Bukan Supir Biasa

Bukan Supir Biasa

Aufarey

5.0
Komentar
5.7K
Penayangan
37
Bab

Kisah Pria yang mengadu nasib menjadi driver di Bali. Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang teman rantau.

Bukan Supir Biasa Bab 1 Merantau

Kisah awal kehidupan Baru, setelah semua aset, rumah dan barang yang di ambil, agar hutang bisa terlunasi, denni membawa keluarga kecil berangkat ke kota dimana istrinya di besarkan, denni berharap, saudara istrinya memberikan tumpangan sementara, sembari denni merantau dan bisa memberikan keperluan untuk anak istrinya, dan saudara istrinya menyanggupi hal itu sementara.

Deni berangkat ke Bali, sesampai di bandara deni langsung menuju ke hotel sederhana dan juga nyaman di jl, Raya Kuta persis nya Darmadi Hotel. setiba dihotel Deni merebahkan diri dan menelpon Istri tercinta mengabarkan diri sudah sampai di bali.

tuuuuuut..tuuuttt, dan telp diangkat

"Hallo ma" sapa Deni memulai pembicaraan di telpon

"Papa udah sampai ya, nginap dimana pa,?" tanya sang istri

"Di darmadi hotel ma, murah untuk 1 sampai 2 hari besok mau cari kost." jawab denni

"Oiya pa, hati-hati disana ya, ma dan anak-anak mendoakan yang terbaik buat papa " balas sang istri penuh harap dan Doa.

Setelah percakapan di telpon selesai , Deni keluar dari kamar hotel dan berjalan jalan melihat keadaan sekitar, berjalan kaki sampai kaki nya letih.

Deni mencoba mengenali keadaan , ramai para wisata lokal maupun asing menikmati indahnya Bali yang terkenal sebagai salah satu kota wisata terbaik Dunia..

Setelah mengamati, Deni kembali kehotel dan mampir ke Circle K persis di depan hotel Darmadi,

Denni membeli Kopi dan duduk persis didepan CK yang sudah disiapin kursi untuk pelanggan yang ingin duduk-duduk sejenak menikmati minuman atau makanan Ringan yang di beli nya.

Kebetulan waktu itu ada pergantian karyawan, dan salah satu karyawan yang ingin pulang nama Emil, dia bekerja Di CK sambil kuliah di bali, aslinya NTB.

"Lagi santai Om?" sapa Emil memulai pembicaraan.

"Iya, kerja di Bali dah lama mas. " tanya Deni kembali

"Baru setahunan om, om disini liburan atau apa?" Emil menjutkan pertanyaan

"Cari kerja, biar bisa menopang hidup." jawab Denni santai

"Saya sekarang nginap di depan, paling untuk sehari maksimal 3 hari lah, ini sambil cari kost.

ada info kost, mas? owh ya mas siapa namanya? saya denni " tanya Denni sambil mengulurkan tangan

"Emil nama saya Om, klo kost, dikost saya ada kamar kosong om, bisa sendiri bisa berdua klo mau hemat,.klo om mau lihat-lihat saya antar." jawab emil sambil menawarkan bantuan

Emil anak yang sangat baik, dia salah satu teman denni dan satu lagi nama Ja'i asli lombok, kedua teman ini juga menjadi teman denni , ya beda usia, mereka masih Kuliah dan sambil kerja, dan denni sangat berjiwa muda, jadi mereka teman yang cocok.

"Ayo Mil, klo mau nemenin, gak ngerepotin kan." ucap denni sambil meminta tolong.

"Gak ngerepotin Om ayoo." ucap emil tulus

Emil menghidupkan motornya dan membonceng denni menuju kost yang mau diperlihatkan kepada denni,

Sesampainya di Kost yang di tuju emil menemui pemilik Kost, dan denni dipersilahkan melihat lihat. dan harga cocok denni bayar kan untuk sebulan,.

Kost yang Bagus, kamar mandi didalam Ac, kasur dan lemari. Rata-rata yang kost disana pekerja semua, sekamar ada yang berdua ada yang bertiga, klo denni memilih sekamar sendiri.

setelah diantar emil ke hotel dan mereka sempat duduk ketemu Ja'i dan ngobrol , denni menceritakan tujuannya ke Bali dan ada anak istri yang ditinggalkan, jadi dia keBali ingin mencari batu loncatan biar bisa punya modal dan balik bersama anak istri.

