icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri sang Tuan Muda Lumpuh

Bab 2 2. Tuan Muda Sooya

Jumlah Kata:2370    |    Dirilis Pada: 24/11/2025

dirinya ke angkasa. Berguling-guling di antara gumpalan a

nya sekalipun tidak pernah ia izinkan untuk melakukan itu. Sialnya, laki-laki itu mengambilnya secara tiba-tiba, tidak ada k

arinya. Bahkan ketika Fyorin membuka matanya dan menyadari laki-laki itu

aki-laki tampan itu. Tubvhnya masih mematung. Seolah

l, tahu namanya saja tidak! Bangun Fyo!! Lupakan! Rutuknya seraya memukul-mukul kepalanya pela

karang aku harus ke mana? Dia

ngku mana ada hotel semewah ini! Orang-orang s!alan it

tu lift. Termenung sejenak, memikirkan

di samping pintu lift itu. Tujuannya adalah lantai dasar. Ia harus segera keluar da

dari pintu berbahan kaca tebal yang menjadi s

bingung sekarang. Saking bingungnya dia hanya berdiri mematung di bawah pohon rindang yang sengaj

hkan sampai di usianya yang menginjak dewasa seperti sekarang ini kesialan itu terus mengikutinya. Kesialan yang dibuat oleh laki-laki yang

epada orang kaya. Entahlah, jangan-jangan orang kaya itu sudah berhasil mengambil mahkotaku yang sangat berharga. Tapi di hidupku yang sesial ini apakah a

ari puncak gedung tertinggi, atau berdiri di tengah jalan agar ada pengemudi yang sama sialnya dengannya menabrak tubvhnya. Tapi ia masih punya ibu. Ibu yang sangat menyayanginya,

sama aku. Ah, aku harus

tap. Dan kembali menj

a yang ada di sana adalah kartu kredit berwarna

a kartu ini, ya? Aku butuh uang untuk ongkos pulang ke kampungku," gum

pinjam uang kepada laki-laki itu,

h sedang berkomitmen dengan dirinya sendiri

mencari ATM terdekat. Ia harus mengambil uang di sana, tidak akan banyak-b

gedung hotel ternyata ada bilik ATM. Ah, a

n hendak membuka pintu ATM itu tak sengaja berbarengan dengan seo

nya yang sangat elegan. Tas yang ditentengnya juga tas import yang jumlah produksinya terbatas.

a saja duluan," Fy

enyum, "Terima

enyum wanita itu

ngamati Fyorin dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Ent

Ia memalingkan wajahnya, memilih menatap ke arah lain da

-gara penampilan aku yang Kumal? Atau karena aku pakai baju

da masalah?" T

menoleh, "Maks

pertinya kamu sedang banyak masalah. At

kesimpulan seperti itu?" F

tidak membawa apa-apa. Penampilan kamu juga sangat beranta

ngerjapka

mau mengata-ngatai aku jelek dan bau karena belum mandi? Walaupun m

enarnya

pekerjaan?

ekerj

hat sepertinya kamu peng

nya dia bicara sefrontal itu, ibu-i

ah tidak bisa menjadi kurir pengantar makanan? Sepeda motor kamu saja sudah diam

sepertinya sekarang saya harus kehilangan pekerjaan saya. Soalnya sepeda motor

up kamu benar-benar sedang tida

emang begitu,"

gangguk-anggukkan kepalanya. "Ok, it

mu pekerjaan bagaiman

!" Sahut Fyo

Apapun itu akan dia kerjakan yang penting menghasilkan uang

kira pekerjaan yang Anda tawa

. Sebenarnya saya sedang membutuhkan orang untuk merawat

an yang buruk. Aku biasa merawat ibuku kalau saki

hanya merawat orang sakit," ujar F

buru-buru. Tapi apa salahnya jika mencoba. Yang paling penting sekarang dia harus bekerja untuk mengh

amu bisa mulai be

ah orang tua saya di luar kota, Saya takut beliau khawati

isa meminta izin

lang, beserta dompet dan juga tas saya, Jadi sekaran

mor yang bisa

mor bibi saya, biasanya saya menghubungi beliau ka

ng dulu ke kampung halaman kamu. Karena saya sedang butuh cepat, orang yang bisa merawat Putra saya," ujarnya sera

alau kamu sekarang bekerja sama saya," ujarnya caran

lam pikirannya perasaan khawatir, takut jika ternyata wanita itu adalah orang jahat yang menjebaknya. Tapi apa yang harus Fyorin takutkan? Takut wanita itu seorang muc!kari? Untuk apa takut? Bahkan dia

