Skandal Cinta CEO Posesif

Skandal Cinta CEO Posesif

WANGCEPE

5.0
Komentar
7.4K
Penayangan
29
Bab

Rose dan Thomas sudah 2 bulan tidak bertemu. Hari itu Thomas mengirim pesan mengajak kencan. Rose yang merindukan Thomas bergegas datang. Uh, sayangnya pesan yang diterima itu sebenarnya tidak ditujukan untuk dirinya. Violet adalah bersaudara sepupunya yang memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia gadis yang percaya diri, tegas, dan ambisius. Di saat itulah Rose paham, kalau Thomas yang sudah menjadi pacarnya selama 5 tahun, juga menjalin hubungan dengan Violet. Sayangnya Rose yang naif masih berpikir bahwa Thomas berkhianat karena dirinya adalah gadis yang tidak memiliki teman teman hebat. Dengan tekad untuk mendapatkan lingkungan pergaulan yang bagus, Rose menerima ajakan seorang rekannya untuk minum di bar di sebuah hotel. Dan hidupnya berakhir rumit setelah dirinya mabuk malam itu.

Skandal Cinta CEO Posesif Bab 1 Aku Pasti Bertanggung Jawab

Jakarta baru saja diguyur hujan, jalanan licin dan macet terjadi dimana mana. Rose gelisah, karena dia mendapat nomor paling buncit, dari audisi peran artis figuran di opera sabun.

[Thomas, aku mungkin telat 3 jam, karena audisi belum kelar]

Rose menggengam ponselnya dengan erat dan terus meliriknya. Dia berharap pacarnya segera membalas pesannya. Dia gelisah menatap pada layarnya, saat terdengar bunyi,

Ding!

Buru buru jarinya menggeser layar dan menemukan sebaris pesan, wajahnya langsung sumringah.

[Santai saja, aku juga sedikit sibuk dan kabari jika kamu sudah sampai-----Aku merindukanmu]

Matanya berbinar cerah, wajah cantiknya semakin merona. Thomas adalah pacar yang selalu manis, 'Aku juga merindukanmu' bisiknya dalam hati.

1 jam berlalu ternyata audisi berjalan lancar, sayangnya seorang wanita berambut pirang mendatangi Rose dan langsung mengatakan, "Maaf Rose, peran ini tidak cocok untuk Kamu. Datang lagi untuk mengikuti audisi lainnya, siapa tahu Kamu beruntung!"

Rose terdiam, peran yang dia minati hanyalah peran kecil dengan durasi singkat. Kebanyakan dari rumah produksi lain tidak memerlukan proses audisi untuk peran seperti ini. Rose memonyongkan bibirnya, kecewa karena membuang waktu hanya untuk gagal.

Dengan wajah layu, dia bergegas keluar dari ruangan dan menuju lobi untuk mencari taksi.

Di dalam taksi, Rose mengirim pesan kepada Thomas, [Aku menuju apartemenmu]

"Maaf mbak!" Supir taksi membuyarkan lamunan Rose, "Jalanan sangat macet, bolehkah saya mencari jalan alternatif?"

"Silakan pak!" Bibir Rose tersenyum menghantarkan rasa nyaman kepada supir taksi.

Dan waktu kakinya memasuki gedung Terakota, hati Rose semakin berdebar. Terakhir bertemu dengan Thomas adalah 2 bulan lalu sebelum dia berangkat bisnis ke Malaysia. Rose juga sangat sibuk mengejar audisi dari satu rumah produksi ke rumah produksi lain.

Gedung Terakota adalah komplek apartemen kelas menengah di pusat Jakarta, Rose beberapa kali mengunjungi Thomas dan dia hapal pintu belakang menuju lift terdekat dengan unit milik Thomas. Lagipula dia menyukai taman yang indah di belakang gedung. Hanya penghuni yang bisa mengakses taman tersebut.

Rose melihat lagi ponselnya dan belum ada balasan dari Thomas, dia jadi ragu untuk terus menuju unit apartemen. 'Bagaimana jika Thomas masih diluar?' Rose sejenak menghentikan langkahnya untuk memasuki lift.

'Aku tunggu di taman dulu saja, sampai Thomas membalas pesanku' Rose berbalik dan langkahnya tenang memasuki taman. Panas menyengat setelah hujan memunculkan berkas cahaya yang berpendar di antara bunga kembang sepatu yang terkulai karena terhantam hujan deras.

