icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dua Sisi

Bab 2 Pernikahan Kilat.

Jumlah Kata:2249    |    Dirilis Pada: 24/06/2022

bat sekali seperti keong. Cepat sedikit

bener-bener kebangetan ini orang. Baru ditinggal sebentar saja sudah kegenitan. Wait..

ia menenteng sebuah koper kecil di tangan kanannya, seperti juga dirinya. Revan menarik nafas panjang. Bisa disindir habis- habisan

rkebunan teh atau sawit ini?" Sergio memindahkan kopernya ke sisi sebelah kiri agar tidak menghalangi perbi

ya menunjuk Embun dengan dagunya. Keingi

n ini ad

h kemarin, bocah ini minta dicarikan pekerjaan. Jadi ya kami bawa saja pula

erjun bebas saat Sergio tahu kalau istrinya adalah seorang gadis anak kepala Suku Anak Dalam alias orang rimba. Suku

h nggak salah nih Van, cakep

un menyeluruh dari kepala sampai ke ujung ka

Nggak worth it sama sekali. Orang cantik but no brain or no

Gilang tahu, andai saja Embun mengerti kalimat yang sengaja diucapkan oleh Revan dalam bahasa inggris itu, pasti Embun akan menjadi sangat sedih. Sikap putranya in

kan pendidikannya. Setelah melepas adek gue dan Ibell malah

erdua dalam diam. Suaminya ini petualang cinta rupanya. Sambil berdiri dan menunggu Revan kembali berbincang-bincang ringan dengan Sergio sebelum mereka naik pesawat, Embun memandang

am Michael. Do you

ris pada Embun. Melihat pakaian tradisional yang dikenakan oleh Embun, mungkin membuatny

Pagi Nauljam. What c

Tiga kepala menoleh kaget. Tidak disangka gadis primitif ini bisa berbahasa inggris deng

rom Birmingham. I want to go around and I think

here's no problem if I accompany you while expl

has to

an untuk meninggalkan mereka berdua yang dianggapnya sebagai sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Sementara Revan dengan setengah menyeret Embun membawa sang gadis ke sudut ruangan ke dekat tolitet. R

ara orang asing tadi? Sementara lima belas menit

ge yang lembut dan penurut, abege primitif yang satu ini pembangkang dan bermulut tajam. Desibel suaranya memang selalu pel

kut keadaan saya yang seperti ini tidak sesuai dengan kualifikasi ibu Abang

ar kamu dan seka

koper ditangan kiri, menunju ke check in desk. Dari sudut mata Revan meli

nya ini pulang ke apartemennya. Soalnya para wanita ONS nya kadang suka mendatanginya dan bersenang-s

agar mereka segera masuk ke dalam pesawat. Embun kembali mengekori Revan dan Gilang untuk naik ke atas menunggu giliran naik ke dalam pesawat. Setelah pramugari memeriksa boarding pas dan merobek separuh tiketnya, Embun masuk ke dalam pes

epala desa, orang-orang yang naik pesawat terbang tampak biasa-biasa saja. Tetapi dia yang pertama seka

ai menungkik naik dan rumah-rumah serta semua yang

etelah berbisik-bisik sebentar dengan bapak yang tadi duduk di sampingnya. Sergio tiba-tiba menyelipkan tangan besarnya. Dia terus menggenggam tangannya selama Embun gelisah dan tidak

n?" Sergio yang merasa kalau Embun sudah bisa menikmati p

yang datang ke desa kami. Saat mereka berbicara, entah mengapa saya mengerti dan bahkan bisa menjawabny

apa saja selain inggr

Prancis d

ow

gio mengetest kemampu

Sie?" Embun tersenyum manis

ka menyebutkan namanya. Seolah-olah mere

habite

Prancis. Sergio menanyakan alamat r

mahnya di hutan rimba di bukit 12 sana. Tidak ada nama jalan

orina, buo

m bahasa Italia. Sepertinya dia tadi ikut mendengarkan pembicaraan

asanya saat ada orang yang menyapa ramah setelah sepag

ti chi

itu menany

Embun Pag

laki-laki ramah yang kira-ki

Paolo, da d

Paolo itu menanyakan

Indonesi

kin seseorang suka pamer, sebenarnya semakin terlihatlah kalau dia itu sedang meminta pengakuan. Pengen dianggap

