icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Dikejar Jodoh

Dikejar Jodoh

Di usianya yang sudah matang, Elena mulai diteror oleh sang Bunda tentang pernikahan membuat wanita itu akhirnya memantapkan hati untuk menerima pinangan dari sang kekasih. Namun, di saat ia sudah memutuskan untuk menikah, ia justru menemukan perselingkuhan kekasihnya dengan wanita lain. Kejadian ini tentu saja membuat Elena trauma untuk jatuh cinta. Berniat untuk berhenti berurusan dengan cinta, Elena justru dipertemukan lagi dengan Rasky, pria yang sangat ia benci. Lebih parahnya lagi, kali ini Elena tidak bisa menghindar dari pria yang terus saja menempel dengannya dan menebarkan pesonanya untuk merebut hati Elena. Sikap Rasky yang terus maju tanpa kenal mundur akhirnya menimbulkan getaran di hati Elena. Pertahanan Elena mulai goyah dengan sikap manis pria itu dan keberadaannya di saat Elena berada dalam posisi terpuruk tentu saja membuat ia akhirnya menerima cinta pria itu. Rasky yang pada akhirnya berhasil mengambil hati Elena begitu bahagia, seakan lupa jika hubungan yang dimulai sebelum Elena selesai dengan dirinya sendiri tentu tidak akan berjalan mudah. Apalagi secara tiba-tiba Elena meminta mereka berpisah di saat ia sedang sayang-sayangnya. Kalau sudah begini, apakah Rasky akan menyerah? Terlebih ketika ia tahu ada rahasia besar yang selama ini Elena simpan rapat-rapat tentang dirinya dan masa lalu wanita itu. Jika sudah begini apakah Rasky akan mundur atau tetap mencintai Elena tanpa ampun? Dan bagaimana dengan Elena? Apakah ia akan tetap pada pendiriannya untuk tidak lagi mau jatuh cinta atau justru goyah karena Rasky ternyata lebih dari yang ia duga?
Terlalu Lelah Untuk Bertahan

Terlalu Lelah Untuk Bertahan

Liana tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah seperti ini. Di tengah kesulitan yang tak kunjung berakhir, ia berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang masih kecil, sementara dirinya sendiri semakin terpuruk. Ia harus mencari cara untuk memberi makan si kecil, mencari sisa-sisa makanan di pasar, berharap ada yang memberinya kesempatan untuk mendapatkan sedikit bahan makanan. Namun, kenyataannya jauh dari yang ia harapkan. Ia sering kali pulang dengan tangan kosong, hanya bisa memandang mata anaknya yang penuh harap. Pagi itu, Liana baru saja kembali ke rumah setelah berjalan jauh mencari rezeki, saat perutnya mulai merengek lapar. Ia berharap bisa menemukan makanan untuk dirinya sendiri, setidaknya sebutir nasi. Namun, saat ia membuka pintu rumah, aroma yang menyengat langsung tercium dari dapur. Ternyata, itu adalah nasi basi yang diberikan oleh mertuanya, Nina. Liana bisa merasakan tatapan tajam ibunya dari belakang, seolah-olah memeriksa setiap gerak-geriknya dengan penuh ketidakpedulian. "Nasi itu cukup buatmu," kata Nina dengan suara datar, seakan tidak ada empati dalam nada bicaranya. Liana menahan amarah yang mulai mendidih dalam dadanya. Ini bukan kali pertama ia diperlakukan dengan begitu. Setiap kali ia datang ke rumah mertuanya, ia seringkali diberi makanan yang sudah basi atau bahkan tak layak makan. Hatinya semakin hancur setiap kali menghadapi kenyataan bahwa keluarganya tak menganggapnya layak mendapatkan perhatian yang sedikit pun. Namun, yang lebih menyakitkan adalah sikap suaminya, Damar. Liana menatap suaminya yang duduk di meja makan, tampak sedang asyik dengan ponselnya, seolah-olah dunia tidak sedang runtuh di sekeliling mereka. Damar tidak pernah menunjukkan sedikitpun rasa empati terhadap penderitaan Liana. Bahkan ketika ia kelaparan, suaminya hanya terdiam, seolah-olah tidak peduli dengan keadaan istrinya. "Kenapa kau tidak pernah peduli, Damar?" suara Liana hampir pecah saat bertanya. "Anak kita lapar, aku hampir tidak bisa menemukan makanan untuk kita, dan kau..." Ia terdiam, menatap suaminya dengan tatapan penuh kecewa. Damar mengangkat wajahnya, namun hanya ada kebingungan yang terlihat di matanya. "Aku sudah memberimu uang belanja. Kau yang tidak tahu mengelola keuangan dengan baik." Kata-kata itu seperti pisau yang mengiris hati Liana. Ia merasa tidak dihargai. Seakan semua usahanya, setiap tetes keringat yang ia keluarkan untuk keluarga ini, tidak pernah cukup. Hanya kekosongan yang ia dapatkan sebagai imbalannya. Liana menundukkan kepala, mencoba menahan air mata yang sudah tidak bisa ia tahan lagi. Kecewa. Frustrasi. Perasaan itu bercampur aduk, menciptakan jurang yang semakin dalam antara dirinya dan suaminya. Kenapa Damar tidak melihat semua yang telah ia lakukan untuk keluarga ini? Kenapa semua pengorbanannya tidak pernah dihargai? Malam itu, setelah mereka makan dengan nasi basi yang diberikan oleh Nina, Liana berbaring di tempat tidur. Suaminya tidur di sampingnya, terlelap tanpa tahu apa yang sedang dipikirkan istrinya. Liana menatap langit-langit kamar, berpikir tentang apa yang akan terjadi jika ia terus terperangkap dalam kehidupan seperti ini. Ia merasa kehilangan arah, terjebak dalam situasi yang tampaknya tidak ada jalan keluarnya. Namun, di dalam hati Liana, ada api yang masih menyala. Ia tidak bisa terus-menerus diperlakukan seperti ini. Ia tahu, suatu hari nanti, ia harus bangkit. Ia harus melawan ketidakadilan ini, untuk dirinya sendiri dan untuk anaknya. Meskipun ia tidak tahu bagaimana caranya, ia yakin bahwa ia akan menemukan kekuatan untuk keluar dari cengkraman keluarganya yang tak peduli padanya. Kehidupannya tidak akan terus seperti ini. Ia berjanji pada dirinya sendiri.
Perih Dicintai yang Tak Direstui