Ada kafe kecil di sudut taman yang menjual kudapan dan kopi.

Benar saja, karena habis hujan, suasana taman terasa adem dan sepi. Rose terus menuju gazebo, dia ingin duduk di sana menegakkan punggungnya dan menikmati segelas kopi panas.

Tetapi gazebo yang tersembunyi sudah ada yang memesan. Dari kejauhan Rose melihat punggung sepasang kekasih yang saling berpelukan dan tampaknya wanitanya menaruh kepalanya di dada pasangannya.

"Di luar agak basah karena habis hujan, kalau mau, ada bangku di lantai 2 yang menghadap taman!"

"Aku memesan kopi coklat sedikit gula dan sepotong roti bagelen!"

Selepas pelayan meninggalkannya, Rose menuju wastafel untuk mencuci tangannya. Dari tempat wastafel berada ternyata dia bisa melihat ke gazebo dan kedua pasangan tersebut sepertinya dalam suasana bahagia. Rose menyudahi mencuci tangannya, tetapi tubuhnya menjadi kaku.

Dia mendengar jelas suara gadis dari gazebo di bawahnya.

"Kak Thomas, aku sungguh bahagia dengan kehamilan ini!"

"Violet! Aku pasti bertanggung jawab! Engkaulah yang paling kucintai"

"Kak Thomas!" suara rengekan manja terdengar lebih pelan.

'Thomas dan Violet?' pikiran Rose campur aduk, 'Mungkinkah itu Thomas!?'

Kaki Rose meskipun gontai segera menuruni tangga dan dia berpapasan dengan pelayan, "Aku mencari kursi di bawah!" serunya dengan gemetar.

Dengan keberanian yang tersisa dia mencoba berjalan menuju arah gazebo. Baru dia merasa jelas, tangan yang melingkari tubuh gadis itu terasa familier di matanya. Dan rambut si gadis juga, dia mengenalinya.

Dengan suara yang lembut dia memanggil, "Thomas? Violet?"

Thomas yang lebih dulu menyadari kedatangan Rose, tersentak kaget dan melepaskan pelukannya dari tubuh gadis mungil yang terlihat cantik dan seksi. Tetapi gadis itu sebaliknya melingkari tangannya ke leher Thomas.

"Rose? Kenapa kamu di sini?"

Rose tercekat, "A-Aku menemui pacarku!"

Violet tersenyum licik, "Maaf siapa yang kamu maksut pacarmu?"

"Thomas mengundangku datang ke apartemennya dan kamu tahu dia pacarku!" Rose menemukan ketenangannya dan menghela nafas untuk mengembalikan semua rasa malu dan marah di dadanya.

Thomas menggeser tubuh Violet, "Sebentar sayang, biar aku menjelaskan pada Rose!"

Rose memandang Thomas mencari jawaban dari sikapnya, dia hanya menemukan Thomas yang terlihat normal dan normal.

"Rose, seharusnya aku memberitahumu sejak beberapa bulan lalu, kalau Violet adalah calon tunanganku yang sesungguhnya!"

"T-tetapi barusan saja kamu mengatakan------"

"Aku tahu tetapi itu typo!" sahut Thomas cepat, "Seharusnya gadis yang aku rindukan adalah Violet!"

"Thomas, kamu?" Wajah Rose menjadi pucat.

"Violet sedang hamil anakku!" jawab Thomas acuh tak acuh.

"A-apa yang harus aku katakan kepada ayah dan ibumu?" Rose menggumam dalam kesedihannya.

"Oh, itu bukan masalahmu!" sahut Violet tajam, "Aku adalah calon menantu keluarga Thomas, bayiku akan menjadi hadiah bagi ayah dan ibunya!"