"Om, kalau jadi karyawan gajinya ga cocok Om,. gimana klo sewa mobil trus nyupir, " tawar Ja'i menyakinkan.

"Iya om , ga cocok kalo lamar kerja, ya gajinya standart, kalo supir disini kan lumayan, ada beberapa yg ngobrol klo duduk-dudk di Ck. lumayan banget, tips nya juga tergantung yang dibawa" tambah Emil meyakinkan.

"Sewa mobil disini ada yang kenal" tawab Denni menanyakan perihal kendaraan yang akan dipakai buat jadi supir.

"Banyak om klo disini, harian, mingguan bulanan juga ada," ucap ja'i , "aku antarin klo om mau mulai."

Setelah mengobrol panjang, karena mereka kerja pagi. denni mengajak makan,dan menyewa mobil buat sebulan, dan esok paginya mendaftar Go car dan untuk yang lepas mencari Info di cafe di Hotel yang butuh di anter sambil meninggalkan nomor hp.

Seminggu setelah denni menjadi supir di bali, denni sedikit mengenal jalan-jalan disana, tiba-tiba order masuk.

Denni langsung gas, dari hotel pesan Gocar, dijalan menuju tempat yang di inginkan, Bule ini bertanya, kebetulan bahasa inggris Denni baik. karena emang dia lulusan universitas dan pengalaman kerja yang bagus.

Jadi penumpang bisa berinteraksi layak di supirin dengan orang punya ilmu dalam bicara dan wawasan yang sedikit banyak bagus.

"Mau gak. setelah ini saya pesan lagi, tapi gak pake aplikasi karena saya tidak punya aplikasi itu." tanya bule itu.

"Bisa pak, rencana mau kemana , saya siap antarkan dan tunggu 24 jam pak" jawab Denni sambil tersenyum

"Owh begitu, baiklah, jadi saya tidak perlu repot. saya ingin ke pantai German, dan sepulangnya saya mau ke seminyak kamu bisa antarkan dan menunggu" Bule itu menjelaskan tujuan dan keinginannya.

Setelah bernegosiasi. Deni siap menjalan tugas nya.

Deni merasakan bahwa menjadi supir dibali bisa menabung, dan mengirim kebutuhan sehari-hari untuk istri, dengan rajin dan semangat Denni memulai karirnya sebagai supir, dan banyak kerjaan diluar supir pun di ambil.

Hari sabtu pagi, setelah menghabiskan waktu sejam menelpon keluarga Deni mengaktifkan aplikasi nya, dan selang beberapa menit ada orderan masuk.

Lokasi di sekitaran pantai kedonganan Bali, Deni menerima orderan dan bergegas menjemput penumpang di tempat tersebut, sesampai di tempat yang di tuju,

"Atas nama Bu ellia ya" tanya Deni

"Ya mas" jawab wanita muda itu.

"Baik bu, silahkan, Deni menawarkan untuk bu ellia memasukin mobil, tujuan M^^^ Resident ya bu?" tanya Deni lagi menyesuaikan tujuan.

Bu ellia tinggal di salah satu perumahan mewah di Bali, sambil mengantarkan bu Ellia ke tempat tujuan , Deni sambil bercerita, ya cerita antara supir online dan penumpang.

Tetapi ada ketertarikan bu Ellia terhadap Deni, yang sopan dan berwawasan bagus.

Di sela pembicaraan Bu Ellia bertanya, "Sudah berapa lama di bali mas?"

"Baru Bu, Belum sampe sebulan." ungkap Deni menjelaskan.

"Asli nya orang mana emang mas?' lanjut bu Ellia bertanya.

"Saya asli sumatera bu, merantau karena usaha saya bangkrut. dan semoga disini ada jalan buat saya bangkit kembali suatu saat nanti." jawab Deni apa adanya

"Hmmmm, pantesan saya rasa mas Deni gak umum. ya sedikit cerdas gimana gitu" balas bu Ellia dengan sedikit senyuman

"Bisa aja ibu, makasih pujiannya" Deni menjawab sambil tersenyum melihat spion tengah .

"Jangan panggil ibu dong , Ellia aja. " tutur bu Ellia kepada Deni.

"Emang sudah kelihatan Tua banget saya sampe dipanggil ibu terus," godanya memulai pembicaraan agar sedikit akrab.

