Kesetiaanku Kau Balas Dengan Luka

Kesetiaanku Kau Balas Dengan Luka

Ilham Saputra

5.0
Komentar
1
Penayangan
24
Bab

Haura Ghania Eftikhar, seorang wanita tangguh yang bekerja sebagai tentara bayaran, tidak pernah percaya pada cinta. Hidupnya penuh dengan misi dan perhitungan, hingga suatu hari ia bertemu dengan Sean Wijaya, CEO tampan dan karismatik yang menawarkan dunia yang berbeda: cinta tulus dan perhatian tanpa lelah. Awalnya skeptis, Haura perlahan luluh pada ketulusan Sean. Ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai tentara bayaran dan mengambil alih posisi sebagai CEO di perusahaan pamannya, demi menjaga rahasianya dari sang kekasih. Sean mengejar cintanya bertahun-tahun dengan penuh kesabaran, membuat Haura akhirnya menyerahkan hatinya. Pernikahan mereka berjalan bahagia, namun kebahagiaan itu ternoda ketika Haura menyaksikan sendiri pengkhianatan Sean-ia melihat pria itu memperlakukan wanita lain dengan mesra di depan matanya. Hati Haura hancur, dan Sean baru merasakan penyesalan mendalam ketika Haura memilih pergi. Ia meminta kesempatan kedua, berjanji untuk memperbaiki segalanya. Namun, di tengah kekacauan hati Haura, seorang remaja tampan muncul, menawarkan cinta yang tulus tapi dibalut obsesi.

Kesetiaanku Kau Balas Dengan Luka Bab 1 kemungkinan bahaya

Hujan turun deras malam itu, membasahi jalanan Jakarta yang padat. Lampu jalan memantul di genangan air, menciptakan kilau warna-warni yang memecah kegelapan malam. Di antara kerumunan manusia yang tergesa-gesa mencari tempat berteduh, Haura Ghania Eftikhar melangkah dengan mantap. Jaket hitam yang menempel di tubuhnya basah oleh hujan, namun langkahnya tak terganggu. Matanya yang tajam memindai setiap sudut jalan, setiap bayangan yang bergerak, setiap kemungkinan bahaya yang mungkin muncul.

Haura bukan wanita biasa. Di balik wajah cantik dan raut wajahnya yang tenang, tersembunyi kehidupan yang keras-seorang tentara bayaran yang sudah menjalani berbagai misi berbahaya sejak usia muda. Tidak ada ruang untuk cinta atau kelemahan dalam hidupnya. Semua yang dia tahu adalah tugas, strategi, dan keberanian. Kata hati yang lemah tak pernah menjadi bagian dari dunianya.

Namun malam itu, sesuatu di dalam dirinya terasa berbeda. Meskipun hujan dan malam menakutkan, ada perasaan aneh yang berbaur dengan dinginnya udara. Haura tidak menyadari bahwa hidupnya akan segera berubah-selamanya.

Ia memasuki sebuah gedung pencakar langit yang menjadi markas salah satu perusahaan terbesar di Jakarta. Perusahaan itu bukan miliknya, tapi pamannya, seorang taipan yang mempercayakan sebagian besar urusan bisnis kepada Haura karena kecakapannya yang luar biasa. Pekerjaan Haura sebagai CEO di sana hanyalah salah satu sisi kehidupannya; sisi yang harus ia pertahankan untuk menjaga rahasia terbesar dalam hidupnya. Rahasia bahwa ia bukan sekadar wanita biasa, melainkan seorang tentara bayaran yang lihai, terlatih, dan tak kenal takut.

Pintu lift menutup dengan bunyi halus, dan Haura menatap pantulan dirinya di cermin lift. Rambut panjangnya yang basah menempel di pipi, dan matanya yang tajam menatap seolah menantang dunia. "Haura, kamu ini benar-benar gila," gumamnya pada dirinya sendiri. "Menjadi CEO di siang hari, tentara bayaran di malam hari. Hidupmu benar-benar... gila."

Belum sempat ia menatap lagi, pintu lift terbuka, dan seorang pria berdiri di depannya. Tinggi, tegap, dengan setelan jas hitam yang pas di tubuhnya, dan wajah tampan yang memancarkan karisma. Matanya menatap Haura dengan campuran penasaran dan kekaguman, seolah melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya.

