Setelah Dihianati Adik Kandumh

Setelah Dihianati Adik Kandumh

bonamija(Mondi)

5.0
Komentar
98
Penayangan
15
Bab

Niat hati ingin membuat kejutan untuk keluarga besarnya, Arini justru dikejutkan dengan pernikahan sang adik. Ternyata selama delapan tahun berada di luar negeri menjadi TKW dibalas dengan penghianatan sang adik. Ya, Alma menikah dengan Aksa yang tak lain adalah kekasih Arini. Lantas bagaimana dengan nasib cinta mereka bertiga? Dalam kehampaan, ada sosok laki-laki yang begitu mencintai Arini. Lantas, siapa yang akan dipilih Arini, Aksa atau laki-laki baru itu?

Setelah Dihianati Adik Kandumh Bab 1 Satu

Arini 8 tahun yang lalu.

"Rin... niatmu sampek ke luar negeri untuk bekerja apa? Jika hanya untuk gegayaan kaya orang-orang, Bapak nggak akan kasih kamu izin. Kamu tahu, 'kan? Banyak berita buruk tentang para tkw itu. Mereka pulang membawa anak tanpa tahu siapa bapaknya. Bapak, nggak mau kamu seperti itu," kata Wahyono dengan nada tegas saat anak sulungnya meminta izin untuk bekerja ke luar negeri.

Arini terdiam sebentar memikirkan jawaban yang tepat untuk sang ayah. Laki-laki yang kini tampak rapuh karena penyakit stroke itu tampak seperti menahan tangis. Bagaimana tidak, ia merasa tidak tega saat anak-anaknya harus membantu perekonomian keluarga ini. Suratmi, sang istri hanyalah seorang buruh serabutan yang tidak setiap hari ada yang memakai jasanya.

Kehidupan Wahyono memang sejak dulu susah. Arini adalah anak sulung dan merasa harus bertanggungjawab dengan kelangsungan hidup keluarga ini. Ia masih punya dua adik. Alma dan Satria si bungsu. Mereka masih sekolah di bangku SMP dan SD. Biaya sekolah saat ini tidaklah murah.

"Bapak, sebelumnya, saya minta maaf bukan ingin menjadi seperti mereka. Tapi, niat saya kerja jadi TKW agar setidaknya Alma dan Satria bisa kuliah. Dengan mereka kuliah, kita bisa mengubah nasib keluarga ini menjadi lebih baik. Tidak usah memikirkan saya nanti bagaimana di sana. Saya akan baik-baik saja di sana." Arini menjawab dengan tenang ucapan sang ayah.

"Kalo memang itu niat kamu, Bapak akan tanda tangani surat ini," kata Wahyono yang sebenarnya berat hati.

Percakapan itu mendadak terputar di kepala Arini saat ini. Ia masih sangat syok di depan rumahnya sendiri. Baru saja tiba, mendadak, semua saksi mengucapkan kata 'sah.' Dalam hati Arini masih berpikir positif. Namun, setelah melihat siapa yang menikah, ia kembali mendapatkan syok yang luar biasa.

"Loh, itu Arini!" Seru salah satu warga dengan suara lantang dan membuat banyak tamu undangan menoleh ke arah Arini.

Arini menunduk dan mengusap air matanya dengan cepat. Di depan sana, sang adik baru saja resmi menjadi istri seorang laki-laki. Mengapa harus kekasih Arini yang dinikahi Salma? Sejak kapan mereka punya hubungan?

"Ya, Allah, Rin, kamu kok pulang nggak ngasih kabar keluarga?" tanya Ranti dengan wajah menahan rasa kasihan pada Arini.

"Aku mau bikin kejutan tapi justru aku yang terkejut," jawab Arini sambil tersenyum, menertawakan nasibnya saat ini.

"Ya Allah, Rin. Ayo ke rumah Bulek dulu, biar kamu bisa istirahat." Ranti tahu bagaimana perasaan sang keponakan.

"Bulek, kenapa nggak ada yang ngabarin aku?" tanya Arini menahan tangisnya agar tidak pecah di hari bahagia Alma dan Aksa yang tak lain adalah sang kekasih.

"Bu-Bulek minta maaf, ya." Ranti sangat panik saat ini.

Arini tersenyum miris. Ia lalu mengikuti langkah sang bibi menuju rumah wanita itu. Hanya berjarak dari rumah kedua orang tuanya yang kini telah direnovasi. Namun, mereka justru tidak memberikan kabar perihal pernikahan Alma. Kecewa, sakit hati, marah, dan banyak perasaan lain yang ada di hati dan pikiran Arini saat ini.

Sementara itu, acara resepsi pernikahan Aksa dan Alma saat ini menjadi sorotan banyak warga. Sudah jelas jika Alma merebut kekasih sang kakak. Jahat? Entahlah, dalih mereka adalah saling mencintai. Wajah Aksa mendadak seputih kertas.

