Tante, mau kan jadi Mamaku?

Tante, mau kan jadi Mamaku?

Amih Lilis

4.8
Komentar
114.4K
Penayangan
53
Bab

Aku Intan Mulia Mardani. Mahasiswi tengah semester, tiba-tiba punya tetangga seorang duda yang gantengnya gak kaleng-kaleng. Mahardika Akbar Fahreza. Sayangnya, tuh duda punya anak nakalnya naudzubillah, yang tiap hari bikin aku naik darah. Ratu Isabella namanya. Membuat aku mikir 1000x untuk sekedar menggoda Ayah gantengnya. Karena aku gak mau mati muda menghadapi Si Bella ini. Meski ternyata Bella sudah menargetkan aku menjadi ibu sambungnya. Aku tetap bersikeras menolak, demi masa depanku yang masih panjang. "Tante, mau kan jadi Mamaku?" "Ogah!" "Papa?! Kita cari dukun yuk, buat pelet Tabte Intan!" Eh, apa-apaan itu, di kira aku ikan Lele apa pake di kasih pelet segala? Ikuti terus kisahku melawan Bella di sini, yang pasti penuh perjuangan. Happy reading ....

Tante, mau kan jadi Mamaku? Bab 1 Bella 1

*Happy Reading*

"Bohong, Om! Tante Intan banyak pacarnya. Jangan mau di jadiin cadangan!!"

Aku langsung mendengkus sebal. Ketika suara cempreng itu tiba-tiba saja menggelegar dari samping rumahku.

Sialan!!

Dasar bocah tengik!!

Badan seupil aja, reseknya minta ampun. Awas aja kamu, bocah sialan!!

"Anak itu, yang sering kamu ceritain?" tanya Guntur. Cowok yang baru saja akan pulang dari rumahku.

Guntur ini tuh gebetan aku di kampus. Dia itu ganteng, pinter, humble dan ... pokoknya paket komplit di mata aku.

Makanya, aku seneng banget pas akhirnya dia mau respon aku. Udah ke tahap mau anter jemput lagi. Kan, gimana aku gak jejingkrakan, coba?

Namun aku lupa, kalo aku tuh punya tetangga reseknya naudzubillah. Ah, ralat. Anaknya doang yang resek. Karna Bapak dan kakek neneknya justru baik banget. Cuma dia doang nih sebiji, Demen banget cari ribut sama aku. Entah karena apa?

Siapa lagi kalo bukan, Ratu Isabella.

"Iya. Itu bocahnya. Nyebelin banget, kan? Bikin aku jomblo terus gara-gara mulut lemesnya. Ih ... pengen aku cubit aja ginjalnya!" jawabku menggebu-gebu. Tak menutupi sedikit pun kekesalanku pada anak tetangga itu.

Guntur pun hanya terbahak saja menanggapiku. Kemudian mengusap rambutku dengan lembut. Sambil bilang, " Sabar, namanya juga anak-anak," ucapnya lembut. Membuat jantungku langsung kelojotan di buatnya.

Aduh! Hati anteng dikit, dong. Kan, mau kalo sampai Guntur denger kamu.

"Ingat dosa, Om! Bukan mahram!"

Setan!!!

Nih, bocah beneran ngerusak momen aja!!

"Bell, diam, gak? Nanti Tante cubit pantatnya, ya?" Omelku akhirnya. Yang sudah terpancing emosi.

"Cubit aja, nih!"

Namun, dasar emang si Bella anak setan! Dia malah nantangin aku. Sambil menunjukan bokong mungilnya di balik gerbang rumahnya. Membuat aku makin pengen bunuh tuh anak saja.

Berbeda denganku, Guntur malah kembali tertawa ngakak melihat tingkah si Bella. Sampai matanya menyipit sempurna.

Dih! Apa-apan itu? Lucunya di mana, coba?

"Anak itu gemesin, ya?"

Hah?!

Apaan? Gemesin?

"Gemesin pengen nyekek!" ceplosku. Karna memang bagiku, Si Bella itu gak ada lucu-lucunya. Yang ada malah nyebelinnya minta ampun.

"Jangan gitu. Anak itu cuma pengen becanda aja kok, sama kamu. Namanya juga gak punya ibu. Pasti dia pengen cari perhatian doang."

Ah iya, lupa kasih tau. Si Bella ini memang gak punya Ibu. Tapi, tolong jangan tanyakan ibunya di mana, padaku ya?

Karena aku juga gak tau!

Soalnya dari awal mereka tinggal di sini, kira-kira lima bulan yang lalu. Aku memang tak pernah melihat keberadaan wanita lain di rumah itu, selain neneknya, dan dirinya sendiri tentunya.

