icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku

Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku

Penulis: Leo Grant
icon

Bab 1 

Jumlah Kata:1010    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

ku, aku pergi ke Arsip Kawanan untuk melak

hami. Pasanganku, Alpha Damian, memiliki anak lain-seorang putra rahas

Kawanan, tapi aku menemukan mereka di sebuah vila rahasia, tertawa. Dia,

niaku. Putraku tidak sekadar terpeleset dan jatuh ke sungai. Dia lari ketakutan

an mereka me

enjadi alat penyiksaan. Ikatan itu memaksaku merasakan setiap detik kenikmatannya saat dia

abu putraku dan membuangnya ke selokan, dan mencambukku dengan cambuk

pilihan. Aku tidak akan membalas

raktikkan sihir terlarang, sebuah ritu

dan setiap kenangan tentang kehidup

a

ANDANG

ah lingkaran sempurna yang mengejek. Empat tahun. Tepat empat

kertas kuno dan rahasia. Malam ini, aku di sini untuk melakukan ritual penenangan jiwa terakhir untuk Zayn.

bungkuk dengan mata keruh, menyambutku

penenangan jiwa," kataku,

r bersampul kulit gelap. "Tentu saja. Kami hanya perl

ian Blackwood... pasanganmu. Satu anak, Zayn Blackwood, almar

berat dan pekat, memenuhi

buku. "Anak kedua. Arion. Nama

i

g begitu terobsesi pada Damian hingga diusir, dinyatakan sebagai Rog

. Itu Damian, menggunakan Ikatan Batin kami. Hubungan suci antara pasa

eledu. "Aku mencintaimu. Aku sedang sibuk menangani

sa seperti es. Sebuah kebohongan. Aku bisa merasakan kepalsua

dan membisu sejak kematian Zayn,

a. Bukan pasanganku. Bukan Alpha yang telah b

uk buku besar itu dengan jari gemeta

kannya di secarik kertas. Aku merebutnya

pernah kukunjungi selama empat tahun. Aku parkir di seberang jalan

ian aku m

u. Alpha-

i wajah tampannya. Seorang wanita berambut hitam panjang, Lila, berjalan ke arahnya.

anak itu, ber

lurkan tangan, tangannya mendarat dengan alami di pinggang Lila, menariknya lebih de

seperti terkoy

ernah kulihat sebelumnya, sebuah sarang rahasia yang tersembunyi. Aku mengawasi dari jalan saat mereka bermain di taman, Damian mendorong anak

i. Aku masuk melalui garasi bawah tanah dan bersembunyi di balik p

aroma wanita itu. Bukan parfum. Itu adalah aroma primal dan musky dari s

endengarkan. Mereka

mu hari ini," suara Lila manis, m

a Damian berat.

itu. Kita hanya... larut dalam suasana. Lolongan kita... bagaimana

berh

seakan

bermain di tepi sungai. Mereka bilang dia te

ernyat

erkendali, telah menakuti anak laki-lakiku. Dia berlari, ket

membanjiri inderaku, ditransmisikan melalui ikatan pasangan. I

ulutku untuk m

garasi rumah yang kubagi dengannya. Dia mengambilnya, menandainya, tubuh mereka bergerak bersama dalam ritme pen

a hancur. Duniaku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku
Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku
“Pada peringatan empat tahun kematian putraku, aku pergi ke Arsip Kawanan untuk melakukan ritual penenangan jiwa bagi arwahnya. Namun, catatan di sana menunjukkan sebuah kebenaran yang tak bisa kupahami. Pasanganku, Alpha Damian, memiliki anak lain-seorang putra rahasia dengan serigala betina yang pernah ia sebut sebagai penguntit gila. Dia berbohong melalui ikatan batin suci kami, mengaku ada urusan darurat Kawanan, tapi aku menemukan mereka di sebuah vila rahasia, tertawa. Dia, selingkuhannya, dan putra mereka-sebuah keluarga yang sempurna dan bahagia. Bersembunyi di garasiku sendiri, aku mendengar percakapan yang menghancurkan duniaku. Putraku tidak sekadar terpeleset dan jatuh ke sungai. Dia lari ketakutan, ngeri mendengar suara perkawinan liar mereka yang tak terkendali di dekat situ. Perselingkuhan mereka membunuh bayiku. Saat kengerian ini menimpaku, ikatan pasangan kami, yang seharusnya untuk cinta, berubah menjadi alat penyiksaan. Ikatan itu memaksaku merasakan setiap detik kenikmatannya saat dia mengambil wanita itu lagi, di dalam mobil, hanya beberapa meter dari tempatku bersembunyi. Dia dan ibunya kemudian menjebakku atas tuduhan penganiayaan, menggali abu putraku dan membuangnya ke selokan, dan mencambukku dengan cambuk perak sebelum meninggalkanku untuk mati bersama sekelompok Rogue liar. Tapi aku selamat. Dan aku membuat pilihan. Aku tidak akan membalas dendam. Aku akan mencari pelupaan. Aku menemukan sebuah kawanan yang mempraktikkan sihir terlarang, sebuah ritual yang bisa menghapus bersih ingatanku. Aku akan menghapusnya, putra kami, dan setiap kenangan tentang kehidupan lamaku. Aku akan terlahir kembali.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 16