icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Plis Jangan Ganggu!

Bab 5 Pernikahan Dion

Jumlah Kata:1011    |    Dirilis Pada: 13/12/2021

n cermin. Terlihat elegan. Gamis biru muda dari Mas Rian

. Tampak ia memakai baju batik. Khas

acara Dion" Mas Rian meminta persetujuanku

a m

ari kantor Mas Rian beberapa hari yang lalu. Katanya sebagai Reward atas kerja keras Mas Rian selama ini. Karena kegigihannya Mas Rian dinobatkan menjadi Karyawan terbaik tahun ini. Memang aku akui, suamiku

Rusmi dan Mas Dandi turun dari mobilnya. Mbak Rusmi tampak menggunakan brukat dengan rambut panjangnya yang di sanggul modern. Beberapa hiasan kepala juga turun menghias

itu aku sudah berusaha untuk melupakannya. Aku

kamu ke sini naik apa ?" tampa

sepeda mo

peda motor ?" tanya Mbak Rusmi. Ek

ah ini beberapa hari lalu Mas Rian di kasih dari kan

na mungkin suami kamu secepat ini bisa beli sepeda m

g.

ang benar. Namun tidak perlu di ucapkan, karena membuat sakit yang mendengarkan. Huh

sing. Aku hanya terdiam untk menanggapi ucapannya. Orang kaya Mbak Rusmi kalau ditanggapi jatuhnya malah ribut. Untung Mas Rian sudah berjalan berdampingan

dan almarhumah ibu juga bicaranya sangat lembut. Tidak pernah kasar sama sekali. Aku ingat ingat kembali, sepert

ntuk memberikan selamat kepada ayah dan ibu mertuaku. Mbak Rusmi berada di belakangku. Dekorasi pernikahannya sangatlah mewah. Berbagai bunga bunga imitasi tampak memenu

ku memberikan selamat pad

jawabnya dengan

ri," Aku kagum melihat pengantin wanita. ia tersenyu

beberapa tahun tinggal di luar negeri. Memang tampak, wajahnya se

ntik kamu loh" kata mba Rusmi yang kini bersalaman dengan mempelai wanita. Ia mulai membanggakan d

Memang itulah yang terbaik. Turut be

mengambil beberapa kue talam untuk menganjal perut yang makin keroncongan. Ntah ke

ar. Namun justru aku hanya mengambil beberapa kue talam yang terlihat sangat menggoda. Semua makanan lezat yang terpampang berjejer rapi ta

t apa yang aku makan. Sungguh aku tak tau kenapa dengannya. Apa yang aku lakukan selalu

yam bakar, sate, bakso, gulai ko malam milih makan kue talam. Tanda

ngkondisikan mulut istrinya. Mas Dandi terli

memberikan penilaian. Oke fix kalau dengan rangkaian kata yang enak di

erjalan mendekat untuk memperpendek jarakku dengannya. Namun Mas Rian, suami

ti mendengar ucapan Mbak Rusmi. Namun salutnya ia bisa

rbawa emosi" ia ber

" aku me

kamu, nanti kita langsung

a m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Plis Jangan Ganggu!
Plis Jangan Ganggu!
“Aku mau tidak mau harus selalu mendengar ucapan pedas Mbak Rusmi. Kakak satu-satunya yang aku tumpangi rumahnya. Ucapannya memang pedas seperti sambal cabe satu kilo. Mau gimana lagi, Mas Rian suamiku belum mampu membeli rumah. Ayah ibu sudah meninggal. Rumahnya dijual untuk menutup utang yang di tinggalkannya. Tinggal di rumah orang tua Mas Rian juga tidak mungkin. Mas Rian bukan anak bontot. Rumah orang tuanya sudah pasti akan ditinggali Dion adik Mas Rian yang terakhir. Dan katanya Dion akan menikah bulan depan.”
1 Bab 1 Pedasnya Melebihi Sambal Satu Kilo2 Bab 2 Keputusan Mas Rian3 Bab 3 Mencari Kontrakan4 Bab 4 Pemilik Parfum Itu5 Bab 5 Pernikahan Dion6 Bab 6 Kabar Baik7 Bab 7 Beda Perlakuan8 Bab 8 Perubahan Drastis9 Bab 9 Indonesia Aku Datang sebagai Orang Kaya Baru10 Bab 10 Mba Rusmi Kaget