"Haura Ghania Eftikhar?" pria itu menegaskan, suaranya hangat dan tegas. "Saya Sean Wijaya. Senang bertemu dengan Anda."

Haura mengerutkan alis. "Ya... dan Anda siapa?" Suaranya dingin, tetap menjaga jarak. Tak ada yang bisa menembus dinding hatinya, dan ia berniat mempertahankannya.

Sean tersenyum tipis, tak terpengaruh oleh sikap Haura. "CEO baru perusahaan ini. Sebenarnya, saya datang untuk membicarakan proyek kerja sama dengan paman Anda."

Haura mengangguk, tetap tenang, meskipun hatinya sedikit berdebar. Ada sesuatu tentang pria ini-sesuatu yang membuatnya tidak bisa sepenuhnya bersikap dingin. Namun, ia segera menepis perasaan itu. "Baiklah, mari kita bicara di ruang konferensi," jawabnya.

Mereka berjalan bersama menuju lift yang membawa mereka ke lantai atas. Sepanjang perjalanan, Sean terus menatap Haura, seolah mencoba membaca rahasia yang tersimpan di matanya. Haura, di sisi lain, tetap tenang, mencoba menutupi rasa penasaran yang muncul. Ia tidak pernah membiarkan orang lain menembus dirinya. Tidak pernah.

Di ruang konferensi, Sean memulai pembicaraan dengan profesional. Ia menjelaskan visi perusahaan, strategi ekspansi, dan proyek-proyek ambisius yang akan dijalankan. Haura mendengarkan dengan seksama, mencatat setiap detail, tetapi pikirannya tidak sepenuhnya fokus pada pekerjaan. Ada sesuatu tentang ketenangan dan karisma Sean yang mengganggu perhatiannya.

Setelah pertemuan selesai, Sean menatap Haura dengan serius. "Haura, saya tahu ini mungkin terdengar aneh, tapi saya ingin mengenal Anda lebih jauh. Bukan hanya sebagai CEO, tapi sebagai Haura-seorang wanita yang terlihat memiliki dunia sendiri."

Haura terkejut. Ia tidak pernah membayangkan ada seseorang yang ingin mengenalnya di luar pekerjaan. "Maaf, saya tidak percaya pada cinta," katanya singkat, mencoba menutup pembicaraan itu.

Sean tersenyum, tanpa sedikit pun kehilangan keyakinan. "Saya tidak meminta Anda percaya sekarang. Tapi percayalah, saya tidak akan menyerah begitu saja."

Malam itu, Haura pulang dengan pikiran campur aduk. Sean Wijaya bukan sekadar CEO tampan yang pandai berbicara; ia adalah sosok yang mampu membuat hatinya bergetar-sesuatu yang tidak pernah ia rasakan selama hidupnya sebagai tentara bayaran. Perasaan itu membuatnya takut, karena ia tahu terlalu banyak rahasia yang harus dijaga, terlalu banyak luka yang tersembunyi.

Hari-hari berikutnya, Sean terus muncul dalam kehidupannya, menawarkan bantuan, perhatian, dan senyum yang tulus. Ia tidak hanya mengejar Haura, tapi juga memahami dunianya yang keras dan penuh rahasia. Lambat laun, Haura mulai merasakan sesuatu yang asing di hatinya-rasa nyaman, rasa ingin dilindungi, dan bahkan... rasa cinta.

Namun, cinta bukanlah hal mudah bagi Haura. Setiap kali ia mulai membuka hati, bayangan kehidupannya sebagai tentara bayaran menghantui. Ia tahu, jika Sean mengetahui siapa dirinya sebenarnya, semuanya bisa hancur. Rahasia itu harus tetap tersembunyi, bahkan dari orang yang paling dicintainya.

Suatu malam, saat hujan turun lagi, Haura menemukan dirinya berdiri di balkon apartemennya, menatap kota yang basah dan terang oleh lampu. Teleponnya bergetar-sebuah pesan dari Sean. "Apakah kau ingin makan malam bersama besok? Aku ingin mendengar lebih banyak tentang dunia yang hanya kau tahu."

Haura tersenyum tipis. Ia tahu ini langkah berbahaya, tapi ada sesuatu yang membuatnya ingin menyerah pada perasaan itu. Untuk pertama kalinya, ia mempertimbangkan untuk membiarkan seseorang masuk ke dalam dunianya-meskipun hanya sedikit.

