icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"
Tinggal Bersama Mantan Suamiku

Tinggal Bersama Mantan Suamiku

Sarah tidak pernah menyangka dia akan bertemu kembali dengan Michael yang merupakan mantan suaminya di ruang bedah dengan tubuhnya yang penuh luka dan butuh perawatan darinya. Perceraian itu telah berlalu selama tiga tahun, tapi Sarah tidak memiliki ingatan yang baik tentang pria itu, kalau bisa… dia akan membiarkannya mati, tapi dia adalah seorang dokter, dan tugas seorang dokter adalah menyelamatkan pasiennya. Namun, Sarah langsung segera menyesali keputusannya untuk menyelamatkan pria itu karena tiba-tiba ternyata Michael mengalami amnesia dan mengingat bahwa mereka baru saja menikah! Yang membuat Sarah lebih menyesal lagi, kenapa dia dengan bodohnya menerima permintaan mantan mertuanya untuk berpura-pura tetap menjadi istri Michael sambil merawatnya? Tapi… selama menghabiskan waktunya bersama mantan suaminya itu, sikap Michael sangat berbeda dengan apa yang terakhir kali diingat oleh Sarah. Dia sangat lembut… dan penyayang, membuat perasaannya yang dia pikir sudah menghilang, ternyata masih ada. Apakah Sarah bisa mengatasi perasaannya? Lalu… apa yang akan terjadi ketika ingatan Michael tiba-tiba kembali? Apakah sikapnya akan tetap sama seperti itu? ============= EXCERPT: “Wifey,” panggil Michael sambil menatap ke arah Sarah yang sedang berbaring disampingnya. “Hm,” jawab Sarah dengan singkat, tanpa memandang ke arah Michael. “Sepertinya aku sudah sehat.” Tubuh Sarah menegang ketika mendengar hal itu. Michael sudah sehat? Apakah itu artinya dia telah mengingat semuanya? Apakah dia akan memarahiku karena telah menipunya. “Wifey? Kenapa diam saja? Aku rasa aku sudah sehat dan aku bisa melakukannya,” ucap Michael dengan pelan. “Apa maksudmu?” Sarah akhirnya menatap Michael dengan alis terangkat. “Membuat bayi.”