icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendam Cinta dan wanita

Bab 4 Lelaki itu

Jumlah Kata:1338    |    Dirilis Pada: 25/06/2022

itu tampak

eperti itu saat bertatapan mata denganmu. Tidak! Bahkan rasanya seperti sudah muak sejak pandanga

ada di toko barber dan warung pinggiran melihat apa yang terjadi. Tapi tak ada yang berani mendekat karena mereka tahu, anak-anak ber

tu. Sudah dipastikan lelaki itu adalah musuh dari berandalan yang akan menyan

h lelaki itu

ap kosong ke

lagi lelaki itu bert

ang terlempar cukup jauh. Zheyya mendekap erat lelaki yang tak dikenalnya itu, jantungnya berdegup kencang. Suara knalpot motor yang menderu, melesat cepat, m

g, dan perlahan kesadarannya ikut memudar. Saat pelukan Zhey

rin! Hey!" ujar lelaki itu sambil menepuk-nepuk lengan Zheyya

, lalu parkir di dekat halte. Pemuda itu pun menggendong Zheyya dan membaring

arang! Cepet!" titahnya tanpa ba

ngan motor Nmax datang mendekat, da

pemuda itu membuka helmnya lalu pandangannya tert

n tuh cewek?"

oi," bukannya menjawab pertanyaan

jelas amat! Maksud lo apaan nyuruh gu

tangguin cewe itu sampe dia sad

tambah pemuda itu sambil membenarkan helm

o dia sadar dasar anak onta," omel pemuda itu saat m

*

i itu mendekat ke arah Zheyya lalu duduk di sampingnya, tepat di dekat kepalanya. Pemud

api layar ponselnya itu. Saat ujung matanya melirik Zheyya, terlihat gadis itu menggigil tanpa

a jaketnya lalu diseli

Ko bisa malem malem gini cewe keluyuran di luar?' Bat

rjapkan mata beberapa kali, dan akhirnya dua manik mata legam itu terbuka.

kamu!" tanya

ng! Gua ga ada n

terhuyung dan tersungkur lagi. Sialan lemah banget si

ua yang bawa lo kemari. Trus dia nyuruh gua jagain lo sampe

jenak lalu mencerna situasi. Ah! Jadi berarti

oalnya tadi ada tawuran, dan aku

o

Biar gua anterin,"

," tambah

sudah terlalu lelah dan lemah. Dia pun mengarahkan pemuda itu menuju ru

," ujar Zhey

aketnya makasih ju

sekolah di SMA BAHAGIA j

ya

aja," tutur pemuda i

siapa nama kamu

, kal

eyy

emu di sekolah. Cepet m

gung Zheyya, hingga menghilang di balik gelap. 'Apa gara gara udah lama ngejomblo ya? Kok gua seneng liat tuh cewe

*

istirahatkan tubuh dan pikiran, lalu terlelap dalam kenyamanan. Saat kedua kakinya berh

ett

a sinis, datang dari balik pi

nya menatap seorang wanita yang sedang d

a. Jam segini anak perempuan baru pulang," celoteh ma

rapa sekarang,"

t ke arah jam dinding

s itu tak menje

jaket yang ia kenakan lalu membantingkan tubuhnya ke kasur lantai yang terlihat sudah lepek. Bergulang-guling b

ah! Aku kuat. Aku gadis yang kuat,' batin Zheyya sambil menggeleng pelan dan menengadah menahan air mata yang tidak ja

ruh keresek itu di atas meja yang dipunggungi mamanya. "Mama pas

u-bantu di rumah bu R

li lagi Zheyya berkata tanpa respon da

bu, dan keresek makanan. wanita itu meraih makanan pemberian

l membuyarkan lamunannya. Jemari bayi it

tranya yang baru berusia setahun itu. Dan bendungan itu pun meluap, wanita itu tak sanggup menahan tangis y

ng yang sangat berharga, meski begitu ia tak sanggup mengutarakan

mar dari bilik yang reyot itu, atap yang sama sekali berbeda dengan yang dipandanginya ta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendam Cinta dan wanita
Dendam Cinta dan wanita
“(18+!) Mengandung edukasi remaja. Kamu .... Seperti rintikan hujan yang turun perlahan di tengah gurun pasir yang gersang saat aku merasa dahaga. Membuatku tak berdaya di saat tak punya pilihan lain selain menunggumu datang membasahiku. Terkadang aku berpikir, tidak bisakah kamu menjadi segelas air saja? Agar aku lebih mudah menegukmu, lalu hausku cepat reda. Cinta adalah sebuah kata penuh makna, mewakili segala macam emosi yang berkaitan dengan rasa ketertarikan. Cinta datang bersamaan dengan obsesi dan keikhlasan. Berbicara tentang seberapa kuat menggenggam atau saling melepaskan. Mempertahankan sebuah rasa yang pekat pada awalnya, dan memudar pada akhirnya. Zheyya gadis sederhana dan Kanha pemuda playboy, dua insan yang memiliki sisi dengan latar belakang yang berbeda. Ketika benci perlahan menjadi cinta. Bisakah berlabuh di muara yang sama di penghujung rasa?”