icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pembantu Kaya Tuan Tampan

Bab 8 PART_8 BERTEMU ALAN

Jumlah Kata:1317    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

p senang ketika mendapati kondisi apartemen Glenn yang belum menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan, sponta

kecil di pintu kamar d

USAH M

AKU KEMBALIK

A

t puluh tiga menit dengan bantuan ojek o

merebut hati Lala. Kebetulan mereka satu kampus dan satu fakultas hanya saja beda jurusan saja. Jika Lala mengambil jurusan sastra, Alan mengambil jurusan desain komunikasi visual. Awalnya

salnya Lala belum mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan semudah itu. Masa iya mau

jawab Lala sekenanya sambil menggaruk

ak kapan punya Tante yang tinggal di kota ini La?" De

i Tanteku datang ke sini lalu kami menginap di hotel..., begitulah," dusta La

dahlah, aku berangkat duluan ya, sekalian

," Jawab Lala sambil m

rnya masih kok, cukuplah buat sarapan, yang semula Lala sudah berhemat sekarang harus lebih hemat

uri trotoar, berjalan di antara guguran bunga Angsana yang terhampar di sepanjang area kampu

n niat dari awal datang ke kota ini. Kini dirinya sudah sampai di gedung F unt

a pagi-pagi selain kekasihnya itu. Lala menengok arloji yang melingkar di pergelangan tan

a?" Lala menunjuk deretan ku

diri. Lala begitu tersentuh tatkala ada seseorang yang memberinya perhatian l

engi senyum manisnya sembari men

alam?" tanya Alan sambi

dua dengan Lala. Tapi itu yang membuat Lala bertambah gemas. Karena mendapatkan laki-laki yang seperti itu

eku," dusta Lala menyamakan jawaban itu dengan pertany

mana...?" tanya Alan m

-kapan aku kenalin deh," ucap Lala

pannya di sudut hatinya yang paling dalam. Dalam hati bersyukur, sun

sitas Nuansa karena beasiswa. Kehidupannya pun berbeda dengan mahasiswa lain

di kos. Tentu saja ketika meminta Lala menjadi pacarnya dirinya

asa ya?" pinta Alan pada kekasihnya. Hati Lala mengha

man Alan, bahkan hanya diperlakukan seperti itu saja dirinya menjadi bersema

ni. Terpaksa mereka berpisah di kelas masing-masing, nggak lama kok kelas pagi i

al yang sekiranya penting. Dewi duduk di sampingnya. Itulah mereka tema

tin," ucap Dewi ket

Lala heran. Dewi memang suka makan dan sering makan meskipun b

i," kilah

, nanti aku menyusul, a

oleh ya?" goda Dewi yang membuat pipi

nyetujui hubungannya dengan Alan, bahkan Dewi sering merecokinya jika jalan berdua. Mereka sering jal

engus lirih dan mening

ngkah ke luar. Matahari sudah mulai tinggi, panasnya sudah sedikit menyengat. Lala berjalan menuju tempat jan

las, untuk apa dia menyusul kemari," rutuknya. Tangan Lala tergenggam erat dan sedikit gemetar, kemudian menengok kanan kiri. Setelah merasa aman dirinya, memutar tubuhnya seratus delap

k dan takut jika Alan melihatnya. Lala mengajak Glen ke

p Glenn penuh tekanan tidak nampak ek

kelas!" kilah Lala panik s

jadwal kuliahmu, tadi aku

puk jidatnya tidak menyang

ukan kita?" ancam Glenn kemudian s

gan-jangan sudah dari tadi dia mengikuti

lambat menemuinya sedikit saja pasti Alan mencarinya. Bagaimana jika

ka tangan berotot Glenn membuka satu s

mbuka sisi pintu yang lain, mas

ang tua Sabila," ucapnya

yang awalnya bersandar kini tegak me

*

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pembantu Kaya Tuan Tampan
Pembantu Kaya Tuan Tampan
“"Bikin kopi saja tidak bisa! Lalu kamu bisanya apa?" "Maaf Glenn, tidak baik pagi-pagi minum kopi! itu sudah aku buatkan susu. Cepat minum mumpung masih hagat." "Susu? Kau pikir aki bayi?" "Astaga Glenn! Tinggal minum saja repot amat, sini aku bantu!" Lala mengambil segelas susu di meja dan menyodorkan pada Glenn. kemudian memaksanya minum. "Ayo, minum! kata Bi Narti, setiap pagi segelas susu harus habis," Dengan bodoh Glenn mengikuti saran Lala dan meminumnya hingga tandas. Apa yang terjadi dengan Glenn? Mungkinkah kesombongannya mulai luntur? BACA YUK KISAH PEMBATU KAYA TUAN TAMPAN.”