Embun dari arah bela

seseorang yang mengaku educated dan beretika, Bang. Maaf kalau si

berbuat salah, di situ ada hukum adat yang dipakai. Harap dimaklumi karena saya ini berasal d

nak Dewa lah yang dulu selalu melindunginya dari kejahilan dan kenakalan teman-teman sepermainannya. Mengingat Anak Dewa mem

an maju, bukan mundur. Itulah gunanya manusia belajar dan melakukan banya

gung. Embun diam. Revan tidak tahu bahwa di Bukit Dua belas itu terdapat 13 temenggung yang menanggung jawabi anggota

a adalah temenggung Ngadap yang artinya sudah lebih modern dan mengenal agama, tidak primitif lagi. Tetapi menjelaskan pada manusia yang mengaku modern se

======

itama Perkasa kesenangan saat ada seorang gad

ita, Bu. Embun

ah tidak apa-apa. Yang penting sudah sah kan? Ayo masuk dulu, Nak. Astaga kita sekarang sudah punya ma

tapi tidak kunjung mau menikah. Kerjanya menumpuk dosa dan maksiat saja. Makanya Bu Gayatri sangat senang kalau Revan akhirnya menikah juga. Dia tidak pernah me

menantu ibu. Mohon bimbingannya." Embun menyala

ya, Embun?" Gayatri senang sekali karena akhirnya ia pu

beristirahat dan membersihkan tubuh dulu

jangan membantah. Dengan apa boleh buat dan ogah-ogahan akhirnya Reva

kata country girlnya dengan berbisik, sehingga kedua orang tuany

an. Selain dengan Anak Dewa dan Macan Rimba, Embun tidak pe

a juga butuh membersihkan diri. Lagian orang

u ganti, sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi. Revan membaringkan tubuhnya yang

, ditengah perumahan mewah seperti ini kenapa masih ada warga yang memb

asap tebal itu ternyata berasal dari taman belakang rumahnya. Astaga! Ada kebaka

u berasal. Di kebun bekakang rumahnya, istri primitifnya sedang memanggang ikan di tengah tumpukan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dua Sisi
Dua Sisi
“Revan Aditama Perkasa-- CEO ADITAMA Group, sudah tidak berhasrat lagi untuk menikah. Ia merasa tidak pernah beruntung dalam hubungan asmara. Mulai dari jatuh cinta pada gurunya sendiri, bertunangan dengan orang yang salah, sampai akhirnya jatuh cinta pada pacar orang, menjadikan Revan apatis terhadap yang namanya pernikahan. Hingga suatu hari, ayahnya memintanya untuk menikahi seorang wanita yang tidak biasa. Dia adalah wanita dari Suku Anak Dalam. Suku yang paling terkebelakang negri ini. "Bagaimana mungkin Saya seorang CEO Aditama Group yang mewakili segala hal yang modern dan intelektual, beristrikan seorang wanita paling primitif dinegeri ini?" -Revan Aditama Perkasa.”
1 Bab 1 Awal Mula Pertemuan.2 Bab 2 Pernikahan Kilat.3 Bab 3 Pemuda Kota vs Suku Anak Dalam.4 Bab 4 Dalam Bahaya.5 Bab 5 Perkenalan.6 Bab 6 Anak Dewa alias Rangkayo Depati.7 Bab 7 Bertemu Orang Baik.8 Bab 8 Semesta Berbicara.9 Bab 9 Salah Paham10 Bab 10 Serba Salah.11 Bab 11 Kuncup Cinta Mulai Mekar.12 Bab 12 Curiga 13 Bab 13 Rencana Jahat14 Bab 14 Balas Dendam.15 Bab 15 Mulai Terungkap.16 Bab 16 Jangan Main-Main Denganku.17 Bab 17 Pimchanok 18 Bab 18 Makin Cinta.19 Bab 19 Aksi Pertama.20 Bab 20 Awal Bencana.21 Bab 21 21. Suami Tidak Berguna22 Bab 22 Kedatangan Anak Dewa.23 Bab 23 Dusta Putih.24 Bab 24 Balas Dendam Termanis.25 Bab 25 Samar Bayangan.26 Bab 26 Cemburu Buta.27 Bab 27 Kebenaran Yang Terkuak.28 Bab 28 Curiga.29 Bab 29 Anakku, Embun Pagi.30 Bab 30 Perseteruan Mertua Menantu.31 Bab 31 Dalam Bahaya!32 Bab 32 Pengorbanan Seorang Bapak.33 Bab 33 Sadarnya Albert.34 Bab 34 Selamanya Cinta.35 Bab 35 Modus.36 Bab 36 Cemburu Menguras Hati.37 Bab 37 Hamil 38 Bab 38 Salah Paham.39 Bab 39 Berdamai.40 Bab 40 Kemunculan Pangeran.41 Bab 41 Haruskah Berpisah 42 Bab 42 Pulang Ke Kerajaan.43 Bab 43 Khawatir.44 Bab 44 Rindu Dendam.45 Bab 45 Kembali Bersama.46 Bab 46 Extra Part.