icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Beautiful Pain

Bab 5 Warm Hug

Jumlah Kata:1337    |    Dirilis Pada: 11/07/2022

Ya, Audrey menunggu Xander yang tadi berlari pergi meninggalkannya begitu saja. Sudah lebih dari dua jam Audrey menunggu sampai Xander kembali tapi nyatanya Xa

nder begitu terburu-buru seperti ingin menemui seseorang. Tapi menemui siapa? Sejak ta

engar. Refleks, Audrey terkejut. Audrey hendak masuk ke dalam restoran tapi sem

wa mobil. Audrey ke sini bersama dengan Xander. Tubuh Audrey sudah menggigil

chi

gi meninggalkan tempat itu tapi Audrey takut kalau Xander mencarinya. Akan tetapi Audrey meny

an terpaksa Audrey menghentikan taksi. Audrey tak memiliki pilihan lain. Audrey terpaksa pulang menggunakan t

*

fa apartemennya. Tampak raut wajah Xander begitu kacau. Pria itu mengus

ah yang begitu frustrasi. Tadi siang Xander berusaha mengejar sosok wanita yang sangat mirip dengan sosok wanita

ah pintu dan segera menginterupsi orang yang mengetuk pintu untuk segera masu

er," sapa

a di hadapannya. "Kau sudah mencari tahu di mana Serry be

Xander. Namun, wanita itu juga yang menghilang dan menghindar darinya. Sejak dulu Xand

di Roma tidak ada yang bernama Serry Ace. Saya yakin tadi

nunjukan keberadaan Serry. Setiap kali mengingat moment di mana dirinya berpisah dengan Serry selalu membuat hati Xander sesak.

aikan pekerjaanmu yang lain,"

ingin saya sampaikan pada And

ander menata

ina sedang menuju apotek membeli obat. Tina mengatakan Nona Audrey sakit kare

galkan Audrey di restoran. Pun tadi sempat turun hujan. Apa Audrey menunggunya di luar sampai kehujanan?

u diperiksa dokter. Itu kenapa Tina pergi ke apotek m

ya Xander dingin namun tersira

di apartemen pribadinya,

mennya, menuju parkiran mobil. Tak ada pilihan lain, Xander harus menemui Audrey. Xander tak mau disalahkan ji

*

u tajam. Jika saja Chad tak memberitahukan dirinya kalau Audrey sakit; maka sudah pasti Xander lupa kalau tadi siang dia meninggalkan A

berada. Sebenarnya Audrey biasa tinggal bersama dengan keluarga. Hanya saja kalau

berada. Menjalin hubungan sejak lama dengan Audrey tentu Xander menget

ra menekan password apartemen Audrey. Dan ketika pint

an yang sedikit terkejut

anya Xander langsun

kamarnya, Tuan," jawa

ia itu langsung menuju kamar Audrey. Terlihat raut wajah Xander dingin namun

raya membawa tangannya menempelkan ke kening Audrey. Seketika Xander berdecak pelan kala tubuh Audrey masih hangat. Xande

drey membuka matanya, senyuman di wajah wanita itu pun terlukis-menatap Xander ada di hadapannya.

sini?" Audrey te

y? Harusnya kau langsung pulang saja," seru Xa

idur di pelukanmu," pinta Audrey y

dre

gin tidur di pelukanmu," pinta Audrey s

Xander sudah membaringkan tubuhnya, Audrey langsung menyandarkan kepalanya di dada bi

rjadi sesuatu padamu, Xander," ucap Au

Lain kali jangan menungguku sepert

endongakan kepalanya, menatap Xander lembut. "Tadi kau begitu terburu

erjaan penting yang tidak bisa

"Yasudah, lupakan saja. Terpe

asih sakit," bal

first,

ey, t

dur kalau ka

a itu langsung mengecup kenin

kan kening," reng

ya Xander ingin mengakhiri ciuman itu tapi bibir Audrey begitu manis dan kenyal. Pun Xander memperdalam ciumannya. Tak

askan pagutannya, menata

at sang tunangan seraya menghirup aroma parfume maskulin tunangannya itu. Sedangkan Xander hanya b

*

e Con

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Beautiful Pain
Beautiful Pain
“Sejak dulu yang Audrey cintai hanyalah Xander-pria yang berhasil memorak-porandakan hatinya. Meski Audrey tahu Xander selalu bersikap dingin dan tak memedulikannya tetap saja Audrey tidak pernah berhenti mencintai Xander. Berkali-kali diabaikan dan ditolak, tetap tidak akan membuat Audrey menyerah memperjuangkan cintanya untuk Xander. Hingga suatu ketika, Audrey mendapati kenyataan di mana Xander hanya mencintai satu wanita dan itu bukanlah dirinya. Hancur. Pedih. Terluka. Tiga kata yang Audrey rasakan kala itu. Cintanya yang dalam telah terselimuti kekecewaan dan luka yang dalam. Lantas bagaimana dengan cinta Audrey? Mampukah Audrey bertahan?”