Namun, kalo tidak salah. Mama ku pernah bilang, Kalo orang tuanya si Bella ini sudah bercerai lama. Sejak Bella masih bayi. Karna selingkuh.

Entah itu benar atau tidak? Namanya gosip tetangga. Yang jelas, gara-gara gosip itu pula. Papanya Si Bella di nobatkan jadi Duren sawit paling hits.

Soalnya ... ya, memang ganteng sih orangnya. Aku aja tadinya naksir. Tapi berhubung tuh duren punya anak macem iblis cilik cem Si Bella. Aku pun mundur teratur. Karna gak mau mati muda akibat ulah tuh bocah.

Makasih banget!!

Mending aku gebet Guntur aja yang ketauan single. Yee kan?

"Aku juga tau kalo soal itu. Tapi ... gak gitu juga kali caranya nyari perhatian," balasku tak mau mengerti.

"Tante, cemen! Beraninya di mulut doang. Sini kalo berani. Nih, cubit pantat bella!" Si Bocah setan itupun kembali bersuara. Sambil menggoyang-goyangkan pantatnya. Membuat aku makin meradang.

Baru saja aku mau membalas teriakannya. Pak Dika, atau Bapaknya Bella sudah terlebih dahulu muncul dan menegur anaknya.

"Bella, masuk!" titahnya. Yang membuat tuh bocah langsung memberengut kesal sambil menghentakan kakinya.

Mamam, tuh!

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Amih Lilis

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Tante, mau kan jadi Mamaku? Tante, mau kan jadi Mamaku? Amih Lilis Romantis
“Aku Intan Mulia Mardani. Mahasiswi tengah semester, tiba-tiba punya tetangga seorang duda yang gantengnya gak kaleng-kaleng. Mahardika Akbar Fahreza. Sayangnya, tuh duda punya anak nakalnya naudzubillah, yang tiap hari bikin aku naik darah. Ratu Isabella namanya. Membuat aku mikir 1000x untuk sekedar menggoda Ayah gantengnya. Karena aku gak mau mati muda menghadapi Si Bella ini. Meski ternyata Bella sudah menargetkan aku menjadi ibu sambungnya. Aku tetap bersikeras menolak, demi masa depanku yang masih panjang. "Tante, mau kan jadi Mamaku?" "Ogah!" "Papa?! Kita cari dukun yuk, buat pelet Tabte Intan!" Eh, apa-apaan itu, di kira aku ikan Lele apa pake di kasih pelet segala? Ikuti terus kisahku melawan Bella di sini, yang pasti penuh perjuangan. Happy reading ....”
1

Bab 1 Bella 1

19/11/2021

2

Bab 2 Bella 2

19/11/2021

3

Bab 3 Bella 3

19/11/2021

4

Bab 4 Bella 4

19/11/2021

5

Bab 5 Bella 5

19/11/2021

6

Bab 6 Bella 6

19/11/2021

7

Bab 7 Bella 7

19/11/2021

8

Bab 8 Bella 8

22/11/2021

9

Bab 9 Bella 9

22/11/2021

10

Bab 10 Bella 10

22/11/2021

11

Bab 11 Bella 11

22/11/2021

12

Bab 12 Bella 12

22/11/2021

13

Bab 13 Bella 13

22/11/2021

14

Bab 14 Bella 14

22/11/2021

15

Bab 15 Bella 15

22/11/2021

16

Bab 16 Bella 16

22/11/2021

17

Bab 17 Bella 17

22/11/2021

18

Bab 18 Bella 18

22/11/2021

19

Bab 19 Bella 19

22/11/2021

20

Bab 20 Bella 20

22/11/2021

21

Bab 21 Bella 21

23/11/2021

22

Bab 22 Bella 22

23/11/2021

23

Bab 23 Bella 23

23/11/2021

24

Bab 24 Bella 24

23/11/2021

25

Bab 25 Bella 25

23/11/2021

26

Bab 26 Bella 26

23/11/2021

27

Bab 27 Bella 27

23/11/2021

28

Bab 28 Bella 28

23/11/2021

29

Bab 29 Bella 29

23/11/2021

30

Bab 30 Bella 30

23/11/2021

31

Bab 31 Bella 31

23/11/2021

32

Bab 32 Bella 32

23/11/2021

33

Bab 33 Bella 33

23/11/2021

34

Bab 34 Bella 34

23/11/2021

35

Bab 35 Bella 35

23/11/2021

36

Bab 36 Bella 36

23/11/2021

37

Bab 37 Bella 37

23/11/2021

38

Bab 38 Bella 38

23/11/2021

39

Bab 39 Bella 39

23/11/2021

40

Bab 40 Bella 40

23/11/2021