icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I Love You My Secret Daddy

Bab 8 Black card

Jumlah Kata:1606    |    Dirilis Pada: 21/04/2022

aitu ciuman pertama yang belum pernah ia rasakan. Zaara yang masih memejamkan ked

saat melihat gadis kecil di depannya yang diketahuin

olah memanggil untuk segera menyesapnya. Arkan semakin mendekat, bibirn

erah jambu itu, ia mulai mengulum, dan menyesapnya perlahan. S

dis di depannya itu mau membuka mulutnya. Sedangkan tangan kirinya menahan tengkuk bel

n sebuah perlindungan. Karena jika orang lain yang menciumnya, mungkin dia akan benar-benar diperkosa. Nasib baik kamu bertemu denganku gadis nakal. Jadi, aku

a dan melesakkan lidahnya untuk mengabsen di sana. Bahkan ia sudah s

sa kebingungan saat pria yang baru ditemuinya beberapa saat yang lalu sudah sibuk dengan bibirnya. Seo

k pertama kalinya. Tubuhnya seolah terjangkit aliran listrik begitu

ksigennya mulai habis. Refleks ia melepaskan pagutannya dan netra dengan silinder hi

a tanpa membalas sama sekali. Gadis ini benar-benar belum pernah

ohong karena aku baru saja mengetesmu," ujar Arkan yang masih t

om itu sudah melepaskan bibirnya, tapi ia yang merasa sangat ma

ebut, refleks perlahan membuka matanya. Permukaan kulit wajahnya sudah beru

ku, tapi Om sudah mencuri seenaknya. Om malah dengan sangat santainya bilang mengetesku? Wah ... sun

a yang sudah bersungut-sungut kepadanya. Ia mulai melepaskan satu pers

rrrh

eski ia yang sesaat sempat terpesona dengan keindahan dari bentuk tubuh pria tampan yang baru saja menciumnya, tapi ia merasa

ara yang mencoba mengintip apa yang akan dilakukan oleh pria yang berad

ka koper miliknya dan mengambil kaos casual. Kemudian ia mulai memakainya

perlu berpura-pura menutupi matamu jika kamu mengintip apa yang aku

nya di atas sofa dan menatap penuh dengan seringai jah

ena merasa sangat kesal dengan ejekan dari pria di depannya tersebut. Merasa tidak mempunyai

mau berbicar

Bukankah kamu perlu uang untuk membayar SPP? Jadi, aku akan menanggung sem

da di Jakarta selama satu bulan. Anggap saja kamu menjadi sugar baby untukku," jawab Arkan yang mengamati

ya. Perasaannya benar-benar sangat tidak menentu saat keinginannya untuk menjadi seorang suga

h datang sendiri. Aaarrhh ... aku harus bilang apa pada om Arkan. Aah ... bukan om Arkan, tapi aku harus memanggilnya daddy Arkan. A

ra yang berpura-pura bodoh, seolah

nya padamu. Kamu harus siap kapan saja saat aku memanggilmu untuk menemaniku pergi kemana

u pulang sekolah? Atau aku bolos sekolah saja saat membutuhkan aku untuk menemani Om perg

karena terbiasa seperti itu saat bekerja di New York. Jadi,

nnya, aku akan memberikanmu ponsel, pakaian, tas, sepatu dan melunasi biaya sekolahmu. Apakah kamu sudah mengert

ang berada di sebelah kanannya. "Ambil

n ini? Hingga ia bisa memiliki kartu black card yang tidak sembarangan ora

uat ak

uk

u pikir bu

nya buat ayahmu?" hardik Arkan dengan tata

emanggilmu daddy Arkan? Karena aku lebih suka memangil

beristirahat." Arkan mengibaskan tangannya dan berjalan ke arah ranjan

yang sudah bangkit dari sofa, menanyakan hal yang ada dipikirannya. "Daddy kan

rkan yang sudah memej

ntai itu, sih! Bikin geram saja," sah

. Pergilah, besok siang sepulang sekolah, datanglah ke sini!" Arkan yang sudah sangat mengantuk setelah melakukan perjalanan jauh

au begitu, aku pergi dulu, Daddy Arkan." Zaara menatap siluet pria

" Arkan masih memej

iya,

suara dari gadis kecil tersebut, sehingga ia refleks langsun

Tidak mungkin kan aku naik angkot dengan membayarnya memakai kartu kredit," ucap Zaara