"Owh maaf,, saya panggil Ellia aja ya, saya manggil ibu hanya untuk menghormati, kalo kelihatan tua ya gak lah, malah terlihat seperti gadis remaja lo, mba Ellia."

"Lhooooo..tadi ibu, sekarang mba, Ellia aja." tegasnya lagi

"Siyaaap Ellia. "

"Owh iya Ellia asli Bali atau pendatang juga seperti saya" tanya Deni melanjutkan percakapan.

"Saya asli jawa. di Bali dulu kerja sekarang punya usaha" lalu ellia menjelaskan banyak hal kepada Deni yang dirasa sudah bisa diajak ngobrol akrab.

Dari cerita panjang Ellia , dia pernah menikah dengan bule beberapa tahun dan bercerai, dan setelah cerai, karena punya modal Ellia melanjutkan usaha sehingga lumayan sukses.

"Owh ya mas, nanti malam bisa jemput saya gak? saya mau ketemu orang, saya pesan offline bisa kan ?" tanya Ellia kepada Deni

"Bisa banget Ellia.. saya sungkan manggil Ellia aja."

"Gak apa-apa mas. Ellia aja, saya senang kok dipanggil nama" tegasnya.

"Nanti saya WA ya.. saya save nomor mas Deni ya."

Waktupun berlalu dan malam sesuai janji Deni bersiap mengantarkan Ellia kemana aja di perlukan.

Tapi kali ini deni mencoba tampil Rapi dan wangi. walau hanya seorang supir, mana tau ya kan di sukai janda Bule, hehehehe.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Aufarey

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Bukan Supir Biasa Bukan Supir Biasa Aufarey Romantis
“Kisah Pria yang mengadu nasib menjadi driver di Bali. Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang teman rantau.”
1

Bab 1 Merantau

29/03/2024

2

Bab 2 Part 2

29/03/2024

3

Bab 3 part 3

29/03/2024

4

Bab 4 Part 4

29/03/2024

5

Bab 5 Part 5

29/03/2024

6

Bab 6 Part 6

29/03/2024

7

Bab 7 Part 7

29/03/2024

8

Bab 8 Part 8

29/03/2024

9

Bab 9 Part 9

29/03/2024

10

Bab 10 Part 10

29/03/2024

11

Bab 11 Part 11

18/04/2024

12

Bab 12 Part 12 Ellia Marah

18/04/2024

13

Bab 13 Part 13 Rencana Ellia dan Lisa

18/04/2024

14

Bab 14 Part 14 Hinaan Itu Tak Berarti

18/04/2024

15

Bab 15 Maaf Saya Tak Bisa

18/04/2024

16

Bab 16 Dahaga Anita

18/04/2024

17

Bab 17 Part 17

18/04/2024

18

Bab 18 Part 18 Rena Bertemu Ellia

18/04/2024

19

Bab 19 Lisa dan Anita menjadi Kompor Buat Ellia

18/04/2024

20

Bab 20 Ellia tidak bisa di Biarkan

18/04/2024

21

Bab 21 Apa masih ada kesempatan

18/04/2024

22

Bab 22 Cara Deni membalas Ellia

18/04/2024

23

Bab 23 Mas, Apa Maksudmu

18/04/2024

24

Bab 24 Deni Tak Pulang Takut Rena Khawatir

18/04/2024

25

Bab 25 Aku Hamil, Mas.

18/04/2024

26

Bab 26 Rebahlah, Den.

24/04/2024

27

Bab 27 Siap dengan Segala Resikonya

24/04/2024

28

Bab 28 Tidak Terduga

24/04/2024

29

Bab 29 Tenang Tapi Menakutkan

24/04/2024

30

Bab 30 Tyas oh Tyas

24/04/2024

31

Bab 31 Alya Kepo

24/04/2024

32

Bab 32 Bisa Mencuri Hati

24/04/2024

33

Bab 33 Masih Ada Hubungannya Dengan Suami Anita

24/04/2024

34

Bab 34 Tawaran Laras tak bisa ditolak

24/04/2024

35

Bab 35 Lisa Menemui Deni Karena Rindu

24/04/2024

36

Bab 36 Menjelaskan ke Anita Tentang Subagyo

24/04/2024

37

Bab 37 Akhir Cerita (Tamat)

24/04/2024