Perih Dicintai yang Tak Direstui

Luna menjalin hubungan asmara dengan Arman sejak mereka duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian, Arman melamar Luna dengan janji setia seumur hidup. Luna menatap cincin itu dengan mata berbinar, yakin bahwa hidupnya akan berjalan sesuai impian. Di sisi lain, Reza adalah tunangan sepupunya, Nadia. Hubungan mereka tampak manis di mata keluarga, penuh tawa dan janji. Tapi nasib punya rencana lain. Di hari pernikahan, Luna justru melangkah menuju altar dengan Reza. Semua tamu terdiam, termasuk Luna sendiri. Hati yang pernah penuh cinta pada Arman kini digantikan oleh rasa takut dan tanggung jawab. Reza bukanlah sosok yang diidam-idamkan, bahkan pekerjaannya tak tetap, namun demi ayahnya yang sakit dan tak bisa menanggung malu, Luna menekan perasaan sendiri dan menerima takdirnya. Sementara itu, Arman dan Nadia, yang selama ini berusaha menjaga jarak, ternyata diam-diam menjalin hubungan di belakang Luna. Hubungan itu kemudian menghasilkan sebuah kehidupan baru yang tersembunyi dari dunia, sebuah rahasia yang tak bisa Luna sentuh. Hari-hari Luna dipenuhi dengan kompromi, penyesalan, dan kesabaran. Menjadi istri Reza adalah pengorbanan yang harus ia lakukan, tapi hatinya selalu menoleh ke masa lalu, ke Arman yang kini jauh dari genggaman. Hidup memang tak selalu adil, dan kadang canda takdir lebih pahit daripada air mata yang pernah jatuh.
Siapa Takut Pengkhianat Cinta

Siapa Takut Pengkhianat Cinta

Bagaimana rasanya dikhianati oleh pacar dan saudara sepupumu sendiri? Hubungan Andini dan Carvian hancur karena kehadiran orang ketiga. Yang membuat Andini semakin sakit hati adalah, cewek yang masuk ke dalam hubungannya dengan sang pacar, yang dengan teganya merebut pacarnya sendiri, menusuknya dari belakang, adalah Aulia, saudara sepupunya sendiri. Meskipun begitu, Andini tidak ingin terlihat lemah di depan Carvian dan Aulia. Dia memutuskan untuk tetap berdiri tegak, menghadapi pengkhianatan dan perselingkuhan yang dilakukan oleh dua orang yang sangat disayanginya itu. Ketika Andini bersedih, yang berdiri di sisinya adalah Irvan, sahabat dekatnya. Bersama dengan Irvan, Andini berniat untuk move on dan melupakan masa lalu menyakitkannya. Dan hal itu juga yang membuat Andini menerima pernyataan cinta Irvan, ketika Irvan berkata sudah sejak lama dia menyimpan rasa cintanya untuk Andini. Walau Andini belum bisa sepenuhnya membuka hati, tapi Irvan bersedia menunggu dan Andini pun berjanji untuk belajar mencintai Irvan. Sayangnya, Carvian tidak terima Andini memutuskan hubungan mereka. Dia masih sangat mencintai Andini dan ingin Andini kembali padanya. Menurutnya, tidak ada yang salah untuk memiliki dua orang pacar sekaligus, terlebih Aulia tidak mempermasalahkan hal itu. Aulia juga memiliki rencananya sendiri. Dia menginginkan Irvan, karena dia tidak pernah suka dengan kenyataan bahwa Andini selalu mendapatkan apa yang dia inginkan di dalam hidupnya. Perselingkuhan, air mata, dendam, cinta yang tulus... akankah Andini dan Irvan bisa menghadapi Carvian dan Aulia yang tak pernah menyerah untuk menyakiti dan memisahkan keduanya?
Kasih Sayang Yang Dikhianati

