icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai

Bab 2 

Jumlah Kata:1205    |    Dirilis Pada: 05/12/2025

Yuli

ng pintu. Suasana di ruangan itu tegang, dipenuhi dengan amarah yang mem

dengar seperti geraman. "Omong kosong a

gi. Aku harus terlihat meyakinkan. "Aku... aku t

m. "Kau dengar itu, Vano? Putriku takut padamu! S

gungan melintas di sana. Dia tidak bisa mencerna bahwa aku, Sekar yang

diri. "Dia hanya mencoba membalas dendam padaku! Di

hku, menunjuk ke lua

enuhi ancaman yang tersembunyi. Dia membantin

ta harus percaya pada dokter, N

i bahunya. "Aku hanya ingat Bahar, Bu.

Bahar adalah hal yang tabu, mengingat persaingan bisnis mereka. Tapi sekarang, de

disasm

ng koridor. Suara itu bergema, tapi tidak ada yang peduli.

uan Vano, jika Anda terus membuat keributan, kami

menyebut nama musuh bebuyuta

melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan baginya, atau yang berhubungan dengan insiden traum

, berjalan menjauh. "Dia tid

elamanya. Itu tidak mungkin. Sekar mencintaiku. Dia selalu mencintai

ombong itu. Dia pasti sudah tahu tentang ini dan menikmati pend

k ke kamar Sekar, tapi dihentikan oleh satpam. Orang tua Sekar

yang memulai permainan ini. Aku

Yuli

k observasi. Dokter menjelaskan kepada mereka tentang "amnesia selektif"ku. Aku mendengark

at kami berdua di kamar. "Apakah kau be

ia, Bu. Aku hanya merasa takut setiap kali melihatnya. Aku

oto lama. Foto-fotoku bersama Vano. Aku melihatnya, wajahku di sana, ter

u lembut. "Kalian sud

ngat." Aku menunjuk pada foto-fotoku bersama teman-teman, bersama ora

iklah, kita tidak akan memaksanya. Dokte

r yang bergantung pada kerja sama dengan grup properti Vano. Jika aku "melupakan" Vano,

disasm

ekar tidak mengingatku. Dan yang

sementara waktu. Aku akan menunjukkan padanya bah

-mahasiswa di sana menatap kami dengan iri. Melodi, seperti biasa, tampak a

yanya, suaranya lembut. "Aku dengar

n. "Dia hanya mencari perhatian. Amnesia? Omong

t senyum tipis di bibirnya. Dia senang.

u dia benar-benar melupakanm

tidak akan pernah bisa melupak

sainer, perhiasan, apa pun yang dia inginkan. Dia menolak beberapa bara

engejarnya. Dia sangat pandai. Aku jadi semakin tertarik pad

dengan teman-temanku. Aku in

," kata salah satu temanku, Rio. "Kalian

ya! Dia yang berpura-pura amnesia dan

kter bilang begitu," kata

kan aku. Dia tidak akan pernah bisa hidup tanpaku. Dia ha

ata Rio, ekspresinya serius. "Sekar

"Dia hanya wanita lemah yang terlalu menc

kepala. "Kau tahu, Sekar itu memiliki

tidak ingin mendengar nama Sekar lagi! Mari kit

u, pintu bar terbuka. Dan di sana, b

ederhana yang pas di tubuhnya, rambutnya digerai, dan wajahnya dip

kukan di sini? Dia seharusnya di r

yang lain menatap Se

, suaraku tercek

t. Matanya dingin, tajam, dan penuh perhitungan. T

. Dia tidak datang untuk

ewati aku yang terpaku. Dia tidak melirikku

ijaya, yang duduk di sudut bar, sendir

manis yang biasa dia berikan padaku. Itu adal

nya terulur. Bahar berdiri,

ya cukup keras untuk kude

sekitar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
“Di hari ulang tahunku, tunanganku, Vano, merencanakan kejutan di tepi kolam renang. Namun, bukannya pelukan hangat, ia justru mendorongku ke dalam air yang dingin. Padahal ia tahu persis aku memiliki trauma mendalam dan tidak bisa berenang. Saat aku berjuang mencari napas, ia malah tertawa puas sambil merangkul Melodi, mahasiswa magang yang ternyata selingkuhannya. "Sialan, jangan sampai dia mati," gumamnya panik saat aku ditarik keluar, bukan karena mengkhawatirkanku, tapi takut akan reputasinya sendiri. Ketika aku sadar di rumah sakit, ia dengan wajah tanpa dosa berbohong kepada semua orang bahwa aku terpeleset karena ceroboh. Melihat wajah munafiknya, rasa cintaku seketika berubah menjadi kebencian yang membara. Pria ini baru saja mencoba membunuhku demi wanita lain, dan aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja. Maka, saat ia mencoba memegang tanganku dengan sok peduli, aku menepisnya kasar dan menatapnya dengan tatapan kosong. "Maaf, Anda siapa?" tanyaku dingin. "Aku tidak mengenalmu. Aku hanya ingat kekasihku, Bahar Adijaya." Mendengar nama musuh bebuyutannya disebut sebagai kekasihku, wajah Vano seketika pucat pasi. Permainan balas dendamku baru saja dimulai.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 20