Malam itu, Haura tidak menyadari bahwa hidupnya akan berubah lebih cepat daripada yang ia bayangkan. Sean bukan sekadar pria yang menawarkan cinta; ia adalah badai yang akan menghantam dunia Haura, menguji batas kesetiaan, keberanian, dan rahasianya.

Dan di sisi lain, ada peringatan yang berbisik dalam hatinya: jangan terlalu percaya. Jangan terlalu mudah luluh. Karena dunia yang Haura tinggali adalah dunia keras, di mana cinta dan pengkhianatan sering berjalan berdampingan.

Namun, Haura Ghania Eftikhar bukanlah wanita yang mundur dari tantangan. Dengan mata yang bersinar tajam dan tekad yang tak tergoyahkan, ia bersiap menghadapi badai yang akan datang, tanpa menyadari bahwa badai itu sudah ada di hadapannya-dalam sosok Sean Wijaya yang tampan, karismatik, dan tak kenal lelah mengejar cinta yang diyakininya tulus.

Malam itu, Haura menarik nafas dalam, menatap kota di bawahnya, dan untuk pertama kalinya, hatinya mulai membuka sedikit celah. Cinta mungkin bukan sesuatu yang ia percayai, tapi Sean... mungkin saja, mampu membuatnya percaya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Ilham Saputra

Selebihnya

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Kesetiaanku Kau Balas Dengan Luka Kesetiaanku Kau Balas Dengan Luka Ilham Saputra Romantis
“Haura Ghania Eftikhar, seorang wanita tangguh yang bekerja sebagai tentara bayaran, tidak pernah percaya pada cinta. Hidupnya penuh dengan misi dan perhitungan, hingga suatu hari ia bertemu dengan Sean Wijaya, CEO tampan dan karismatik yang menawarkan dunia yang berbeda: cinta tulus dan perhatian tanpa lelah. Awalnya skeptis, Haura perlahan luluh pada ketulusan Sean. Ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai tentara bayaran dan mengambil alih posisi sebagai CEO di perusahaan pamannya, demi menjaga rahasianya dari sang kekasih. Sean mengejar cintanya bertahun-tahun dengan penuh kesabaran, membuat Haura akhirnya menyerahkan hatinya. Pernikahan mereka berjalan bahagia, namun kebahagiaan itu ternoda ketika Haura menyaksikan sendiri pengkhianatan Sean-ia melihat pria itu memperlakukan wanita lain dengan mesra di depan matanya. Hati Haura hancur, dan Sean baru merasakan penyesalan mendalam ketika Haura memilih pergi. Ia meminta kesempatan kedua, berjanji untuk memperbaiki segalanya. Namun, di tengah kekacauan hati Haura, seorang remaja tampan muncul, menawarkan cinta yang tulus tapi dibalut obsesi.”
1

Bab 1 kemungkinan bahaya

17/09/2025

2

Bab 2 perusahaan pamannya

17/09/2025

3

Bab 3 terasa berbeda

17/09/2025

4

Bab 4 Instingnya sebagai seorang CEO

17/09/2025

5

Bab 5 menandakan tekanan

17/09/2025

6

Bab 6 hanya melindungi

17/09/2025

7

Bab 7 memutuskan untuk menahan

17/09/2025

8

Bab 8 bercampur jadi satu

17/09/2025

9

Bab 9 Sepuluh menit

17/09/2025

10

Bab 10 jalan mundur

17/09/2025

11

Bab 11 terlalu percaya

17/09/2025

12

Bab 12 Dirga menghilang

17/09/2025

13

Bab 13 tidak ada ruang

17/09/2025

14

Bab 14 pikirannya tidak berada di sana

17/09/2025

15

Bab 15 semua dipantau

17/09/2025

16

Bab 16 beristirahat

17/09/2025

17

Bab 17 menutupi wajah

17/09/2025

18

Bab 18 reruntuhan

17/09/2025

19

Bab 19 Tidak mungkin

17/09/2025

20

Bab 20 belajar dari luka

17/09/2025

21

Bab 21 nyaris bersamaan

17/09/2025

22

Bab 22 dikendalikan

17/09/2025

23

Bab 23 keamanan

17/09/2025

24

Bab 24 terlalu panas

17/09/2025