Kasih Sayang Yang Dikhianati

Althea tak pernah menyangka pernikahan tiga tahunnya yang ia pikir begitu sempurna ternyata hanya sebuah topeng belaka. Lucas, sang suami, yang selama ini terlihat romantis dan selalu memanjakannya, ternyata tak pernah benar-benar mencintainya. Semua perlakuan manis itu hanyalah kamuflase untuk menutupi sebuah rahasia besar. Rahasia bahwa Lucas memilih menikahi Althea hanya demi melindungi wanita yang sebenarnya ia cintai sejak lama. Wanita itu bukan orang jauh, melainkan sahabat Althea sendiri-lebih tepatnya mantan sahabat, karena pengkhianatan wanita itulah yang dulu membuat ibu Althea meregang nyawa. Dunia Althea runtuh saat ia membuka laptop milik Lucas dan menemukan kebenaran lain yang lebih menyakitkan. Selama tiga tahun pernikahan mereka, Lucas ternyata juga menafkahi wanita itu-dengan jumlah tiga kali lipat lebih besar daripada nafkah yang diberikan kepada Althea. Yang lebih ironis, semua barang mewah yang sering dihadiahkan Lucas padanya bukanlah bentuk kasih sayang, melainkan sekadar "barang bekas"-hadiah-hadiah yang ditolak oleh wanita yang dicintainya. Dengan kata lain, Althea hanyalah penerima sisa dari cinta palsu Lucas. Hancur, sedih, dan kecewa, Althea memilih untuk diam. Ia tidak ingin Lucas tahu bahwa rahasia kelamnya sudah terbongkar. Namun di balik kesenyapan itu, Althea mulai menyusun langkah. Ia telah merencanakan sesuatu-sebuah cara untuk membalas semua pengkhianatan yang selama ini membelenggunya.
Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku

Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku

Dulu, Elara dan Kiano adalah dua orang asing yang dipertemukan oleh sebuah perjodohan mendadak. Tidak ada cinta, hanya kewajiban keluarga yang menuntut mereka menikah. Hari-hari mereka dipenuhi pertengkaran kecil, saling sindir, dan tatapan dingin. Saling membenci adalah satu-satunya bahasa yang mereka pahami, hingga akhirnya perceraian datang sebagai pelepas dari semua beban itu. Elara pergi, membawa luka dan rasa kecewa. Kiano tetap dengan dunia yang sepi dan dingin, mencoba menutupi amarahnya dengan kesibukan yang padat. Lima tahun berlalu. Suatu hari, takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di hadapan keluarga, bukan di acara resmi, tapi di sebuah proyek pekerjaan yang memaksa mereka bekerja sama. Elara menatap Kiano dengan campuran rasa ingin marah dan penasaran. Kiano, di sisi lain, tak bisa menahan rasa getir melihat senyum Elara yang kini lebih dewasa, lebih menenangkan, tapi tetap memicu amarahnya. Awal pertemuan mereka penuh ketegangan. Sindiran lama muncul lagi, canggung seperti musik yang salah nada. Namun, seiring waktu, mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain-sisi yang dulu tersembunyi di balik kebencian. Elara menemukan Kiano ternyata bukan sekadar pria dingin seperti yang ia ingat; ada ketulusan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Kiano mulai menyadari, bahwa Elara bukan hanya wanita pemberontak dan keras kepala, tapi juga sosok yang mampu memahami dirinya lebih dari siapa pun. Pertemuan demi pertemuan, konflik demi konflik, lambat laun menumbuhkan sesuatu yang tak pernah mereka duga: rasa rindu, rasa peduli, dan-tanpa mereka sadari-benih cinta yang mulai tumbuh dari abu kebencian lama. Kini, Elara dan Kiano harus menghadapi pertanyaan yang lebih sulit daripada perceraian mereka dulu: apakah mereka cukup berani membuka hati untuk cinta yang baru, ataukah kebencian lama akan kembali menguasai mereka?