Calon Istriku Gadis Matre

Calon Istriku Gadis Matre

Syafira Dewi

4.5
Komentar
1.1K
Penayangan
60
Bab

Revan dan Nayla yang telah lama menjalin asmara, bermaksud melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Restu dari orang tua juga sudah mereka kantongi. Namun entah alasan dan sebab apa, Nayla tega menghianati cinta tulus sang Revan, kekasihnya. Revan yang kecewa memutuskan untuk menggagalkan pernikahannya . Namun saat Revan dan orang tuanya membatalkan nikah, Nayla menangis sejadinya, memohon agar Revan tetap melangsungkan pernikahannya karena Nayla telah hamil . Dan rahim yang di perutnya adalah darah daging Revan.

Bab 1 Perkenalan

Perkenalan

Tok...tok...tok....

"Assalamu'alaikum..." ucap Revan ketika sampai di rumah Alya.

"Wa'alaikumsalam... silakan masuk, pintunya tidak di kunci kok," jawab Alya dari dalam.

Alya adalah adik kandung Revan.Ia tinggal di sebuah rumah sederhana bersama suami dan anaknya.

Alya bergegas membuka pintu meski sudah mempersilakan tamunya.

"Eh kak Revan, mari silakan masuk kak." kata Alya sambil mencium punggung tangan kakak dan teman kakaknya.

"Terima kasih Alya, " Revan lalu masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

Alya pun menyusul dan segera membuatkan teh hangat untuk kakak dan temannya.

"Silakan di minum kak," kata Alya menyuguhkan teh manis untuk kakak dan temannya.

"Terima kasih, maaf jadi merepotkan." kata Revan pada adiknya.

"Nggak repot kok. Oh iya kak, ini pacar kakak ya? Kok nggak di kenalin ke aku sih?" ucap Alya sambil melirik ke arah teman wanita yang duduk bersebelahan dengan Revan.

"Sabar dong... Nih kenalin, dia temen kakak namanya Nayla. Dan Nayla, ini adikku namanya Alya." kata Revan memperkenalkan temannya pada Alya.

"Hay mbak, aku Alya adiknya kak Revan." kata Alya memperkenalkan diri.

Alya dan Nayla berjabat tangan tanda perkenalan. Baru sekali ini Revan mengajak teman wanita ke rumah Alya.

Setelah Alya menikah duluan dan memilih tinggal pisah dari orang tuanya.

Alya dan suaminya milih kontrak rumah dengan alasan ingin lebih mandiri setelah berumah tangga.

"Kak Revan dari mana? Tumben main ke sini bawa cewek." kata Alya .

"Dari rumah Nayla kok, sekali - kali nggak papa kan? Biasanya kan main sendiri." jawab Revan

.

"Hehe...iya kak. Aku juga seneng jadi tambah teman." Alya tersenyum ke arah Nayla.

Sementara kakak beradik ini asyik ngobrol, Nayla yang belum kenal dengan Alya, hanya memilih diam dan menjadi pendengar di setiap obrolan mereka.

"Kak Re... mbak Nayla rumahnya man sih? Ajak aku main dong." kat Alya berlagak seperti anak kecil.

Nayla dengan cepat menyebutkan alamat rumahnya. Dia juga mengungkapkan bahwa ia sangat senang jika Alya mau main ke rumahnya.

Mereka semakin larut dan asyik.

Hingga siang tiba, Alya segera menyiapkan makan siang .

Alya yang memang terkenal anak yang supel, dengan mudah bergaul dan mengenal Nayla. Nayla juga orangnya asyik dan mudah bergaul.

"Kak Re, mbk Nayla udah di ajak ke rumah belum?" tanya Alya pada Revan..

Nayla tiba - tiba tersedak makanan ketika mendebgar pertanyaan Alya.

"Belum Al, kakak belum siap mengajak Nayla ke rumah." jawab Revan.

"Lho kenapa belum siap? Bukankah itu malah bagus kak? jadi ayah dan ibu juga bisa kenaln sama mbak Nayla. Iya kan Mbak Nay?" celoteh Alya.

"Hmmm... iya Al. Tapi bukan searang waktunya. Mbak dan Mas Revan akan mencari waktu yang lebih tepat untuk ketemu orang tua." jawab Nayla.

"Oh...ya udah gimana baik nya aja kak. Aku percaya kakak pasti tahu yang terbaik." kata Alya.

Revan dan Nayla terdiam. Alya pun melanjutkan makan siangnya.

"Kamu tinggal sama siapa di sini Al? Dari tadi aku tidak melihat siapa pun srlain kita." tanya Nayla.

"Aku tinggal sama anak dan suami mbak, kebetulan anakku masih di rumah mbah. " jawab Alya

"Lalu suamimu kemana?" selidik Nayla.

"Dia sedang kerja mbak, pulangnya nanti sore." papar Alya.

Suami Alya memang sedang bekerja dan anak Alya si Riyan sedang di rumah neneknya.

Riyan biasa di titipkan sama nenek karena Alya harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suaminya yang hanya jualan siomay keliling belum cukup untuk kebutuhan keluarga kecilnya.

Apalagi dengan rumah kontrakan yang harus membayar setiap bulannya.

"Anak mu cewek atau cowok Al? Kapan - kapan ajak ke rumah ku dong, biar makin kenal dan akrab." kata Nayla.

"Cowok mbak, baru umur tiga tahun . Insyaalloh kalau aku libur kerja main ke rumah mbak Nayla." papar Alya.

"Tapi itu pun jika kak Revan mau." Alya melanjutkan kalimatnya.

"Mas Revan mau kan?" tanya Nayla.

Revan menghela nafas dalam - dalam.

Ia seperti tampak berfikir sejenak.

"Iya kakak mau kok. Memang kamu kapan libur kerja?" tanya Revan pada Alya.

"Alya libur setiap hari Minggu kak."

"Ya sudah kalau kamu libur, kakak ajak main ke rumah Nayla." ucap Revan datar.

"Yaaahhh... kak Revan kaya nggak ikhlas gitu." kata Alya.

"Iya si mas, seperti nya mas keberatan ke rumahku." kata Nayla menyela.

Revan kembali harus menghela nafas panjang mendengar penuturan adik dan pacarnya.

Entah apa yang Revan pikirkan. Ia seperti masih sungkan jika ke rumah Nayla.

"Ikhlas kok, apa sih yang nggak buat kalian?" tanya Revan.

"Ah kak Revanbisa aja ngegombalnya. Awas hati - hati mbak Nay. Jangan sampai kemakan rayuan gombalnya." gurau ku pada mereka.

Revan dan Nayla terkekeh mendengar kata - kata Alya.

"Alya...Alya... Nayla tuh udah kemakan kata gombalku, buktinya dia mau aja jadi pacarku." kata Revan sambil menahan tawa.

Nayla melotot ke arah Revan. Ia tahu jika kekasihnya sedang bercanda.

"Kak Revan ini...ada - ada aja. Mbak Nayla tuh cinta sama kakak, bukan karena kata gombal yang kakak ucap. Iya kan mbak Nay?" papar Alya pada kakaknya.

"Hmmmm.... iya Al. Tapi nggak tahu kalau kakakmu itu gimana?" kata Nayla.

Alya dan Nayla melirik ke arah Revan. Revan terlihat clingukan. Memikirkan apa yang harus ia katakan. Untunglah otak Revan bekerja dengan sigap. Jadi untuk menjawab pertanyaan Nayla bukanlah hal yang sulit baginya.

"Kalau aku tak cinta padamu, untuk apa aku bawa kamu kemari? Buat apa aku kenalkan kamu pada keluargaku,hah?" kata Revan membalikkan pertanyaan Nayla.

Alya tersenyum mendengar jawaban Kakaknya. Ia tahu jika kakaknya serius menjalin hubungan dengan Nayla. Menurut pandangan Alya, Nayla orang yang baik, solan dan perhatian. Alya yakin jika Nayla bisa menjadi istru yang baik untuk kakaknya. Dan juga ibu yang sholehah untuk putra putri kakaknya kelak.

Saking asyiknya mengobrol, mereka tak sadar jika hati sudah sore. Nayla mengajak Revan untuk pulang.

"Al, udah sore nih. Kita pamit pulang dulu ya." ucap Nayla.

"Yaahh...masih jam berapa ini? Nanti lah,

suamiku juga belum pulang, aku sepi kalau harus di rumah sendiri." kata Alya.

"Kamu bukannya harus menjemput anakmu?" tanya Nayla.

"Iya, tapi nanti jika suamiku udah pulang. Kita jemput Riyan bareng." kataku menjelaskan.

"Oh... berarti masih nanti ya kamu jemput anakmu." Nayla meyakinkan.

"Iya mbak, tenang aja kok."jawabku.

Nayla terdiam beberapa saat.

"Tapi kita harus tetap pamit Al, hari sudah sore." kata Nayla.

"Hmmm... ya udah deh kalo maksa . Kalian hati - hati di jalan." kata Alya

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam

Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam

Juno Lane
5.0

Sabrina dibesarkan di sebuah desa terpencil selama dua puluh tahun. Ketika dia kembali ke orang tuanya, dia memergoki tunangannya berselingkuh dengan saudara angkatnya. Untuk membalas dendam, dia tidur dengan pamannya, Charles. Bukan rahasia lagi bahwa Charles hidup tanpa pasangan setelah tunangannya meninggal secara mendadak tiga tahun lalu. Namun pada malam yang menentukan itu, hasrat seksualnya menguasai dirinya. Dia tidak bisa menahan godaan terhadap Sabrina. Setelah malam penuh gairah itu, Charles menyatakan bahwa dia tidak ingin ada hubungan apa pun dengan Sabrina. Sabrina merasa sangat marah. Sambil memijat pinggangnya yang sakit, dia berkata, "Kamu menyebut itu seks? Aku bahkan tidak merasakannya sama sekali. Benar-benar buang-buang waktu!" Wajah Charles langsung berubah gelap. Dia menekan tubuh Sabrina ke dinding dan bertanya dengan tajam, "Bukankah kamu mendesah begitu tidak tahu malu ketika aku bersamamu?" Satu hal membawa ke hal lain dan tidak lama kemudian, Sabrina menjadi bibi dari mantan tunangannya. Di pesta pertunangan, sang pengkhianat terbakar amarah, tetapi dia tidak bisa meluapkan kemarahannya karena harus menghormati Sabrina. Para elit menganggap Sabrina sebagai wanita kasar dan tidak berpendidikan. Namun, suatu hari, dia muncul di sebuah pesta eksklusif sebagai tamu terhormat yang memiliki kekayaan miliaran dolar atas namanya. "Orang-orang menyebutku lintah darat dan pemburu harta. Tapi itu semua omong kosong belaka! Kenapa aku perlu emas orang lain jika aku punya tambang emas sendiri?" Sabrina berkata dengan kepala tegak. Pernyataan ini mengguncang seluruh kota!

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku