icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Pesona Vampir Tampan

Bab 4 Terpatri Pikirannya Sendiri

Jumlah Kata:1195    |    Dirilis Pada: 14/11/2022

apa rupan

agaimana mungkin keyakinannya bahwa Shada akan bertemu dengan orang yang ada di

hada menjawab rasa penasaran Ruth dengan berusaha keras m

nya sekaligus?!" sergah Ruth kesal, ia benar-

!" Bagaimana pun suara Ruth sem

jangan berhenti!" perintah Ruth tegas. Shada melihatnya ng

lengan Ruth yang sedang bersedekap, lalu melanjutkan. "Rambutnya hitam pekat. Dan matanya, eh, sekarang seperti matamu!" Shada hampir tercekat menyelesaikan akhir kal

apkan matanya cepat. Berusaha meyakinkan di

ggah Shada pelan. Ia mengamati manik merah kecoklatan milik Rut

ku lapar," rengek Ruth diikut

ju kantin. Setelah sampai, mereka lalu

ereka. Shada tak sengaja melihat Ruth yang pandangannya terpaku pada sud

ng barusan meluncur di pasa

ilaunchingkan beberapa hari yang lalu oleh perusahaannya tempat ia bekerj

alu mendudukkan diri d

an akan mengadakan rekrutmen karyawan." Ruth memulai berbi

" tanggap pelan Shada yang masi

tukas Ruth yang mulai serius lalu melanjutkan, "R

n yang cantik saja, tapi setidaknya harus berotak," ge

dak menambah beban kita," desis Ruth bers

a?" Shada memutar

ng sarapan dengan

Iya,

terlihat manggut-manggut. Lalu k

n wajahnya sejenak. "Ah, kau sudah lama

ganggu kesibukan Daddy." Shada hampir teriak, ia sad

" potong cepat Shada. Ia memutus sambungan teleponnya se

an ibunya yang meneleponnya lagi, tetapi Max. Wajahnya kembali sumring

." ucapnya

dang di kan

mengernyit dengan brondongan pertanyaan tunangannya itu. S

Kau tidak ingin ber

masih bisa menahan dirinya. Ia sangat kesal dengan ibunya dan Ma

balikan beberapa lembar kertas di dalam map, tak bisa fokus membaca bahkan mempelajarinya. Lantas

gadis itu sejak berusia 11 tahun, dimana Shada pertama kali menginjakkan dirinya di Toronto ini. Lalu mereka memulai berp

ari-hari dimana aksi bertunangan Shada belum mendapat dukungan sepenuhnya dari kedua orang tuanya, meskipun mereka sangat memberikan support baginya untuk bersama Shada. Hal ini dikarenakan, ayahnya ingin Max fokus pada perusahaannya. Tak bisa dipungkiri jika sua

ingin tahu sejauh mana ia telah mempermainkan hubungan ini. Dengan linca

aku but

ak sabar menunggu sosok itu kembali. Ia lalu segera turun dari bednya, ia menyusuri dinginnya la

tor laptopnya. Angin berembus memeluk kulit Shada yang mere

ada

n ini. Demian. Shada terkesiap

ut Demian kembali menghanyutkan Sha

nnya kering seketika. Demian semakin melangkah teg

Shada. Sudah lama ia tak melihat ke dalam rumah Shada. Dan tentu saja, ia akan mencari bukti unt

cm saja. Bahkan, Shada bisa merasakan sapuan napas hangat Demi

uh ke dalam manik mata Shada, ingin melihat bagaimana reaksin

mkan kedua mata, merasakan bagaimana candunya bersatu dengan bibir sosok tidak nyata i

t diraihnya ponsel yang kebetulan berada di dekatnya. Ia mengernyi

sekarang sudah ad

rsam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Pesona Vampir Tampan
Terjerat Pesona Vampir Tampan
“"Shada... apa kau menikmatinya?" tanya sebuah suara yang terdengar serak dan begitu sensual di telinga wanita yang kini berada dalam kungkungannya. Wanita bernama Shada itu menggeliat dengan mata masih tertutup. Ia merasakan sentuhan lembut di pipinya, kemudian mulai turun ke bawah. Bibirnya menerima sapuan hangat dan lembut, membiarkannya terus masuk ke dalam dan membelai setiap ruang di mulutnya. Pria bermata merah dengan kobaran api gairah itu tak tinggal diam. Ia terus melumat bibir Shada, tak membiarkan ada jarak di antara mereka. Shada sungguh tak ingin terbangun dari mimpi indah ini. Ia tak tahu kapan lebih tepatnya, ada pria tampan yang tak ia kenali datang ke dalam tidurnya dan memberikan kasih sayang yang tak pernah Shada dapatkan sebelumnya. Tiap malam Shada didatangi oleh vampir yang sangat tampan di saat ia sudah memiliki tunangan. Namun keindahannya sangat mengusik Shada, ia tak bisa mengabaikan pesona darinya. Lantas, siapa yang akan dipilih Shada?”