahu," suara Damian berat. "Ini rumit, Lila."

"Begitukah?" desahnya. "Empat tahun, Damian. Empat tahun sejak malam itu. Kita hanya... larut dalam suasana. Lolongan kita... bagaimana kita bisa tahu anak itu akan berkeliaran begitu dekat dengan sungai?"

Dunia berhenti.

Darahku seakan membeku.

Malam itu. Malam Zayn meninggal. Dia sedang bermain di tepi sungai. Mereka bilang dia terpeleset. Mereka bilang itu kecelakaan tragis.

Tapi ternyata tidak.

Itu karena mereka. Perkawinan mereka, begitu keras dan tak terkendali, telah menakuti anak laki-lakiku. Dia berlari, ketakutan dan sendirian, dan jatuh ke dalam air yang membekukan.

Saat kebenaran baru yang mengerikan ini menimpaku, sensasi lain membanjiri inderaku, ditransmisikan melalui ikatan pasangan. Itu adalah gelombang kenikmatan hewani yang mentah. Kenikmatannya.

Aku membekap mulutku untuk menahan jeritan.

Dia bersama wanita itu. Saat ini juga. Di dalam mobil, tidak sampai sepuluh meter dari tempatku bersembunyi, di garasi rumah yang kubagi dengannya. Dia mengambilnya, menandainya, tubuh mereka bergerak bersama dalam ritme pengkhianatan murni. Ikatan suci, yang seharusnya hanya untukku, memaksaku merasakan setiap detik perselingkuhannya.

Duniaku tidak hanya hancur. Duniaku musnah tak bersisa.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Leo Grant

Selebihnya
Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka

Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka

Horor

5.0

Selama lima tahun, suamiku, Brama Wijaya, mengurungku di sebuah panti rehabilitasi. Dia mengatakan pada dunia bahwa aku adalah seorang pembunuh yang telah menghabisi nyawa adik tiriku sendiri. Di hari kebebasanku, dia sudah menunggu. Hal pertama yang dia lakukan adalah membanting setir mobilnya ke arahku, mencoba menabrakku bahkan sebelum aku melangkah dari trotoar. Ternyata, hukumanku baru saja dimulai. Kembali ke rumah mewah yang dulu kusebut rumah, dia mengurungku di kandang anjing. Dia memaksaku bersujud di depan potret adikku yang "sudah mati" sampai kepalaku berdarah di lantai marmer. Dia membuatku meminum ramuan untuk memastikan "garis keturunanku yang tercemar" akan berakhir bersamaku. Dia bahkan mencoba menyerahkanku pada rekan bisnisnya yang bejat untuk satu malam, sebagai "pelajaran" atas pembangkanganku. Tapi kebenaran yang paling kejam belum terungkap. Adik tiriku, Kania, ternyata masih hidup. Lima tahun penderitaanku di neraka hanyalah bagian dari permainan kejinya. Dan ketika adik laki-lakiku, Arga, satu-satunya alasanku untuk hidup, menyaksikan penghinaanku, Kania menyuruh orang untuk melemparkannya dari atas tangga batu. Suamiku melihat adikku mati dan tidak melakukan apa-apa. Sambil sekarat karena luka-luka dan hati yang hancur, aku menjatuhkan diri dari jendela rumah sakit, dengan pikiran terakhir sebuah sumpah untuk balas dendam. Aku membuka mataku lagi. Aku kembali ke hari pembebasanku. Suara sipir terdengar datar. "Suamimu yang mengaturnya. Dia sudah menunggu." Kali ini, akulah yang akan menunggu. Untuk menyeretnya, dan semua orang yang telah menyakitiku, langsung ke neraka.

Buku serupa

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku Leo Grant Likantrof
“Pada peringatan empat tahun kematian putraku, aku pergi ke Arsip Kawanan untuk melakukan ritual penenangan jiwa bagi arwahnya. Namun, catatan di sana menunjukkan sebuah kebenaran yang tak bisa kupahami. Pasanganku, Alpha Damian, memiliki anak lain-seorang putra rahasia dengan serigala betina yang pernah ia sebut sebagai penguntit gila. Dia berbohong melalui ikatan batin suci kami, mengaku ada urusan darurat Kawanan, tapi aku menemukan mereka di sebuah vila rahasia, tertawa. Dia, selingkuhannya, dan putra mereka-sebuah keluarga yang sempurna dan bahagia. Bersembunyi di garasiku sendiri, aku mendengar percakapan yang menghancurkan duniaku. Putraku tidak sekadar terpeleset dan jatuh ke sungai. Dia lari ketakutan, ngeri mendengar suara perkawinan liar mereka yang tak terkendali di dekat situ. Perselingkuhan mereka membunuh bayiku. Saat kengerian ini menimpaku, ikatan pasangan kami, yang seharusnya untuk cinta, berubah menjadi alat penyiksaan. Ikatan itu memaksaku merasakan setiap detik kenikmatannya saat dia mengambil wanita itu lagi, di dalam mobil, hanya beberapa meter dari tempatku bersembunyi. Dia dan ibunya kemudian menjebakku atas tuduhan penganiayaan, menggali abu putraku dan membuangnya ke selokan, dan mencambukku dengan cambuk perak sebelum meninggalkanku untuk mati bersama sekelompok Rogue liar. Tapi aku selamat. Dan aku membuat pilihan. Aku tidak akan membalas dendam. Aku akan mencari pelupaan. Aku menemukan sebuah kawanan yang mempraktikkan sihir terlarang, sebuah ritual yang bisa menghapus bersih ingatanku. Aku akan menghapusnya, putra kami, dan setiap kenangan tentang kehidupan lamaku. Aku akan terlahir kembali.”
1

Bab 1

29/10/2025

2

Bab 2

29/10/2025

3

Bab 3

29/10/2025

4

Bab 4

29/10/2025

5

Bab 5

29/10/2025

6

Bab 6

29/10/2025

7

Bab 7

29/10/2025

8

Bab 8

29/10/2025

9

Bab 9

29/10/2025

10

Bab 10

29/10/2025

11

Bab 11

29/10/2025

12

Bab 12

29/10/2025

13

Bab 13

29/10/2025

14

Bab 14

29/10/2025

15

Bab 15

29/10/2025

16

Bab 16

29/10/2025