icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang

Bab 4 

Jumlah Kata:987    |    Dirilis Pada: 15/12/2025

ly

ggam pecahan kaca; setiap detiknya menyakit

tanpa memutus tali hukum yang menjerat leherku. Jika Elton t

genal konsep itu. Dia akan menahank

nya, dan aku hanya akan berakhir menjadi inkubator bernapas di dalam sa

t. D

untuk hari ini-bergetar di atas meja rias. L

nya begitu aku mengangkat telepon. Suaranya dingin, datar, na

jawabku

getaran halus ketakutan yang berusaha mati-matian kutekan.

ran itu lima bela

pat ini. Apakah dia mencoba bernostalgia? Atau dia sedang mencoba memanipu

i, jemariku mencengkeram erat tali tas

giliran untuk keluar. Aku juga menyisipkan klausul gila yang menyatakan

nah kurancang, tapi demi membeli kebeba

seolah dia memiliki jam at

tubuh tegapnya, aura kekuasaan menguar darinya seperti parfum mahal. Dia me

da suaranya hampir terdengar peduli,

baik saja,

ku, membuat perutku bergejolak hebat. Aku menahan napas, menggigit bagian da

ranya merendah hingga menjadi bariton yang intim. "Aku mungkin terla

a meminta

an. Dia sedang menyusun ali

nganku bergerak, mengeluarkan amplop cokelat tebal dari t

rt. Drrt.

hebat, memotong kalimatku dengan kasar. Nama Rachel

n yang tadi sempat ia pasang retak dan hancur

l itu secepat kilat

rut dari wajah Elton. Matanya membelalak ngeri. Dia berdiri mendadak, membuat

i sana, jangan bergerak! A

nnya kosong. Dia tidak melihatku. Di matanya, aku sudah

mandi," katanya cepat, tubuhnya sudah be

..." suaraku tercekat, ber

ly! Ini darurat!

gi, dia berlari

i. Di tempat kencan per

t, berlari sempoyongan ke toilet restoran, mengunci pintu bilik, dan

engalir deras tanpa bisa kucegah,

wanita yang sedang memperbaiki riasan

g lari tadi? Itu El

ila mewah untuk simpanannya, si Rachel it

au aku jadi dia? Aku rasa aku

akhir yang dipukul ke dalam peti

, menatap pantulan wajahku yang menyedihkan di cerm

tidak akan

elakukan pembunuhan. Aku aka

mantap dari sebelumnya. Aku tidak mengejar Elton. Aku me

gerbang vilanya yang megah. Langit seolah

dan aku tidak sudi menjejakkan kaki ke dalam

tu dari tas. Kertas amplopnya sedikit

etar, aku memasukkannya ke dalam

mpit, seperti mulut monster yang s

kan catatan kecil

ulan lagi. Anggap ini hadiah per

dari radar mereka. Cukup waktu untuk menyembunyikan kehamil

kku pada angin malam yang menderu,

.. dia hanya m

am kegelapan kotak surat. Bunyi *pluk* pelan

a jalan

munggungi Elton, dan memunggungi rasa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang
Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang
“Aku menghabiskan seribu sembilan puluh lima hari mencintai Elton, tapi hanya butuh satu detik baginya untuk membuktikan bahwa nyawaku tidak ada harganya. Di tepi dermaga itu, saat Rachel-wanita masa lalunya-terpeleset, Elton tanpa ragu menghempaskan tubuhku ke samping. Aku terlempar ke dalam ombak ganas, meminum air asin yang membakar paru-paru, sementara dia mendekap Rachel erat-erat agar wanita itu tidak tergores sedikit pun. Saat aku berjuang naik ke permukaan dengan napas tersengal, yang menyambutku bukanlah uluran tangan suamiku, melainkan pemandangan dia yang sedang menenangkan Rachel dengan lembut. Di rumah sakit, kekejamannya berlanjut. Dia membiarkan Rachel memakan buah jatahku dan menuduhku hanya mencari perhatian. Dia tidak tahu, di balik wajahku yang pucat dan tubuhku yang menggigil, aku sedang menyembunyikan hasil laboratorium yang menyatakan aku hamil enam minggu. Melihatnya memayungi Rachel dengan mesra dan meninggalkanku kedinginan di tengah hujan, aku sadar aku hanyalah tokoh figuran di kisah cinta mereka. Malam itu, aku membuang cincin berlian seharga mobil mewah itu ke tumpukan sampah dapur. Aku berpura-pura patuh, menelan semua penghinaan, hanya untuk merencanakan pelarian sempurnaku. Sebulan kemudian, saat badai menghancurkan kota persembunyianku, Elton datang. Dia menggali reruntuhan dengan tangan telanjang hingga berdarah, menangis saat melihat perutku yang mulai membesar. "Beri aku kesempatan, Jilly. Demi anak kita," mohonnya sambil berlutut di lumpur. Aku menepis tangannya yang kotor dengan tatapan dingin, lalu berkata pelan namun menusuk: "Ini anakku. Bukan anak kita. Ayah dari anak ini sudah mati bagiku saat dia mendorong istrinya ke laut demi wanita lain."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 11