icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Love Trap

Bab 2 Tragedy

Jumlah Kata:1333    |    Dirilis Pada: 19/10/2022

mu pun sebagian besar dapat dipastikan adalah tamu dari Louis. Resi yang sangat mudah bergaul dengan siapa saja, tidak pernah pilah pi

a sendirian dan tidak perlu berbincang-bincang basa-basi dengan ora

memperhatikan Melisa. Melisa, begitu menarik di matanya. Tak peduli dia

bete

an Resi ikut dud

ue cuman pengen

pange yang sedari

t bahagia

i terlihat men

ya. "Lo nikah dengan lelak

gak sebeba

sudn

at, gak sama den

pak tidak seperti Resi yang menyapanya tadi. Wajah Resi te

baik aja kan?"

dar. "Ah iya! Sorry, gue tingga

meneguk martininya dan merasa tidak yakin

gan istriku?" ucap Louis yang tiba-tiba d

an dari Louis. Kharisma Louis begitu mengint

lulus, aku ke Jakarta bersama suamiku dan

h menikah? M

g mengurus pro

penuh misterinya kembali terlihat. Dengan ketukan jarinya, bartender itu

abis," protes Melisa pada barte

engan pelayanan istimewa pula. Selamat

isa pun meneguk martini barunya dengan lahap dan mulai mencari-cari Resi untuk pamit. Se

ari para tamu undangan itu, tiba-tiba kepalanya pening hingga dia terjatuh dan seora

ngsur pulang. Kini hanya tinggal Louis, Resi dan

lisa?" t

ilet, Melisa pamit pulang padaku dan m

semua mobil para tamu undangan sudah tidak ada

ekali. Aku istirahat

hun!" balas Louis kemudian mengecup kening istri

mah utama. Jarak antara paviliun dan rumah utama cukup jauh, sehing

*

hanya dapat membuka setengah matanya, namun pandangannya masih samar. Lelaki itu membuka jas dan kemej

uk berontak dan berteriak. Dia merasakan sentuhan bibir dan lidah dari lelaki itu ke sekujur tubuhnya. Lel

engikatnya ke kayu dipan di atas kepala Melisa. Lelaki itu tidak meng

laki itu menyapu seluruh wajahnya. Lelaki bermata hitam deng

gumam Mel

kan cuping telinganya pada bibir M

ui.

engan bibirnya. Melisa tak mampu berontak, air matanya terus berjatuhan se

Louis kemudian berbaring di samping tubuh Melisa yang masih terikat. Dia menatap wanita malang itu lekat-le

ak?" tanya Louis pada

iri Melisa kemudian membuka ikatannya dan menyelimuti tubuhnya yang polos. Sebelum keluar dari kamar itu, Louis

pahit dalam hidupnya. Kemalangan demi kemalangan terus menimpa dirinya. Setelah kehilangan anaknya, kini dia telah kehilangan

s menerus mengalir menangisi rasa bersalah yan

le

a. Tanpa menoleh sedikitpun pada Melisa, pelayan itu menyimpan kotak itu

. Dalam kotak itu, terdapat tas miliknya berisi kunci mobil dan pons

itu samar karena terlihat dari belakang, namun wajahnya nampak begitu jelas. Meli

adalah ta

asuk ke dalam kamar mandi di ruangan itu dan membersihkan dirinya

amar itu kemudian mencari-cari seseorang. Seorang

rapan terlebih dahul

uis? Man

n Nyonya Resi sudah berangkat ke b

nda

berlibur keliling Ero

paviliun itu. Segera dia berjalan menu

an apa yang menimpa dirinya semalam pada Resi. Namun, belum sempat dia menelepon Re

ku menyimpan nomorn

sambungan telepon itu. "Hei, lelaki bre

yah Louis terdengar

maka foto dan video asusilamu akan ter

tir mobil dengan

am kejadia

ng. Aku harus memiliki sesua

ala

itu. Dengar, aku bisa melakukan apapun semauku. Jangan

Apa semalam kau tidak puas?!

h menging

janya. Terlihat sebuah foto istrinya bersama Melisa sembilan tahun lalu. Foto di saa

ku mendapatk

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka