Istri sang Tuan Muda Lumpuh
/0/30175/coverbig.jpg?v=db14e568f4c595c3e85e350081afdf2a&imageMogr2/format/webp)
orin menembus alam bawah sadarnya membuat kesadaranny
s untuk membuka kelopak matanya yang entah sudah berapa lama terkatup. Oh, ke
di sampingnya. Oh, tampan sekali laki-laki ini? Apa aku sudah ada di surga? Racaunya. Ma
g sangat tampan. Tubvhnya wangi sekali. Bahkan aku masih bisa merasakan pelvkannya yang begitu hangat. Dia pasti laki-laki penghuni surga yang semalaman menemani aku tidur. Orang
ta bo-doh!
ah di surga ada orang
a akan memberikannya secara cuma-cuma, tanp
kit dari tidurnya. Termenung sejenak sambi
dengar
sar seperti itu?" Tanya Fyorin dengan polosnya. Entah apa yang terjadi kepadanya sehingga membuat ke
yang kamu maksud adalah surga dunia tentu s
in seraya terus berusaha
salah satunya,
apa aku bisa ada
ku belum m4ti? Apa mereka tidak membvnuhku? Tapi justru
berapa sampai kamu nekat men
as melompat dari tempatnya berbaring, kepalanya yang terasa pusing membuatny
mberi saya banyak uang. Tapi bukan berarti Tuan bisa seenaknya men
a di depan dada, dagunya ia angkat,
n uang dari hasil menju4l diri da
rti itu? Saya tidak pernah merendahkan diri saya sendiri deng
udut bibirnya, "lalu kamu pikir ka
karang. Ruangan Itu tampak seperti sebuah kamar, kamar hotel pastinya. Iya, tidak salah lagi, Aku sedang berada di dalam
inya dia orang kaya. Baju dan celana serta jam tangan yang dikenakannya pasti tidak dibeli dari emper pasar atau t
bandot tua berperut buncit yang sudah meminjamkan sejumlah uang yang tidak sedikit kepada ayahnya untuk berju-di. Yang dilipat gandakan dengan bunga yang tentunya tidak sedikit pula. Membuat ayahnya harus mendekam di penjara karena mencuri untuk
i. Padahal itu adalah modal satu-satunya untuk Fyorin bekerja menganta
gambil sepeda motor kam
ng berdiri di hadapannya. Hampir saja dia
san anda!"
jauh dari tempatnya berdiri tadi. Kaki kanannya ia angkat lalu ia tumpang kan d
a anda ada di ruangan ini? Terus kenapa
laki-laki bertubuh tinggi, berkulit putih, dengan rambut yang disemir dengan warna putih ke
sempurna, namun sayang terlihat
p di hotel ini oleh teman saya. Dia pemilik hotel ini. Saya juga sebenarnya tidak tahu k
dengan mulut yang terngnga, "T
aki itu seraya menu
profesi menjadi p3l-4cur? Terakhir yang aku tahu, Aku ini seorang k
skin-miskinnya saya, Saya tidak akan mungkin me
t bibirnya terangkat membentuk senyuman
unafik, Saya memang buk
an secantik kamu harus menjual kecantikan kamu yang sebenarnya bisa bernilai sangat mahal di tangan laki-lak
n saya untuk men!km4ti kamu, Saya tidak akan melakukannya. Karena saya tidak suka mer
pi ada juga hinaan. Tapi jika diambil keseluruhan, isi pembicaraannya sangat menyakitkan. L
aya sudah bilang kalau saya bukan
. Seolah tidak peduli dengan segala ben
, lagi-lagi Fyorin tidak menemukan barang yang dia cari itu. Dia pun termenung. Ah! Siallll!!! Pasti mereka juga men
cari
e!!" Ketu
ada jam dinding besar, kamu bisa tahu sekarang jam berapa dari jam dinding itu. Jadi tidak perlu repot-repot mencari handphon
tapi saya memang butuh semua barang-barang yang ada di dalam tas saya
ya dibeli dengan harga dengan digit angka yang tidak sedikit. Lalu mengeluarkan sebuah kartu
laki-laki itu pun mengernyitkan alisnya tatkala melihat sebuah kartu b
di kamu sudah tidak perlu berisik lagi meratapi barang-barang kamu yang hila
h cukup pusing memikirkan bagaimana caranya saya membayar hutang-hutang ayah saya, Saya tidak mau menam
entenir, bo-d
ang hilang kalau tidak untuk dipinjamkan dengan bunga yang bisa membuat anda lebih kaya, saya s
amu. Saya memang murni berniat untuk menolong kamu, tapi kalau kamu tidak ma
a ada orang yang berbaik hati memberikan uang secara cum
arang kamu ada di mana? Apa kamu pernah berpikir bagaimana cara kamu pulang ke rumah kamu, sem
lagi. Entah apa yang sudah mereka lakukan kepadanya yang jelas tengkuknya terasa sakit saat ia sadar tadi. Sekarang sepeda motor dan tas berisi semua barang-barang penting entah ada di mana. Mungkin diambil oleh pa
h laci yang terletak tak jauh dari tempatnya duduk. Lalu tampak me
tuk memenuhi semua kebutuhan kamu. Tapi tolong ingat kata-kata saya,
ri juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saya bisa terdampar di sini, sepertinya ada orang yang sengaja menjual saya!" Sanggahnya
i-laki itu tidak menanggapi lagi perkataan Fy
as sofa diraihnya. Beberapa saat ia mengamati layar ponselnya yang meny
s di layar ponsel laki-laki itu.
a?" Tanya laki
ngobrolnya, aku ralat deh pasti bukan pacarnya. Mana mungk
ut kamu, Kamu sekarang di m
a aku jadi mikirin hal nggak penting kayak gitu, terserah mau itu pacarnya atau itu pemba
njak, bahkan tanpa mengucapkan se
ya berteriak memanggil laki-laki yang belum ia tahu namanya siapa, "Eh, Tuan!! T
an kartu berwarna hitam ke arah laki-laki yang berjalan cepat ke arah pintu
i saja!" S
hu siapa Anda, bisa jadi ini hanya jebakan, kan? Saya tidak mau sembarangan menerima bantuan dari orang lain, apalagi orang
mbalikkan badannya, berjalan cep
u
olak perlakuan laki-laki tampan itu. Kejadiannya terlalu cepat. Bahkan lebih cepat dari desiran darahnya yang seketi
-