saja sudah dilewatinya, jadi apa lagi yang perlu di takutkan? Jadi hal buruk

ujar Wanita itu setelah Fyo

nyonya?" T

kamu mau bekerja

!" Ucap Fyorin seraya

ke mobil saya sekarang

lakang. Beberapa saat ia sempat ragu untuk masuk ke da

Semoga keputusanku ini tidak membu

diri di situ? Ayok mas

a, nyonya!" Ujarnya lantas be

kirakan berusia lima puluh tahunan. Sementara wa

kamu siapa?" T

yorin nyonya

emani dan merawat Putra saya yang sedang sakit, Saya ha

boleh saya tahu, t

kaan itu membuatna lumpuh. Jadi tugas kamu adala

onya say

ag

tinya bukan pekerjaan yang buruk. Merawat oran

dari penampilannya serta dari mobil yang dimilikinya sepertinya nyonya itu bukan orang biasa-biasa. Orang kaya pastinya. Tapi kenapa mencari o

g terpenting sekarang adalah

, tur

membuatnya tidak sadar kalau ternyata mobil yang ditumpanginya sudah

berdiri di hadapannya itu, yang mungkin luasnya b

ini bisa dihuni oleh warga s

mempertemukan kamu dengan P

rin lantas mengikuti ke m

wah itu yang tampak mengkilat di mana-mana seolah tidak ada satup

h seperti ini, ini lebih cocok disebut istana, sih! Gum

mar tuan muda yang akan dirawatnya. Tapi ternyata ia salah, karena saat pintu itu dibuka ternyata yang terlihat adalah hamparan rumput dan ruang terbuka hijau. M

njadi majikannya itu yang ternyata mengarah pada sebuah bangunan lain yang letaknya t

ersedia kamar yang bisa dia tempati tapi dia tidak mau. Satu hal yang harus kamu tahu, Putra saya yang satu ini me

enjadi tantangan baru untukku? Mudah-mudahan sa

a, nama Tuan

mantha, kamu bisa memang

ganggukkan

m rumah itu. Pintu berbahan kayu jati yang di plitur dengan ukiran berbentuk

AK

ang laki-laki yang tengah duduk di atas kursi

ar kamu hari ini?" Ujar nyonya

k bergeming. Tidak ada respon

u hanya t

seseorang untu

wat oleh siapapun!" Su

sudah ngeri sendiri. Kepada ibunya saja dia bersikap sepert

itu. Fyorin mengernyitkan alisnya. Ia mengamati laki-laki berambut putih keu

ping, ia ingin melihat wajah laki-laki itu denga

lihat wajahnya, seketika ma

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri sang Tuan Muda Lumpuh
Istri sang Tuan Muda Lumpuh
“WARNING!! Mengandung unsur kedewasaan, intrik keluarga, dan tema-tema dewasa. Harap bijak dalam memilih bacaan!! ____""____ "Nona, kamu yakin mau memberikannya kepada saya?" Bisik Tuan muda Sooya. Bola mata Fyorin yang indah menatap dalam manik mata Tuan muda Sooya yang berada beberapa senti di atasnya, tatapannya sayu, dengan suara yang bercampur dengan deru nafasnya Fyorin berusaha menyahuti. "Iya, Tuan... Saya akan memberikannya," ucapnya nyaris berbisik. Setelah mendapatkan jawaban dari Fyorin, ia lantas menurunkan kain penutup terakhir yang tadi sengaja ia sisakan demi untuk memastikan lagi sang pemilik benar-benar mengijinkan. Pun dengan miliknya sendiri yang sekarang sudah tidak berpenghalang lagi. Bola mata Fyorin membelalak lebar. Sebuah tongkat besar dan panjang berdiri dengan gagah di hadapan matanya. Belum pernah ia melihat benda seperti itu sebelumnya. Apalagi ia tiba-tiba membayangkan benda itu harus menerobos memasukinya. Belum apa-apa Fyorin sudah ngeri sendiri. "Tuan, kenapa bes4r sekali?" Cicit Fyorin dengan polosnya dengan mata yang melebar menatap kearah benda itu. Tuan muda Sooya terkekeh, dan lagi-lagi ini adalah pertama kalinya Fyorin melihat kekehan laki-laki itu. "Kenapa kamu polos sekali, Nona? Apakah hal seperti itu harus kamu tanyakan di saat-saat seperti ini?" Ujarnya. "Tapi itu, sebesar itu? Saya jadi takut," sahutnya. "Kalau kamu takut kamu pejamkan mata saja, jangan dilihat," Fyorin mengangguk. Ia pun memejamkan matanya dengan erat. Kedua tangannya berpegangan pada tepian bantal yang menjadi alas kepalanya.”
1 Bab 1 1. Terjebak Surga Dunia2 Bab 2 2. Tuan Muda Sooya3 Bab 3 3. Men0dai Saya4 Bab 4 Menju-alku Demi Egonya5 Bab 5 Pernikahan6 Bab 6 Kamu Cantik7 Bab 7 Sebuah Kecvpan8 Bab 8 I'm Really Love You9 Bab 9 Kamu Mencintai Saya 10 Bab 10 Kenyamanan yang Sama11 Bab 11 Kebutuhan b!olog!s 12 Bab 12 Tidur Dimana 13 Bab 13 Bertemu Sagara