taan dari Zaara, lalu ia mengambil uang 500 ribu dan menye

bil dan

arah Arkan untuk mengambil uang tersebut dan tak lupa ia mencium pipi pria tampan tersebut. Kemudian berlal

nnya untuk mengusap bekas ciuman Zaara di pipinya. "Nasib baik kamu bertemu dengan pria sepertiku, Zaara. Jadi,

contin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Sugar Baby 2 Bab 2 Miliki dan nikmati aku 3 Bab 3 Aku suka dia4 Bab 4 Membuat perkataanmu menjadi kenyataan5 Bab 5 Mulutmu adalah harimaumu6 Bab 6 Bagaikan pepatah buah simalakama7 Bab 7 First kiss8 Bab 8 Black card9 Bab 9 Diusir dari rumah10 Bab 10 Mencari tempat tinggal sementara11 Bab 11 Terbakar gairah12 Bab 12 Selamat tinggal13 Bab 13 Semoga bisa berkumpul di surga14 Bab 14 Bunuh diri15 Bab 15 Siapa kamu sebenarnya16 Bab 16 Merasa sangat gelisah17 Bab 17 Kembali ke Mansion18 Bab 18 Tidak akan pernah memaafkan19 Bab 19 Ini tidak boleh terjadi20 Bab 20 Kamu jahat21 Bab 21 Kembalilah22 Bab 22 Apa yang kamu tutupi 23 Bab 23 Menyerahkan jiwa dan raga24 Bab 24 Dibayangi rasa bersalah25 Bab 25 Aku tidak akan hamil26 Bab 26 Hancur sudah hidupku27 Bab 27 Siapa nama gadis itu 28 Bab 28 Apa ini 29 Bab 29 Aku akan menikahimu30 Bab 30 Pergi diam-diam31 Bab 31 Aku tidak bisa menikahimu32 Bab 32 Hancur berkeping-keping33 Bab 33 Mengambil keputusan34 Bab 34 Takdir macam apa ini35 Bab 35 Sebenarnya apa yang kamu inginkan 36 Bab 36 Hanya Tuhan yang tahu37 Bab 37 Ijab Kabul38 Bab 38 Tidak ingin membuang waktu39 Bab 39 Siapa40 Bab 40 Ceraikan pria itu41 Bab 41 Karena aku masih sangat mencintainya42 Bab 42 Jangan campuri urusan saya43 Bab 43 Bagaimana mungkin44 Bab 44 Memikirkan balas budi45 Bab 45 Mengorbankan perasaan dan kebahagiaan46 Bab 46 Ayo pulang47 Bab 47 Bagaimana bisa48 Bab 48 Tahun ini akan menikah49 Bab 49 Siapa pria itu 50 Bab 50 Ayo kita selingkuh51 Bab 51 Sebuah mantra52 Bab 52 Sebuah ide53 Bab 53 Main kucing-kucingan54 Bab 54 Ratu imitasi55 Bab 55 Air mata kebahagiaan56 Bab 56 Wanita luar biasa sekaligus aneh57 Bab 57 Kenangan buruk itu akan terganti58 Bab 58 Mencari kelemahan59 Bab 59 Perasaan yang tidak karuan60 Bab 60 Berangkat ke Bandung61 Bab 61 Benar-benar tamat62 Bab 62 Membuka lembaran baru63 Bab 63 Penyebab kehancuran64 Bab 64 Perintah konyol65 Bab 65 Presdir berengsek dan bajingan66 Bab 66 Berkelahi67 Bab 67 Sebenarnya68 Bab 68 Apa yang terjadi69 Bab 69 Kisah kita berakhir di sini70 Bab 70 Akan indah pada waktunya71 Bab 71 Jangan ambil nyawa putraku72 Bab 72 Membutuhkan darahmu73 Bab 73 Harus bagaimana74 Bab 74 Jatuh pingsan75 Bab 75 Aku akan membunuhmu76 Bab 76 Memberikan hukuman77 Bab 77 Harus menceraikan78 Bab 78 Amnesia79 Bab 79 Melamar80 Bab 80 Satu lagi penghalang81 Bab 81 Mengambil keputusan82 Bab 82 Pemenang sejati83 Bab 83 Trauma84 Bab 84 Memakai kondom85 Bab 85 Membayar tunai apa yang ditanam86 Bab 86 I Love You, My Sugar Baby87 Bab 87 Ledakan Gairah88 Bab 88 Buat aku hamil 89 Bab 89 Sejuta kebahagiaan