Bagaimana tidak, sampai dengan dua hari yang lalu, Aksa masih menghubungi Arini. Hubungan mereka tidak ada masalah sama sekali. Kontrak kerja Arini tinggal satu tahun lagi. Arini sengaja mengambil cuti untuk pulang ke rumah untuk memberikan kejutan.

Pukul sebelas malam, mereka semua berkumpul di rumah Ranti. Wajah mereka semua tampak tegang. Wahyono menatap ke arah anak sulungnya. Ada perasaan bersalah yang menggelanyutinya.

"Arini... Bapak minta maaf, ya. Ini semua terjadi begitu saja. Bapak tidak punya pilihan," kata Wahyono dengan mata berkaca-kaca.

"Nggak terjadi begitu saja, Pak. Aku sama Mas Aksa sudah lama saling cinta." Alma menyela ucapan sang ayah. "Iya, 'kan Mas Aksa? Mas Aksa bilang juga sudah lama putus dari Mbak Arini. Jadi, sebenarnya tidak ada yang harus minta maaf di sini," kata Alma dengan angkuhnya.

Aksa hanya menunduk, lantai keramik di rumah Ranti lebih menarik. Ia tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan dan menjelaskan apa pun pada Arini. Entahlah, perasaan bersalah itu mendadak menghantuinya. Arini punya cinta yang tulus hanya saja, ketika diajak menikah terus saja menolak. Arini selalu meminta agar Aksa menunggu.

"Jangan menyela ucapan, Bapak. Ada waktunya kamu berbicara!" Wahyono menegur Alma dengan tegas.

"Ya, mau sekarang atau nanti jawabannya juga sama. Ngapain harus nunggu sampai nanti. Aku juga ngantuk, Pak!" Alma berani membentak sang ayah.

"Kamu ini! Ingat, kamu bisa menjadi seperti sekarang ini juga karena Mbakmu, Arini!" Wahyono kehabisan kesabaran pada adik Arini.

"Memang! Aku akan kembalikan semua uang Mbak Arini. Aku udah hitung semua biaya kuliah yang dikeluarkan oleh Mbak Arini. Tenang saja!" Alma sangat angkuh saat ini. "Satria, mulai sekarang kamu juga harus hitung berapa uang biaya kuliah dan kembalikan pada Mbak Arini," kata Alma menunjuk Satria adik bungsunya itu.

"Cukup!" Seharusnya kalian berdua meminta maaf pada Arini. Bukan hanya kalian saja, tapi Mas Wahyono dan Mbak Sri juga harus meminya maaf pada Arini. Di sini, Arini yang seharusnya menjadi pihak tersakiti," tegur Rasman suami Ranti yang merasa muak dengan ulah Wahyono yang tidak tegas.

"Sudahlah, aku tidak gila maaf. Ini sudah terjadi. Selamat atas pernikahan kalian," kata Arini dengan wajah yang sulit ditebak.

Ucapan Arini membuat Aksa mendongak. Mata mereka bertemu dan menyiratkan kerinduan. Arini segera memutus pandangan dan menatap ke arah lain. Rasa sakit hati yang luar biasa membuat air mata Arini susah keluar.

"Pak, Bu, saya ingin bicara pada Arini," kata Aksa tanpa menoleh ke arah Salma.

"Tidak usah. Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Kisah kita ternyata sudah usai tanpa aku sadari. Aku yang salah di sini. Sekarang, pulanglah. Biarkan aku istirahat sebentar," kata Arini lalu beranjak dari duduknya.

Aksa tercekat saat mendengar ucapan Arini. Perempuan yang menjadi cinta pertamanya itu seolah tidak terusik. Seharusnya, Arini akan mengamuk, tetapi sebaliknya. Aksa tidak bisa berkata-kata lagi. Ia terpaksa kembali ke rumah Wahyono.

Arini masuk ke kamar tamu. Ia menutup pintu lalu menguncinya. Arini mengembuskan napas panjang, berharap jika bisa sedikit meringankan masalahnya. Namun, tidak, kini air matanya tumpah.

Pagi datang dengan cepat. Arini sudah bangun dari Subuh. Ia membantu Ranti di dapur. Tidak banyak obrolan antara bibi dan keponakan itu.

"Mbak Arini, aku mau kembalikan uangmu. Mau cash atau masuk ke rekening," ucap Alma yang entah sejak kapan ada di dapur Ranti itu.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh bonamija(Mondi)

Selebihnya
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Romantis

5.0

Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama sekali tidak tahu tentang obat itu!" Ara menjerit penuh kesakitan saat mengatakan pada Revan. Semua terjadi begitu saja. Mayang kini terbaring di rumah sakit karena pendarahan hebat. Ara sama sekali tidak tahu dengan obat yang ditemukan di kamar miliknya oleh Revan. Ia bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. Botol obat itu sangat asing baginya. "Aku akan mengurus perceraian ini. Aku tidak lagi peduli jika keluargamu mengambil saham dan menarik semua kerja sama itu. Yang pasti kamu akan berurusan dengan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rasa iri dan dengki kamu membuat kamu lupa diri. Aku semakin tidak bisa menerima kehadiranmu saat ini. Kamu tahu, Mayang lebih baik dari kamu. Dia yang selalu8 memintaku untuk bersama kamu. Aku jijik saat bersamamu, hanya demi melihat senyum di wajahnya aku terpaksa setuju. Jangan dulu besar kepala saat aku berusaha bersama denganmu!" Revan menyakiti hati Ara dengan kejam. Ara terhuyung ke belakang. Tubuhnya hampir saja roboh jika Bik Ijah tidak membantunya berdiri. Air mata itu terus mengalir deras pada pipi mulusnya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika Revan mengatakan hal sangat menyakiti hatinya saat ini. Pengorbanannya hanyalah sia-sia saat ini. Lalu, siapakah dalang dibalik keguguran yang dialami oleh Mayang? Akankah Ara kembali memaafkan Revan setelah tahu fakta yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka bertiga setelah fakta dan kebenaran itu mendadak muncul?

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Lainnya

5.0

"Mas Arsa ... bukan aku tidak mencintaimu lagi. Hanya saja ...." Amelia Putri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tidak sanggup. "Hanya saja apa? Karena Prita?" Arsa kini berani menyebutkan nama wanita simpanannya saat mereka sedang sidang mediasi perceraian. Rumah tangga mereka sudah diujung tanduk dan karir Arsa pun akan hancur sebagai polisi. Video hubungan intim Arsa dan Prita Yuliana tersebar. Bukan Arsa jika tak pandai mengelak. Ia menggunakan uang keluarga besarnya untuk memusnahkan video itu. Bukan menutup mata dari apa yang dilakukan sang suami, tetapi Amelia memilih diam saat ini. Diam, agar rumah tangganya baik-baik saja. Ia tidak ingin bercerai demi anak-anaknya. Sayang apa yang dilakukannya ternyata tidak dihargai oleh Arsa dan keluarganya. Fakta sulit dan menyakitkan terpampang di depan mata Amelia. Ibu mertuanya yang selama ini dianggap menyayangi dengan tulus ternyata hanya berpura-pura. Sakit dan sesak dada Amelia ketika harus mengetahui kenyataan jika Ratna--sang ibu mertua lebih merestui hubungan Arsa dengan pelakor itu. Kini Amelia dihadapkan dengan dilema; menuntut cerai sang suami harus siap keluar dari rumah mereka berdua. "Ada calon anak kamu yang membutuhkan ayahnya kelak. Aku akan ikhlas dengan semua ini. Mari kita berpisah dan jalani hidup masing-masing." Amelia mengambil sikap tegas kali ini. "Apa?!' Arsa tidak bisa menerima kenyataan itu karena sudah jelas karirnya akan hancur. Akankah Arsa bisa meluluhkan hati Amelia setelah penghianatannya selama empat tahun? Lalu bagaimana dengan Amelia yang harus berusaha menghidupi ketiga anaknya? Akankah sosok cantik itu mampu bertahan dengan kerasnya hidup? Atau Amelia harus menyerah dan memilih hidup bertiga dengan madu-nya?

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Setelah Dihianati Adik Kandumh Setelah Dihianati Adik Kandumh bonamija(Mondi) Lainnya
“Niat hati ingin membuat kejutan untuk keluarga besarnya, Arini justru dikejutkan dengan pernikahan sang adik. Ternyata selama delapan tahun berada di luar negeri menjadi TKW dibalas dengan penghianatan sang adik. Ya, Alma menikah dengan Aksa yang tak lain adalah kekasih Arini. Lantas bagaimana dengan nasib cinta mereka bertiga? Dalam kehampaan, ada sosok laki-laki yang begitu mencintai Arini. Lantas, siapa yang akan dipilih Arini, Aksa atau laki-laki baru itu?”
1

Bab 1 Satu

04/07/2025

2

Bab 2 Dua

04/07/2025

3

Bab 3 Tiga

04/07/2025

4

Bab 4 Empat

04/07/2025

5

Bab 5 Lima

04/07/2025

6

Bab 6 Setelah Dihianati Adik Kandung 6

10/07/2025

7

Bab 7 Setelah Dihianati Adik Kandung 7

10/07/2025

8

Bab 8 Setelah Dihianati Adik Kandung 8

10/07/2025

9

Bab 9 Setelah Dihianati Adik Kandung 9

10/07/2025

10

Bab 10 Setelah Dihianati Adik Kandung 10

10/07/2025

11

Bab 11 Setelah Dihianati Adik Kandung 11

06/08/2025

12

Bab 12 Arini 12

09/11/2025

13

Bab 13 Arini 13

09/11/2025

14

Bab 14 Arini 14

09/11/2025

15

Bab 15 Arini 15

09/11/2025