Istri sang Tuan Muda Lumpuh
kat seorang gadis yang masih berd
an.
tidak asing dengan laki-laki ini? Aku memang tidak begitu ingat dengan wajah laki-laki yang tadi berada di hotel bersamaku. Tapi aku yakin Tuan muda Sooya adalah orang yang sama de
rjalan dengan normal. Sedangkan Tuan Muda Sooya pakai kursi roda? Aduuuhhh... Ini membi
mata dengan perempuan ini!" Ucapnya datar. Te
ghela nafas panjang lalu membalikan badannya, lalu meninggalkan F
apa. Bahkan wanita yang mempekerjakannya sekarang
AK
ah mati. Jantungnya seketika berdebar dengan kencang, jari jemari tangannya sampai gemetar. Oh, kaget sekali. Fyorin mengusap-ngusap dadanya. S
ke arahnya. Entah sejak kapan kursi roda yang didudukinya itu berbalik arah jadi menghadap ke a
i laki-laki yang tengah duduk di atas kursi rodanya itu
telapak tangannya yang ia hadapkan ke arah Fyorin dan membuat langkah Fyori
anyanya dengan nada
n, Tuan Muda..." Sa
r kursi rodanya. Kembali men
keluar sekaran
e mana, Tuan Muda?"
tu, di sana juga ada lemari, dan di dalamnya ada baju yang bisa kamu
i ketika ada ibunya. Malahan dia terlihat sangat peduli kepada Fyorin sampai-sampai ia berfikir meminjami baju un
rahat dulu, Tuan
Dan sebaiknya kamu mandi, Saya tidak tahan dengan b
rin? Atau jangan-jangan dugaan saya benar kalau ternyata Tuan adala
n siapapun apalagi bersama kamu!" Potong Tuan muda Sooya den
alanya. Sepertinya mulai sekarang ia harus lebih berhati
ekarang!"
anjat, "Se-se
Atau kamu berfikir mau tidur
Ujar Fyorin dengan cepat lantas bergegas keluar dari kamar itu. Oh, apa ini? Bisa-bisanya
cari kamar yang tadi ditunjukkan oleh Tuan mudanya itu. "Ah, kayaknya itu kamar yang tuan muda maksud," gumam Fyorin ketika melihat pint
mam Fyorin seraya memindai setiap sudut ruangan kamar itu. Di salah satu dinding kamar itu terpajang sebuah foto seorang wanita dengan ukuran yang sanga
terdapat banyak ukiran di daun pintunya. Kunci lemari itu t
AK
engan baju-baju perempuan. Mungkin ini j
inya baju itu memang baju-baju mahal. Tapi kemudian muncul pertanyaan dalam hati Fyorin, Siapa pemilik baju-baju i
n nanti saja. Badanku sudah terasa sangat lengket, lebih baik aku cepat-cepat mandi sekarang. Siapa tahu nanti Tuan muda tiba-tiba butuh bantuank
ersama seorang laki-laki tampan yang tidak ia kenal, kemudian dituduh sebagai seorang p3l-4cur. Lalu beberapa saat kemudian ia beralih profesi menjadi asis
g asisten rumah tangga lain yang memang sudah bekerja di rumah itu lebih dulu darinya. Matahari masih lama t
Fyorin menggerutu. Kelopak matanya masih sangat terasa lengket. Tapi dia sudah diminta untuk mandi dan berpakaian rapi karen
rin terus menggerutu. Ia benar-benar tidak paham dengan cara kerja orang-oran
emilih baju yang pantas unt
kemudian mengikat semua helaian rambutnya ke atas agar tidak mengganggunya saat bekerja nanti, selain itu juga
sambil menundukkan kepalanya hormat
seraya memindai penampilan Fyorin dari atas hingga ke ba
u? Apa jangan-jangan baju ini miliknya?
mendapatkan baju
e
at yang sederhana, tapi terdengar seperti sebuah kalimat pembukaan
i bisa-bisanya tuan muda menyuruhku memakai baju ini. Fy
jari telunjuk yang acungkan ke arah pintu yang menghubungkan antara ruang tamu d
ng yang bukan milik kamu? Kamu di sini be
in terdengar dari arah belakang Fyorin
tang memutar kursi rodanya sendiri,
i bibirnya, padahal Tuan muda Sooya tidak pernah menunjukkan keramahan sama sekali
kai baju-baju itu? Anda tidak berh
memanggil ibunya dengan sebutan anda? Ap
memang kamu yang menyuruhnya, Mami cuma khawat
f, Nyonya, kala
meminta maaf kepad
emang Tuan muda Sooya yang meny
k lantas menundu
nyonya di sini. Apa nyonya mau meminta
i ke sebuah acara pernikahan. Jadi saya harap kamu
menemani Tuan mudanya. Dan mengurusi semua kebutuhan T
kan?" kali ini ia berbica
kankah seandainya saya tidak siap pun tidak
kebaikan
ik sekali!"
akan berangkat sebentar lagi. Nanti biar
gan berbicara dengan wanita itu. Wanita yang setahu Fyorin adalah ibunya. Hubungan a
-siap!" Kata Soo
ndorong kursi roda yang diduduki oleh Tua
epalanya kepada Nyonya besar yang masih berdiri di sana. D
," sahut Fyorin lantas mendorong pintu kamar itu hingga tert
aian!" Fyorin mengerjapkan matanya beberapa ka
s kamu di sini apa? Kamu dipekerjakan
.--" Fyorin menggaruk k
Kalau gini terus lama-lama bisa muncul berita yang judulnya 'Seorang Tuan Muda di P3r-k0s4 perawatnya', kan nggak lucu, batin Fyorin, b
" Ujarnya. Fyorin tahu Siapa orang yang disebut nenek Lampir oleh Tuan mudanya itu. Pasti yang dimaksud adal
membantah, apalagi memprotes. Terpaksa ia lakuk
bahunya. Tampaklah sudah bahu dan lengan kekar Tuan muda Sooya bahkan dadanya yang mirip seperti dada ayam pedaging. Yang tentu saja memb
Bahkan saat Fyorin dalam keadaan setengah sadar ia seperti merasakan kalau ia tidur dalam pe-lvkan laki-laki itu, yang wangi tub-uhnya persis seperti wangi tub
mirip meskipun tidak ada ikatan darah. Lagi pula laki-laki yang tadi pagi itu keadaannya sa
endiri. Setelah itu ia mengulurkan tangannya meraih karet pinggang bawahan piyama Tuan muda Sooya
apa?!" S
i menarik tangannya. "Maaf, Tuan Muda,
mu mau modus lih
a tidak bermaksud seperti itu!" Sanggah Fyorin se
ancang..." Imbuhny
sendirian di sana. Dan jangan berharap saya meminta kamu untuk mem
i itu dengan entengnya, memangnya aku ada tampang c4-bvl apa?! Fy
Tuan mudanya itu dan mengantarkannya masuk ke dalam kamar mandi.
danya itu. Sungguh dia adalah laki-laki yang sulit di tebak. Sikapnya sangat dingin, bahkan sampai saat ini Fyorin belum pernah melihat sedikitp
k kesabaran lebih banyak lagi u
-