icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Suami Bastard Yang Manis

Suami Bastard Yang Manis

Serena Lucard terpaksa menikah dengan Rafael Abbas Azam, sahabatnya sendiri sekaligus Bos di kantornya bekerja--setelah pria itu merenggut mahkotanya. Awalnya mereka dijodohkan sesuai wasiat mendiang Kakek mereka, namun Serena menolak menikah dengan Rafael lantaran dia tahu pria itu bastard dan seorang lady killer. Lagipula Rafael sahabatnya, canggung rasanya jika dia harus menikah dengan sahabatnya sendiri. Namun Rafael ternyata diam-diam menginginkannya, terobsesi pada Serena dan melakukan segala cara untuk mendapatkan Serena. Termasuk merampas mahkota Serena, hanya agar Serena bersedia menikah dengannya. Serena membenci ke-bastard-an Rafael, sangat! Pria itu otoriter, pengekang dan manipulatif. Dia bersikap sesuka hati pada Serena. Kesal luar biasa? Tentu saja! Namun Serena harus terpaksa menjalani pernikahannya dengan Rafael, demi Papanya. Jika dia tidak bertahan, Papanya yang akan kena batunya, dijadikan bahan hinaan oleh keluarga besar Azam lainnya yang selama ini selalu mencari cara untuk menjatuhkan Papanya Serena dihadapan Sang penguasa Azam, Gabriel Abbas Azam (Daddy Rafael). "Aku tidak mau melakukannya, El! Hiks … leppass!!" Serena memohon dan berusaha menyingkirkan Rafael dari atas tubuhnya. "Tenang saja, Darling. Biasanya yang kedua tidak akan sakit." Rafael berucap serak dan berat, menyunggingkan evil smirk dengan mata sayup memperhatikan wajah menggemaskan istrinya.
Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Arabella Alexandro adalah seorang mahasiswi yang dihadapkan pada kenyataan pahit. Demi membiayai kuliahnya, sewa kos, dan melunasi utang orang tuanya yang mencapai miliaran rupiah-sementara kedua orang tuanya telah tiada dan keluarga besar enggan membantu-Arabella terpaksa menjalani kehidupan ganda. Setiap malam, ia menjelma menjadi seorang wanita penghibur di sebuah diskotek, menemani "Om-om" hidung belang demi lembaran uang yang bisa menyelamatkan masa depannya dari jurang kehancuran. Hidup Arabella adalah pergulatan konstan antara ambisi pendidikan dan kerasnya tuntutan finansial. Setiap sen yang ia dapatkan dari pekerjaan malamnya adalah hasil dari pengorbanan dan kepedihan yang tersembunyi di balik senyum palsunya. Ia terus berjuang sendirian, tanpa ada sandaran, di tengah gemerlap dunia malam yang penuh tipuan. Suatu malam, takdir mempertemukannya dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO muda yang dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di kota itu. Arkan, yang tertarik pada pesona Arabella, mem-booking-nya untuk satu malam. Pertemuan ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Di balik kemewahan dan reputasinya, Arkan mungkin melihat lebih dari sekadar wanita penghibur dalam diri Arabella. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Arabella dan Arkan? Akankah pertemuan ini membawa Arabella keluar dari belenggu kehidupannya yang gelap, atau justru menyeretnya ke dalam masalah yang lebih kompleks?
Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku

Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku

Kakak tiri Citra, bernama Maya, tiba-tiba menghilang di hari pernikahannya. Ia tak sanggup menikah dengan tunangannya, Bagas, yang mengalami cacat fisik akibat kecelakaan. Panik melanda keluarga, dan dalam keputusasaan, Citra dipaksa menggantikan posisi Maya sebagai mempelai wanita. Empat tahun berlalu. Pernikahan Citra dan Bagas berjalan tanpa keributan. Meskipun diawal semua tampak terpaksa, hubungan mereka berdua akhirnya harmonis. Citra merawat Bagas dengan tulus, dan Bagas membalasnya dengan perhatian yang mendalam. Mereka telah membangun hidup yang tenang dan penuh kasih. Namun, ketenangan itu terusik saat Maya tiba-tiba kembali. Ayah Citra, yang selalu mendambakan kekayaan keluarga Bagas, mulai mendesak Citra untuk menceraikan Bagas agar Maya bisa mengambil kembali posisinya. Tak hanya itu, Bagas, dengan ekspresi datar yang sulit dibaca, bahkan meminta izin kepada Citra untuk menikah lagi. Dengan berat hati, Citra mengangguk. Ia merasakan sakit yang tak terlukiskan, namun ia berusaha tersenyum dan memberikan izin. "Tentu," katanya, suaranya sedikit bergetar, "Aku mengizinkan." Setelah mengucapkan kata-kata itu, Citra berbalik. Ia pergi meninggalkan rumah itu, meninggalkan semua yang telah ia bangun. Di belakangnya, Maya dan ayahnya mungkin merayakan kemenangan mereka, dan Bagas mungkin merasa lega. Namun, mereka tidak tahu bahwa Citra telah menyiapkan kejutan yang akan mengubah segalanya.