icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Pahitnya Pengkhianatan

Pahitnya Pengkhianatan

Serafina "Fina" Alvera adalah seorang makeup artist berbakat, namun ironisnya, gadis berusia dua puluh empat tahun ini jarang sekali peduli dengan penampilannya sendiri. Selalu terlihat santai dengan kacamata besar dan rambut yang sering dibiarkan tergerai tanpa rapi, Fina lebih nyaman berada di balik meja rias daripada di panggung peragaan busana. Sejak ibunya meninggal saat Fina masih SMA, ia hidup mandiri. Kehilangan orang tua membuatnya cepat dewasa, sementara ayahnya menikah lagi, meninggalkan Fina dengan perasaan sepi namun kuat untuk bertahan. Karier Fina mulai menanjak saat ia dipercaya menjadi makeup artist resmi untuk koleksi seorang desainer ternama, Ibu Valeria. Suatu hari, Ibu Valeria mendatangi Fina dengan sebuah permintaan yang mengejutkan: ia ingin Fina menikahi cucunya. Fina, yang awalnya menolak, akhirnya setuju-meski ia sendiri tidak sepenuhnya mengerti alasan hatinya menerima. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa cucu sang desainer, Radion "Rai" Ardhya, langsung menyetujui pernikahan mereka tanpa ragu. Rai, pria lajang berusia tiga puluh tahun, tampan dan cerdas, sering menjadi incaran banyak wanita. Namun luka masa lalunya membuatnya tertutup dan sulit membuka hati. Ia menerima Fina bukan karena cinta, melainkan karena merasa ia sudah terlalu "senja" untuk menunda pernikahan lagi, dan Fina adalah calon istri yang ditunjuk sebagai yang kedua puluh lima dalam daftar yang dibuat oleh sang nenek. Kini, Fina dan Rai harus menapaki hari-hari pernikahan yang dimulai tanpa dasar cinta, hanya dengan sebuah perjodohan yang diatur oleh orang tua. Bisakah dua jiwa yang berbeda ini menemukan cinta sejati, ataukah mereka akan tetap terjebak dalam formalitas sebuah ikatan yang dipaksakan?
Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan

Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan

Suamiku selama lima tahun, Marco, bilang dia akan membawaku piknik romantis di puncak tebing. Dia menuangkan segelas sampanye untukku, senyumnya sehangat mentari. Katanya, ini untuk merayakan hidup kami bersama. Tapi saat aku sedang mengagumi pemandangan, tangannya menghantam punggungku. Dunia buyar, hanya ada langit dan bebatuan saat aku terhempas ke jurang di bawah. Aku terbangun dengan tubuh remuk dan berdarah, tepat pada waktunya untuk mendengar suaranya dari atas. Dia tidak sendirian. Ada Chika, selingkuhannya. "Apa dia... sudah mati?" tanya Chika. "Jatuhnya sangat dalam," suara Marco terdengar datar, tanpa emosi. "Tidak ada yang bisa selamat dari situ. Saat mayatnya ditemukan, semua akan terlihat seperti kecelakaan tragis. Clara yang malang, jiwanya tidak stabil, berjalan terlalu dekat ke tepi tebing." Kata-katanya yang diucapkan dengan santai terasa lebih kejam dari benturan apa pun. Dia sudah menulis obituariku, merangkai narasi kematianku sambil membiarkanku mati di tengah badai. Gelombang keputusasaan menyapuku, tapi kemudian sesuatu yang lain menyala: amarah yang membara dan dahsyat. Tepat saat pandanganku mulai memudar, sorot lampu mobil menembus hujan. Seorang pria keluar dari sebuah mobil mewah. Itu bukan Marco. Itu Julian Suryo, saingan paling dibenci suamiku, dan satu-satunya pria yang mungkin sama inginnya menghancurkan Marco seperti diriku.