"Betul Rose! Katakan saja kamu tidak menyukaiku lagi, setidaknya ayah dan ibu akan mengerti tentang perpisahan kita. Lagipula hanya Violet yang ada di hatiku"

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Ali Subhan
5.0

Arabella Alexandro adalah seorang mahasiswi yang dihadapkan pada kenyataan pahit. Demi membiayai kuliahnya, sewa kos, dan melunasi utang orang tuanya yang mencapai miliaran rupiah-sementara kedua orang tuanya telah tiada dan keluarga besar enggan membantu-Arabella terpaksa menjalani kehidupan ganda. Setiap malam, ia menjelma menjadi seorang wanita penghibur di sebuah diskotek, menemani "Om-om" hidung belang demi lembaran uang yang bisa menyelamatkan masa depannya dari jurang kehancuran. Hidup Arabella adalah pergulatan konstan antara ambisi pendidikan dan kerasnya tuntutan finansial. Setiap sen yang ia dapatkan dari pekerjaan malamnya adalah hasil dari pengorbanan dan kepedihan yang tersembunyi di balik senyum palsunya. Ia terus berjuang sendirian, tanpa ada sandaran, di tengah gemerlap dunia malam yang penuh tipuan. Suatu malam, takdir mempertemukannya dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO muda yang dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di kota itu. Arkan, yang tertarik pada pesona Arabella, mem-booking-nya untuk satu malam. Pertemuan ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Di balik kemewahan dan reputasinya, Arkan mungkin melihat lebih dari sekadar wanita penghibur dalam diri Arabella. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Arabella dan Arkan? Akankah pertemuan ini membawa Arabella keluar dari belenggu kehidupannya yang gelap, atau justru menyeretnya ke dalam masalah yang lebih kompleks?

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Skandal Cinta CEO Posesif Skandal Cinta CEO Posesif WANGCEPE Miliarder
“Rose dan Thomas sudah 2 bulan tidak bertemu. Hari itu Thomas mengirim pesan mengajak kencan. Rose yang merindukan Thomas bergegas datang. Uh, sayangnya pesan yang diterima itu sebenarnya tidak ditujukan untuk dirinya. Violet adalah bersaudara sepupunya yang memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia gadis yang percaya diri, tegas, dan ambisius. Di saat itulah Rose paham, kalau Thomas yang sudah menjadi pacarnya selama 5 tahun, juga menjalin hubungan dengan Violet. Sayangnya Rose yang naif masih berpikir bahwa Thomas berkhianat karena dirinya adalah gadis yang tidak memiliki teman teman hebat. Dengan tekad untuk mendapatkan lingkungan pergaulan yang bagus, Rose menerima ajakan seorang rekannya untuk minum di bar di sebuah hotel. Dan hidupnya berakhir rumit setelah dirinya mabuk malam itu.”
1

Bab 1 Aku Pasti Bertanggung Jawab

01/03/2024

2

Bab 2 Aku Mabuk

01/03/2024

3

Bab 3 Petasan

01/03/2024

4

Bab 4 Menikahlah Denganku!

01/03/2024

5

Bab 5 Saldo Tidak Cukup

01/03/2024

6

Bab 6 Masuk Penjara

01/03/2024

7

Bab 7 Raymond Datang

01/03/2024

8

Bab 8 Violet Histeris

01/03/2024

9

Bab 9 Cincin Kawin

01/03/2024

10

Bab 10 Bertemu Mira

01/03/2024

11

Bab 11 Julukan Dari Mira

01/03/2024

12

Bab 12 Tidak Pandai Bersyukur

01/03/2024

13

Bab 13 Iritasi Lambung

01/03/2024

14

Bab 14 Ahli Tentang Reptile

01/03/2024

15

Bab 15 Penjepit Dasi

01/03/2024

16

Bab 16 Jangan Bercanda Terlalu Serius

01/03/2024

17

Bab 17 Aku Tidak Suka Sulcata

01/03/2024

18

Bab 18 Jaga Lidahmu, kakak Ipar!

01/03/2024

19

Bab 19 Orang Yang Tidak Relevan

01/03/2024

20

Bab 20 Umayyah DiPecat

01/03/2024

21

Bab 21 Ranjang Yang Dingin

01/03/2024

22

Bab 22 Gadisku

01/03/2024

23

Bab 23 Jangan Mencintai Udang

01/03/2024

24

Bab 24 Casing Ponsel Warna Pink

01/03/2024

25

Bab 25 Barang Obral

15/03/2024

26

Bab 26 Dewi Fortuna

16/03/2024

27

Bab 27 Koh Asun

17/03/2024

28

Bab 28 Bibi Atikah Dibius

18/03/2024

29

Bab 29 Cinthya Menebar Kekacauan

29/03/2024