icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjebak Gairah CEO

Bab 2 Pertengkaran ditengah malam

Jumlah Kata:1556    |    Dirilis Pada: 16/06/2022

ahkan nyaris terlihat begitu menyedihkan. Terdapat sosok gadis remaja yang tengah bera

dua matanya menatap tajam ke arah gadis dewasa yang tengah menangis di depannya, dan tepat di samping gadis bernama Irene itu terdapat sang ibunya yang tengah memelu

dia bahkan tidak mengakui kesalahannya. Bahkan dengan tega membuat wajahku terluka seperti ini." Timpal Irene t

tu kepada Fiona, berbeda jika kepada Irene. Maka Cla

u hilangkan itu adalah pemberian terakhir kalinya mendiang suami kakakmu hah? Dimana ha

ak setiap saat dirinya selalu di sala

k akan pernah percaya dengan

rteriak. Pergi saja kau dari rumah ini, sekalian jangan per

Fiona, yah saat ini dia telah mengemasi seluruh

sahi kedua pipi mulus yang terlihat sangat tirus. Raut wajahnya tampak send

dia pejamkan. Sekeras apapun, Fiona menutup matanya dia

dengan kasur seadanya. Langkah kakinya perlahan mendekati pintu, Fiona tahu jika

Key?" Ta

dalam kamar sang kakak. Key, jelas tahu apa yang m

a dugaan tidak masuk akal itu. Akan tetapi dia masih kecil, Key terlalu muda untuk melawan sang ibu. Fiona saj

i memarahimu lagi kan?" Tanya Ke

a dekati Key yang tengah d

mu harus sabar dan jangan pernah membantah apa pun perkataan ibu, kamu gak mau k

kak kan gak salah, kenapa selalu Kak Irene yang ibu bela?

lembut memberi sebuah jawaban atas pertanyaan Key. Fiona tidak ingin sa

semua yang sudah berlalu. Ini sudah malam

natap penuh iba. Fiona kemudian terkekeh, sebenarnya dia ingin menol

gat, dia sangat senang hanya bisa tidur bersama dengan Fiona. K

f kakak juga belum bisa selalu ada saat Key butuh kakak. Kakak gak m

atnya nyaman. Bagaimana bisa dikatakan sebagai rumah jika tempat yang orang bilang adalah satu-satunya menjadi tujuan disaat kau lelah,

idak memihak kepadanya, bukan karena Fiona anak yang nakal dan bodoh. Fiona bahkan diterima di salah satu universitas negeri terkenal di wilayahnya, sebelum dia lulus sekolah menengah Fiona mendaftarkan

i untuk membiayai sekolahnya. Beruntung dia adalah murid yang berprestasi, membuat dia mendap

asa depannya pasti cerah. Dia tidak harus dengan susah payah mencari uang untuk membiayai dirinya sendiri, beserta sang adik. Namun, jika dia harus kuliah ter

bih memilih bekerja demi membantu meringankan beban keluar

*

ipaksa untuk segera sadar untuk menatap dunia yang sangat keras. Sinar mentari menyapa lembut waja

iga jam lagi Fiona harus segera berada di bandara H

pati kakaknya tengah bersiap diri. Mengernyitkan h

tnya. Hingga sebuah percakapan singkat semalam membuatn

Fiona mendongak, menatap sang adi

hatikan Fiona yang tengah disibukan deng

ahui hal itu seketika membuat hatinya sesak, Key yang masih berusia 16 tahun itu merasa

ah yang ada di b

ap tinggal?" Tan

ngisannya pecah, membuat Fiona langs

lu ia dekap Key ke

kamu pasti akan mengerti."

jelas dengan kedua mata yang basah. Fiona, merasa semakin berat meninggalkan Key

jangan pernah lupa untuk makan. Lihat, kakak s

u apa kebiasaannya. Ia mengangguk, membuat Key mengerti

katakan padaku jika sesuatu terjadi saat kakak ti

am legam yang dibiarkan terikat menjadi satu. Wajahnya yang putih pucat dan tirus, menatap s

eluar dari rumah terkutuk. Fiona tersenyum samar, sepertin

nya? Baginya, julukan yang tepat untuk kondisinya saat ini lebih tepat d

ra menjadi satu-satunya anak yang tid

namun tetap mengabaikan. Mencoba mencar

g hamba yang baik, ia hanya sedang menjalankan perannya dengan baik pula. Mencoba kembali membenahi kehidupan yang b

edihan yang setiap harinya me

baru. Berharap, di negara lain ia da

ta kembali tidak berpihak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka