Max Prescott
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Max Prescott
Gema Lagu Sunyi
Romantis Aku adalah istri Brayden Reynolds, kami sangat terkenal di industri ini.
Dia pernah melindungiku dari serangan bahaya oleh seorang penguntit dan memilih untuk mengumumkan hubungan kami ketika dia berada di puncak kesuksesannya, memberikan rasa aman padaku.
Semua orang percaya kisah kami akan berakhir seperti lagu-lagu yang kutulis untuknya.
Sebuah akhir sempurna dengan pasangan yang berjalan bergandengan tangan menuju kebahagiaan.
Namun kemudian gadis itu menyanyikan lagu cinta kami dalam siaran langsung, berduet manis dengan Brayden.
Dia bahkan mengirimkan rekaman itu padaku.
"Terima kasih atas lagu hits-nya, Eve," katanya. "Dan terima kasih telah membentuk Brayden menjadi pria yang hebat. Mulai sekarang, dia sepenuhnya milikku."
Di akhir video, Brayden berdiri setengah telanjang, punggungnya memperlihatkan bekas luka yang kasar dan jelek.
Aku menelepon, memutar volume pengeras suara hingga maksimal, mendengarkan suara wanita itu yang semakin memudar melalui telepon.
"Eve Walton!" Kemarahan yang berkobar di mata Brayden.
Tapi aku hanya tersenyum dan menamparkan surat cerai dan perjanjian di depannya. Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"